HANYA DONGENG
"Kau anakku kau harus menurut denganku"
"Tidak lebih baik aku bunuh diri" dengan pisau ditangannya sirina berniat bunuh diri lantaran dipaksa untuk menikah oleh ayahnya
------------------------------------------------------------
Kulihat jam dinding yang terdapat di atas tv,sudah menunjukan pukul 21.00 WIB, aku yang buntu ide memutuskan untuk menyimpan lanjutan cerpenku di Microscof Office dilaptopku,kututup juga laptopku dan segera aku mencuci tangan dan kakiku lalu tidur.
Pagi ini begitu sepi penumpang kereta, hanya ada mungkin sekitar 14 orang, aku duduk bersama Fifi temanku, aku menengok kearah jendela sebelah kanan, kulihat disana ada seorang gadis remaja yang duduk sendiri dengan pisau ditangannya, aku yang merinding langsung melihat kearah fifi yang ternyata sedari tadi berusaha bicara denganku.
"Sofi! Kamu dengar nggak sih"
"Ha?apa?"
"Tuh kan, aku tanya ada pr nggak?"
"Iyyya ngg..ngak ada"
Pada jam istirahat aku pergi ke perpustakaan untuk membaca buku, disana aku langsung tertuju pada buku berjudul 'Hanya Dongeng' kuambil buku itu dan langsung membaca sinopsisnya yang terdapat dibelakang buku itu, ada sebuah tulisan yang membuatku sedikit bingung : Jika Kamu Buat Cerita Selesaikanlah Atau Rasakan Akibatnya:
"Apa maksud kata kata ini?"Tanyaku pada diriku sendiri "Doooorr"
"Huwaaaa"Fifi mengagetkanku, kebiasaan yang susah untuk dihilangkan darinya "Heheheheh"
"Ikh!kebiasaan untung saja aku tidak punya serangan jantung"
"Maaf ya"muka fifi tampak memelas, namun aku tak perduli aku pergi begitu saja, sambil masih memikirkan kalimat dalam buku itu.
Setelah memikirkan lanjutan untuk cerpenku dan tidak dapat menemukan ide akupun berniat untuk segera tidur, namun ternyata aku lupa menutup jendela kamarku, saat aku hendak menutupnya aku merasa seperti ada angin kencang melewati jendela, seperti ada banyangan yang berlalu begitu cepat.
"Mungkin hanya firasatku"batinku dalam hati, selepas menutup jendela aku kembali kekasurku,namun "Aaaaaaaaaa"betapa terkejutnya aku didepanku ada sosok perempuan yang kulihat dikereta tadi pagi, anak itu begitu seram sehingga membuat tubuhku merinding.
"Ssss-siapa kamu?"
"Apa kamu tidak tahu siapa aku?"
"Sss-siiiiapa kaaamu!"
"Aku adalah imajinasimu"
"Apa maksudmu!"
"Kau yang ciptakan dan munculkan aku"
"Aku tak mengenalmu!"
"Kau menciptakanku untuk menjadi tokoh utama dalam cerpenmu yang sialan itu! Aku terjebak disana! Aku tersiksa!cepat selesaikan cerpenmu, atau kau yang kubunuh!"
Sekejap kemudian perempuan terseburt hilang entah kemana, aku yang masih ketakutan langsung melompat ke atasd kasur dan tidur .
Pagi harinya.. Ketika aku terbangun didepan mataku sudah ada sheila, keponakanku yang umurnya beda setengah tahun dariku, ia tampak tengah mengotak atik laptopku.
"Sheila!!!"
"Ih Sofia!!ganggu!eh ya cerpen ini bagus kenapa nggak dilanjutin?"
"Buntu ide!"Jawabku singkat lalu aku segera pergi untuk mandi,didepan pintu kamar sheila meneriakiku.
"Hoy!"
Aku hanya menoleh dan diam sekejap.
"Biar aku yang lanjutkan cerpenmu!" Sheila juga penggemar cerpen dan hobbi menulis cerpen, banyak cerpennya yang dikirim kepadaku, begitu juga sebaliknya,tak jarang cerpenku yang belum selesai ia yang melanjutkannya,tapi aku takut sheila mengalami kejadian sepertiku.
"Terserah!tapi jangan kau hentikan cerpen itu sebelum selesai!"
"Baik" sheila segera mengeluarkan plasdisknya lalu mengcopy cerpenku dan segera menaruh laptopku, rumahnya yang tak begitu jauh dari sini membuatnya sering bolak balik kesini.
"Triiiinging nging nging"ponselku berbunyi, saat kulihat ternyata sheila yang menelfonku.
"Halo"
"Sofia!!"
"Apa sih,koq kayaknya ketakutan"
"Sofia tokkkk-tokoh cccerpenmu"
"Apa dia muncul,seorang perempuan"
"Bbukan, laki laki, yang menjadi ayah dalam cerpen itu! Dia mengancamku! Aku begitu takut"
"Memang..kau buat bagaimana?"
"Aku buat ia jatuh dari atap,lalu aku kehabisan ide!"
"Ha::hapus cerpen itu"
"Bbbaik"
Akupun ikut mencut cerpen itu dari laptopku, sekarang aku baru paham arti dari kalimat dalan buku itu!: Jika Kamu Buat Cerita Selesaikanlah Atau Rasakan Akibatnya:
TAMAT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar