Kamis, 26 Mei 2016

Sosok Masa Lalu Datang

Sosok Masa Lalu Datang

Namaku Irene Gutaraya... Aku anak berumur 12 tahun yang sekarang duduk dibangku sekolah menengah pertama kelas satu. Aku anak dari pasangan Guta dan Iren yang biasa kupanggil Mom and Dad,aku anak tunggal,dulu keluargaku adalah keluarga yang sangat berkecukupan, tapi sekarang setelah Mom ditipu Teman bisnis dan Dad bangkrut ..? Aku hanya seorang anak desa terpencil yg berteman dengan anak dari desa itu juga, semua sahabatku yang kaya memusuhiku setelah mereka tau aku sudah tak punya apa apa.. Aku juga masih mengingat seseorang di Masa laluku yang aku benci.. Dia adalah Tery dia sangat disukai teman teman saat aku sekolah diJakarta dulu padahal dia anak yang baru pindah..

 "Iren!!!"Sepertinya Mom memanggil dari belakang rumah.
 "Iya Mom!!"Aku segera datang kesana.
 "Iren bantuin Mom jemurin baju ya!" Pinta Mom lembut  'Jujur sih aku nggak pernah jemurin baju sebelumnya..tapi lihatlah keadaanku sekarang..jangankan buat bayar pembantu buat makan aja kadang susah.
 "Ya mom"jawabku lesu..aku menjemur baju dengan malasnya. Rasanya seperti sudah seminggu aku menjemur baju tapi nggak selesai selesai.

#Keesokannya

 "Mom..uang saku."Pintaku manis
 "Ini.."Mom hanya memberika Rp3000 saja?dulu kalau tidak diberikan uang Rp8000 aku tidak mau berangkat sekolah tapi apa daya aku sekarang. Aku berpamitan lalu berangkat sekolah menaiki sepeda mini.
Sepulang sekolah dengan riangnya aku berteriak Mom...Mom...Mom "Apa Iren kenapa teriak teriak!"Tanya Mom heran.
"Mom, besok ada kegiatan renang  diluar jadi harus membayar sebesar Rp100.000,aku ikut kan Mom?"Aku sangat bersemangat..
"Tidak,maaf sayang orang tuamu ini sedang tidak ada uang..yang penting kau sudh bisa berenang dan dulu kau sering berenangkan dirumah"jawaban mom membuatku patah semangat.
Hati kecilku berkata 'Ya tuhan kirimkan seseorang dari masa lalu datang membantuku ,Mom,dan Dad'
"Mm...Iren boleh deh kamu ikut ini mom punya uang simpanan 150.000 kamu bawa renang 50.000 nya ya jangan beli yang aneh aneh ya"mata Mom berkaca kaca aku tak tega jadi aku tolak saja tapi mom memaksa ya baiklah ini rejeki tuhan..

Pulang dari renang aku sangat bergembira tapi kulihat mom sedang menangis disana..
 "Mom kenapa apa aku nakal sehingga. mom menangis? Mom kenapa?"
 "Nggak mom nggak papa."
Jelas mom bohong aku tau itu!..aku kekamar saja..
Tak lama aku masuk kamar Dad pulang Mom lalu cerita ke Dad aku hanya menguping lewat balik pintu.
"Tadi orang yang punya kontrakan datang untuk menarik uang bulan ini"
"Tapi kita sedang tidak ada uang Mom "iya dad mom tau,tapi....mm...katanya kalau tidak segera Dibayar... Kita harus angkat kaki."
'Ya allah..berilah rizki pada. Kedua orang tuaku dan tolong jangan berikan cobaan yang tidak bisa mereka tanggung'Doaku akan selalu aku panjatkan!!!

#Lusa

"Ass............."
Langkahku terhenti didepan pintu saat aku melihat seseorang yang sedang duduk bersama ayahnya dirumahku TERY!!!!Kejutku.."Ya nak ayah Tery mau membantu kita..ayahnya menawarkan proyek ke dad dia juga memberikan kita tempat tinggal didekat sekolahmu dulu.
"Benarkah????"Aku tak percaya doaku terkabul seseorang dri masa lalu datang untuk membantuku tapi aku tak menyangka itu adalah Tery....terima kasih tery ku tak menyangka kau membalas perbuatan jahatku dengan perbuatanmu ini.. Air susu dibalas dengan air tuba

Kado Puasa Dari Mama

Kado Puasa Dari Mama

"Mama...Mama...."Panggil Seril anak berumur 7 tahun yang sekarang duduk dibangku Sekolah dasar kelas dua satu.
"Iya seril..."Saut Mama sambil menghampiri seril.
"Besok bulan apa?"Tanya seril polos.
"Ya masih bulan juni...sayang..ada apa memangnya?"Mama memberi pertanyaan juga..seril terdiam sejenak lalu lari keluar rumah..
Tak lama ia kemudian kembali lagi menghapiri mamanya.
"Mama kenapa teman teman bilang besok bulan istimewa?"Tanya seril "Oh maksud kamu jadi itu...iya besok adalah bulan ramadhan...bulan penuh berkah."Jelas mama "Terus kita harus apa biar dapat berkahnya?"Tanya Seril lalu duduk dipangkuan mamanya "Kita harus puasa..puasa itu menahan nafsu,amarah,lapar,dan haus dari terbt fajar sampai terbenam matahari.
"Seril...sudah boleh puasa belum sih mah?"Tanya seril Lagi lagi dan lagi membuat mama pusing tapi mama tak pernah bosan menjawab pertanyaan dari anak tersayangnya itu.
"Boleh...seril mau puasa?"
"Mau mah....yeas....."Seril yang baru tau apa itu puasa langsung riang gembira ketika mama bilang ia boleh puasa.
(Keesokannya)
"Seril bangun...bangun ......"Mama membangunkan seril dengan sulitnya.
"Mah emangnya sudah pagi ya?"Seril lalu terlelap lagi setelah bertanya.
"Katanya mau puasa?sekarang kita harus sahur dulu."Jawab mama, mendengar itu seril terbangun ia seperti sudah memikirkan apa prtanyaan yang akan ia lontarkan kepada mamanya "Mah kenapa kita harus sahur?sahur itu apa?terus kalau sahur gunanya apa?dan bla bla bla bla?" Banyak sekali pertanyaan seril sampai orang tuanya memintanya untuk makan dulu dan jangan bertanya..akhirnya ayah seril memustuskan menjawab pertanyaan seril setelah sahur.
Siang itu seril tak sama sekali kelihatan lesu dan lemas ia sangat gembira dan semangat menjalani puasa ini.

"Seril nggak lapar?"Tanya Mama
"Nggak"jawab seril semangat, mama hanya tersenyum melihat anak yang baru berumur 7 tahun itu sangat semangat menjalani puasan tahun ini Hari hari berlalu begitu cepat seril tak pernah berhenti puasa ia selalu bersemangat Hingga tiba saat yang ditunggu tunggu yaitu Lebaran..dihari lebaran Seril sangat bahagia sebab ia mendapat baju baru dan semua serba baru...

"Seril..."Panggil Mama dari ruang tamu. Seril berlari menuju mama lalu memeluknya.
"Iya mama"mama lalu memberikan kado atas puasa seril dan memberi ucapan selamat kepada seril yang sudah berhasil berpuasa penuh dalam bulan ramadhan tahun ini

Selasa, 24 Mei 2016

Pohon Persahabatan

 Pohon Persahabatan     

 Aku bernama mei umurku 8 tahun. Dan kebetulan aku anak tunggal,aku mempunyai seorang sahabat bernama hire ia berasal dari jawa..dia adalah anak yatim. Sekarang aku sedang bersama Hire.
"Hire kamu sdah mengerjakan pr?"
"Sudh"
"Baguslah jadi kita bisa bermain"Hire anak yang pintar dan disiplin lho,ibunya mendidiknya dengan lembut .
"Tapi mau main apa mei?"tanya hire keheranan
"Entah?"aku sendiri justru balik bertanya.
"Kita bereksperimen yuk!"ajak hire ambisius
"Ekaperimen apa??"tanyaku lagi. Hire menghela nafas tanda ia bingung.
"Menanam pohon yuk!"ajak hire lagi.
"Pohon apa?....aku cuma punya bibit bunga persahabatan.
"Bunga apa itu???"wajah hire berubah drastis....ia tampak lucu dengan wajah kebingungan seperti itu.
"Kata sepupuku itu adalah bunga tanda persahabatan. Aku menanam bunga sambil bermain tanah seluruh wajah dan tubuh kami kotor .
"Mmm.....hire aku harus pulang.."pamitku pada hire..
"See y...you"

Beberapa bulan kemudian bunganya sudah tumbuh kami sangat senang sekali karna apa yang kami lakukan berhasil ya wajar kami baru berumur 8 tahun... Tapi ada sesuatu yang membuatku jadi sedih yaitu hire akan pindah rumah ke tasikmalaya karna ayahnya dipindahkan kesana...
Aku hanya dapat memberikan foto kecil dan topi bertuliskan MEI DAN HIRE SELAMANYA. Topi itu aku beli di pasar dekat sekolah lalu aku sablon.

Hari hari berlalu begitu cepat tak terasa sudah tiga tahun lamanya hire pergi dari sini... Namun setiap hari hariku takerasa mengasyikan tanpa hire.. Nomor hp hire tak aktif aku juga tak pernah bisa berkunjung ke tasik. Karna tak tahu alamatnya.. Aku merawat kebun bunga mawarku seperti aku merawat persahabatan aku dengan hire... Aku hanya bisa berharap hire cepat kembali untuk menghiasi persahabatan kekal kami lagi.... Aku tidak akan pernah melupakab hire disana..

Semangat Puasa Mawar

Semangat Puasa Mawar

“Kak, apa itu puasa?” Mawar, adiknya
Melati yang masih berusia 5 tahun
bertanya. Karena ia sering melihat di
channel TV banyak terdapat iklan
tentang puasa. Mawar, balita yang lucu
sangat tertarik dengan hal yang belum
diketahuinya. Kalau ia belum tahu, ia
pasti bertanya kepada kakak satu-
satunya itu.

“Menahan, nafsu dan amarah Mawar,
artinya dari matahari terbit sampai
matahari terbenam kita tidak boleh
makan dan minum. Selain itu, kita juga
tak boleh marah, dan hal sebagainya
karena dapat mengurangi pahala kita,”
Melati tersenyum melihat adiknya yang
bertanya seperti itu. Namun, adiknya
masih “KEPO” tentang puasa. Mawar
terdiam terlihat berpikir sebentar.
Sepertinya, menyiapkan pertanyaan
baru yang akan ia tanyakan kepada
kakaknya itu.
“Kakak puasa?”
“Tentu saja,”
“Kapan?”
“Besok,”
“Mengapa besok?”
“Karena besok memasuki bulan
Ramadhan,”
“Sampai kapan?”
“Sampai akhir bulan Ramadhan,”
“Oh,”
Mawar menari-nari ria di kamarnya.
Seperti kupu-kupu yang kesenangan
mendapat nektar bunga. Lesung pipi
selalu nampak di wajahnya karena
memang hari ini Mawar bahagia. Entah
apa, semua tak tahu kecuali ia dan
Allah. Mawar menyalakan TV yang ada
di kamarnya, entah channel apa yang
dibukanya. Ada berita bahwa besok
mulai memasuki bulan Ramadhan.
“Sama seperti kata kakak, berarti bener dong besok puasa?” gumam Mawar sendiri.
“Apa boleh ya aku ikut puasa?” Mawar
berbicara sendiri berjam-jam lamanya.
“Hmm, nanti tanya aja deh,” Senyum
Mawar kembali terang setelah berpikir
seesuatu.
“Mawar ayo ke ruang makan, sudah
saatnya makan malam,”
Melati berteriak dari luar sembari berlari menuju ruang makan.
“Iya kakak,”
“Mama boleh aku puasa?”
Sontak satu keluarga sangat terkejut
dengan perkataan Mawar yang
mengagetkan dan tak disangka.
Padahal, biasanya anak seumur Mawar
tak mau puasa alasannya laper, haus,
dan lainnya.
“Ada apa, Mama, Papa,
Kakak, aku tidak boleh ya?” Raut wajah
Mawar berubah menjadi sedih.
“Kamu yakin bisa Mawar?”
“Aku yakin,” Mawar berkata dengan
sangat semangat menatap mama.
#Keesokaannya
“Adikku sayang, Mawar ayo bangun.
Kita kan mau sahur,” Melati
membangunkan adiknya seraya
menghidupkan lampu kamar Mawar.
Mawar yang masih terkantuk-kantuk
langsung bangkit. Ia mempunyai
banyak pertanyaan dengan Melati.
Namun, disengaja untuk dipendam
dahulu. Saat sahur, mereka sekeluarga
membaca niat puasa dan makan sahur.
Sedangkan, Mawar kurang makannya
karena sibuk bertanya.
“Apa itu sahur?”
“Mengapa kita harus sahur?”
“Kenapa sahur pagi?”
“Kenapa orang besar harus puasa?”
“Bulan Ramadhan itu apa?”
“Bla bla bla bla…”

Banyak sekali yang ditanyakan oleh
Mawar. Sehingga mama, papa, dan
kakak kesulitan untuk menjawab.
Akhirnya mereka bertiga memutuskan
untuk menjawab setelah salat subuh.
Karena sudah libur sekolah, Melati
bermain dengan teman-temannya di
luar. Sedangkan Mawar sibuk bertanya
kepada mama.
“Kamu tak lapar sayang?”
“Tidak Mama,” Mama tersenyum
melihat putri bungsunya begitu
semangat puasa. Entah karena apa,
Mawar sungguh sangat semangat dan
bahagia. Tak ada rasa lapar dan haus
yang menyerangnya.
Hari demi hari berlalu, sama
keadaannya semangat dan bahagia.
Namun, menjelang Syawal atau yang
disebut lebaran Idul Fitri, Mawar
menjadi lebih diam. Kini, seperti banyak beban yang menimpanya. Sehingga, Melati kakaknya Mawar sebenarnya agak heran. Baru tahun ini Mawar dewasa dan tahun ini pula Mawar sangat terpuruk. Saat itu, angin telah berhembus kencang, malam menjelang tiba. Mama, papa, Mawar, dan Melati buka puasa di ruang makan. Melati banyak mengobrol dengan papa, sedangkan Mawar memandang lurus ke depan, dan mama memperhatikan Mawar. Allahuakbar… Allahuakbar Allahuakbar. Hari kemenangan telah tiba. Melati sedang bahagia karena sanak saudara berkunjung ke mari.

Bersulahtuhrahmi tersenyum bermain.
Berbeda dengan Mawar, pucat
wajahnya.
“Mawar wajahnya pucat, ada apa
sayang kamu sakit?” Vivi sepupu Mawar dan Melati yang perhatian bertanya. Mawar hanya menggelengkan kepala.
Matanya berkunang-kunang. Kepalanya terasa pusing.


Kini, hanya tersisa makam dan taburan
bunga. Mawar divonis mengidap
penyakit leukimia namun tak bisa
diselamatkan lagi. Mungkin itu
sebabnya wajahnya pucat dan selama
ini ia diam. Padahal, Mawar balita
berumur 5 tahun sangat
bersemangat. Melati, kakak Mawar dan
orang banyak salut dan kasihan melihat Mawar. Bukan karena leukimia atau apa, namun salut karena semangatnya berpuasa dan sedih tak bisa melanjutkan perjalanan hidupnya yang masih sangat panjang.

The End)))))))((((((



Minggu, 22 Mei 2016

Arti Sahabat...

Arti Sahabat...

Sahabat ialah mereka yang selalu mampu
menunjukkan kemampuan terbaiknya yang
ada dalam diri kita dan mereka akan selalu memberikan kita semangat.
Bersedih kepada orang yang tepat itu lebih baik berbahagia bersama orang yang salah dan oleh karenanya bijaklah kamu didalam memilih siapa sahabatmu.

Sahabat itu bukanlah mereka yang selalu
menghampiri kita disaat mereka sedang
butuh, namun mereka yang senantiasa
tetap bersama kita walau seluruh dunia
sedang menjauhkan diri dari kita.
Janganlah pernah kamu ingin menyakiti
sahabatmu sendiri karena sebenarnya
sahabat adalah salah satu cara Tuhan
untuk menunjukkan bahwa Dia tidak ingin
kamu dalam sendirian menjalani kehidupan ini.

Sahabat adalah mereka yang mengetahui
apa yang mereka miliki disaat bersamamu, bukan kepada mereka yang menyadari siapa sebenarnya dirimu sesudah mereka kehilanganmu.

Sahabat adalah mereka yang mengetahui
segala kekuranganmu, namun masih saja
tetap untuk memilih bersama dengan mu
disaat orang lain sudah pergi
meninggalkanmu.

Cinta mesti berangkat dari hati dan olehnya itu kalau cinta tidak dari hati maka jangan pernah mengucapkan bahwa kau sedang mencinta.
Mencintai itu tidak hanya sekedar untuk
bisa dicintai, tetapi bagaimana untuk
menjaga dan menghargai perasaan yang
disebut dengan cinta.

Kamis, 19 Mei 2016

Kuberi Kado Terakhir Untukmu Sahabat

Kuberi Kado Terakhir Untukmu Sahabat

Namaku Nazwa Shopie Nur Salsabila
panggil aja aku Nazwa. Aku mempunyai
sahabat yang baik sekali namanya Alya.
Sudah 4 tahun aku bersahabat
dengannya. Di pagi hari yang cerah.
Aku segera siap-siap ke sekolah karena
hari ini hmm gak ada apa-apa sih tapi
aku ingin berangkat sekolah pagi-pagi.
Ku lihat tanggal hari ini. “Gak terasa
sekarang sudah tanggal 13 Maret.”
Kataku. Aku teringat bahwa tinggal 7
hari lagi sahabatku ulang tahun. Segera
aku turun ke bawah karena Bunda
memanggilku.
“Bunda ada apa sih?” tanyaku.
“Enggak. Kamu ngapain aja di kamar?
Bukannya cepat! Mau sekolah gak sih?”
kata Bundaku.
“Enggak Bun. Aku gak apa-apa kok di
kamar. Ya sudah aku sarapan makanan
Bunda tercintaku dulu.” kataku sembari
senyum. Bunda membalas senyumanku
dan segera ke dapur lagi. Setelah siap
aku pergi ke sekolah.
Di kelas. Biasanya Alya sudah datang?
Tapi ke mana dia sekarang?
“Assalamualaikum Kesyha,” Sapaku.
“Waalaikum salam Nazwa,” Jawabnya.
“Kes kamu udah lihat Alya belum?”
Tanyaku.
“Ampun deh kamu datangnya kepagian
sekarang baru jam 06:10 Alya
datangnya jam set 7. Makanya datang
jangan hampir masuk dong,” katanya.
“Iya Iya.” Kataku.
“Met pagi semua,” Sapa Angel.
“Selamat pagi juga Ngel,” Sapa yang
ada di kelas. Tiba-tiba Alya datang
dengan lesu.
“Hai Alya,” Sapaku riang.
“Hai juga Naz,” sapanya.
“Kamu sakit? kalau sakit kamu gak
usah sekolah dulu.” Kataku khawatir.
“Aku gak apa-apa cantik.” Katanya.


5 Hari ini Alya gak masuk. Guru guru
tak ada yang memberitahuku.
Tiba-tiba Kesyha datang dengan
terengah-engah. “Nazwa. Aku dengar.
Alya. Dirawat. Di. Rumah sakit.” Kata
Kesyha sambil terengah-engah. Aku
kaget bahkan sangat kaget. “Apa?! Dia
sakit apa Kes?” Tanyaku panik.
“Dia sakit jantung sampai sekarang.”
Katanya sambil menahan tangis.
“Se-Sekarang kenapa Kes? Ku mohon
jawab,” Kataku.
“Kalau kau mau nanti ku antarkan ke
rumah sakit Naz.” katanya. Aku hanya
diam kaku. Sungguh aku gak ingin
kehilangan sahabatku. Dari kecil aku
selalu ada bersamanya dalam suka
maupun duka. Tapi sekarang?
Setelah sampai di rumah sakit. Aku
menunggu di luar kamar pasien.
“Tante. Gimana keadaan Alya Tan!!”
Tanyaku terisak. “Sabar Nak.
Berdoalah.” Kata Bunda Alya. Tiba-Tiba
dokter datang.
“Maafkan kami Bu. Kami tidak bisa
menolong anak Ibu kecuali dengan
pendonoran jantung Bu kalau sampai
besok tidak ada yang mau
mendonorkan jantung kepada anak Ibu
mohon maaf. Kami tidak bisa
melakukan apa pun.” kata dokter itu.
Hari ini nekadku sudah bulat. Aku akan
mendonorkan jantungku kepadanya
sebelum itu. Aku ingin memberikan
sebuah surat kepadanya. Besok adalah
ulang tahun Alya aku ingin memberi
jantung ini padanya.

Keesokan harinya. Alya pun sadar.
“Bu. Di mana aku?” Tanya Alya
“Kamu di rumah sakit Nak. Ada
seseorang yang sangat baik padamu.
Selamat ulang tahun Nak,” Kata Ibu
Alya sambil menangis. “Ini. Ada
sepucuk surat dari orang yang sangat
baik hati padamu.” kata dokter. Alya
pun membuka surat itu.
“Untuk sahabatku tercinta, Alya.
Gimana kabarnya Al? Pasti sangat baik
kan? Maaf aku tidak menemuimu saat
hari yang spesial untukmu Al. Ku harap
kau jangan Nangis ya. Tersenyumlah
selalu Sahabatku Alya. Aku memberi
kado terakhirku untukmu Al.
Jantungku. Ku harap kau tak bersedih.
Ingat pesanku yaa tetap tersenyum
walau hari-harimu sekarang tanpaku ya
Al. Masih ada teman yang lain kok jaga
kado terakhirku ya. Rawat jantungku
yaa. Nanti kita pasti bertemu lagi kok.
Tenang aku di sini baik-baik saja kok
jaga dirimu yaa. Sampai jumpa
Sahabatku Alya. Salam, Sahabatmu
Nazwa.”
Alya menahan tangis. “Bu. Di mana
Nazwa? Aku mau ke sana.” Tanyanya.
Ibunya pun mengantarkan ke kuburan
Nazwa.
“Nazwa. Aku janji padamu Naz. Aku
akan selalu merawat jantungmu. Jaga
dirimu di sana yaa. Aku tidak akan
melupakanmu Naz.” Kata Alya dengan
sedih. Sekarang hidup Alya berubah
tetapi ia tidak akan melupakan
sahabatnya.


Selasa, 10 Mei 2016

Penyesalan Yang Tertunda!!

  Penyesalan Yang Tertunda!!


Mataku masih terpejam padahal ini sudah pukul 08.00,untung saja ini hari minggu  "Hoahm......."Aku menguap,Hari ini aku tidak kemana jadi lebih baik aku kembali tidur untuk mimpi indah..
 "Vir...Virzy"seseorang menggoyang goyangkan tubuhku sepertinya itu kakakku karna mataku hanya sedikit terbuka ,aku langsung membuka mataku perlahan.
 "Kak.. Virza??"Ternyata kakakku Virza kiaz lah yang membangunkanku.
 "Ayo sarapan"Ajak kak Virza yang lebih tua 5 tahun dariku  "Masih ngantuk,mau tidur lagi dulu ah."Ujarku menolak.
 "M.....m...kakak bawakan ya nanti."Ucap kak Virza lembut ,kak Virza begitu sayang padaku walau aku tak begitu menyayanginya.

#Ruang_Makan

  "Dek Virzynya mana Virza?"Tanya papa saat kak Virza ikut bergabung sarapan  "Oh Virzy lagi tidur..dia masih mengantuk biar aku bawakan saja nanti sarapannya"jawab kak Virza disertai senyuman manisnya  "M....yasudah makasih ya Virza"ujar Mama kembali duduk

Aku akan bercerita sedikit tentang Kak Virza ya...hitung-hitung perkenalan keluargaku..
Ya..kak Virza satu-satunya kakakku..dia sangat disayangi oleh papa mama dan sangat membuatku iri,aku tau papa mama menyayangiku juga,tapi.. Sepertinya mereka lebih menyayangi kak Virza..
 Kak Virza sangat menyayangiku , tapi tidak denganku. Kenapa??karna aku benci kak Virza yang slalu dibela saat kita bertengkar.
Tok...
Tok...
Tok...
 "Masuk saja!"Ketusku,aku tau itu kak Virza.
 "Virzy ini, sarapan dulu ya."Pinta kak Virza yang membawa sebuah nampan yang ditaruh mangkok dan gelas diatasnya.
 "Taruh saja disitu!"Tunjukku pada sebuah meja.
 "Kakak sama Mama mau pergi mall kamu mau ikut gak?"Tanya kak Virza  'Nanti pasti aku diacuhkan sedang mereka berbincang bincang huft..'Batinku dalam hati.
 "Koq bengong?"
 "Gak ah"aku mencibirkan bibirku
Kak Virza keluar dari kamarku,akupun memakan sarapanku dengan lahap lalu segera pergi kekamar mandi untuk mandi pastinya.
 Seusai Mandi aku membaca buku novel kesukaanku diteras sambil menatap cerahnya langit...aku berfikir.
Kenapa ya kak Virza masih saja sayang aku walau aku nggak pernah sayang dia,tapi ya...ah sudahlah gak usah dipikirin.
 "Vir.."Seseorang membuyarkan lamunanku.
 "Ah apa?"Aku terkejut.
 "Baca apa kamu!,buku terbalik gitu!" Papa keheranan,oh..rupanya bukuku terbalik toh...
 "ah ih itu lagi ngeliat awan koq" aku langsung pergi kekamar dengan perasaan secuil kebahagiaan,karna biasanya papa nggak pernah merhatiin atau peduli sama yang aku lakukan,tumben saja papa begitu....

)))))))))))))))))))))((((((((((((((((((((((((((((

Keesokan harinya.

Ini adalah hari senin bagi semua orang mungkin kecuali bayi dan balita ini adalah hari yang sangat sibuk berbagai aktifitas berbeda dilakukan.
Contohnya saja aku,aku harus sekolah,bimbel,dan bermain..hahaha itu juga harus dicatat.
Sepulang sekolah aku berganti baju dan berniat ingin memakan bekalku yang belum sempat kumakan saat istirahat sekolah tadi ,namun saat aku ingin mengambil tasku yang masih tertinggal di mobil aku melihat pintu kamar kak Virza sedikit renggang.
Padahal Kak Virza harusnya belum pulang sekolah kan ini baru pukul 12.00 lagipula kmar kak Virza tadi pagi juga dikunci koq.
Demi rasa penasaranku aku melangkahkan kakiku kekamar kak Virza,disana terdapat kak virza yang sedang  berbaring lemas ,akupun masuk kedalam kamar kak virza.
 "Virzy...nanti antar kakak berobat ya." Pinta kak Virza  "Tapi...tapi...kan ada bi jumi,bi marni , dan bi weni"tolakku  "Kakak minta antar kamu karna kamu adik kakak."Kata kak Virza meyaknkanku  "Iya....iya"ketusku sambil keluar kamar kak Virza..
 Tak lama kemudian,tepatnya pukul 01.00 siang aku,kak Virza,Bi mirna berangkat kerumah sakit(RS) Lencana Bakti Mulya,berselang 2 jam kami sudah sampai. Aku,Kak Virza,dan Bi mirna masuk keruang periksa, setelah kak Virza di periksa oleh dokter kami duduk bersama didepan meja dokter, dokter menanyakan beberapa hal kepada kak Virza  "Apa Gejala ini sering kamu rasakan?" Tanya Dokter  "Iya,tapi kali ini lebih parah,sehingga aku lemas"jawab Kak virza  "Kalau begitu cepat rongsen ya"tutur sang Dokter  "Baik dok"kamipun menuju ruang ronksen  Setelah Kak virza selesai di ronksen kami pulang,diperjalanan kak Virza tampak sangat cemas,Bi Mirna juga tampak khawatir entahlah dengan perasaanku,tapi aku tidak merasakan apa-apa..tuh!

2 Hari kemudian Papa dan Mama yang mengambil hasil ronksen itu, tuh kan papa dan mama lebih sayang kak Virza ,buktinya mereka rela cuti hanya demi mengambil hasil ronksen kak Virza! Coba kalau aku sakit pasti pembantu yang suruh jagain...huft... Sebel sebel sebel!!!,enak kali ya kalau hanya aku anak mama papa!
"Virzy kamu lagi mikirin apa?"Kak Virza menyenggol pundakku.
"Aku nggak mikirin apa apa koq!" Jawabku ketus,lalu aku berlari kekamar.
 "AAaaaaa....."Teriakku kesal sambil melempar boneka bonekaku....aku sedih aku cape aku kaya nggak diperhartiin tau!!!!!!!!!!!!!!!!
 "Virzy mama papa sayang kamu koq!"Kak Virza menenangkanku  "Nggak!mereka cuma sayang kak Virza!"Teriakku kepada kak Virza.
 "Kakak sayang kamu!"Jawab kak Virza
 "Aku maunya disayang mama papa!" Bantahku kesal,kak Virza keluar kamarku meneteskan air mata.
Tak lama kami bertengkar papa dan mama lewat depan kamarku mereka tampak sedih. Tapi aku nggak perduli! Aku lebih sedih disini!aku memutuskan turun kebawah untuk mengambil segelas susu. Saat melewat depan kamar mama terdengar perdebatan antara mama dan papa.
 "Virza harus tau!"
 "Nggak pah..besokkan ulang tahun Virza biarin Virza bahagia dulu!"
 "Terserah mama aja!"
 "Yang Kita mau samakan,kita mau. Virza hidup bahagia"
Aku bingung dengan yang mereka bicarakan,aku lebih baik pergi saja daripada ketahuan mama atau papa aku nguping pembicaraan mereka.
 Saat naik aku sengaja lewat depan kamar kak Virza,disana Kak virza sedang meratapi benda ditangannya, lalu kembali menyisir..tak lama kemudian helaian rambut ia tebar dengan air mata dipipinya,aku bingung dengan 2 kejadian aneh hari ini,tak sampai disitu,setelah itu kak Virza mimisan,aku yang mengintip dari balik pintu bergidik takut.
 "Ada...ada apa denganku?ada apa ini??"Lirih kak Virza sedih, aku hanya diam termenung lalu pergi masuk kekamarku ,aku tak habis pikir dengan yang terjadi kepada kak virza!Hah.. Hidup..Hidup..
*Ulang tahun Kak Virza
Hari ini kak Virza,mama dan Papa tampak bahagia,tapi tak biasanya kak virza pakai topi seperti itu, dengan wik lagi !ulang tahun kak Virza yang drayakan sangat mewah,Tumben! Atau biasa?
Seusai acara ulang tahun kak Virza,mama papa berkumpul dikmar kak Virza,kak Virza membuka Wik sekaligus topinya..ak..aku mama papa tersentak,kak Virza Bo...tak??ada apa sih ini ! aku jadi makin bingung. Mama ....Papa menangis mereka bangun lalu memeluk kak Virza,tak lama kak virza pingsan mama dan papapun segera membawa kak Virza keRumah sakit,Kak Virza langsung masuk Ruang ICU,Tapi hatiku kali ini berbeda detak jantugku begitu cepat,keringat menyelimuti tubuhku , aku serasa mau mau menangis, apakah rasa sayangku kepada kak Virza mulai timbul?Tapi kenapa?
Dokter Keluar dari ruang ICU
"Bagaimana dok anak saya?"Tanya papa cemas "Maaf kami telah berusaha sebaik mungkin,tapi...tubuhnya tidak kuat lagi menahan rasa sakit itu!"
Semua menangis tak terkecuali...aku juga menangis..aku tak percaya kak Virza tiada secepat ini...
Ketika itu Bi weni datang memelukku,sambil menyodorkan sehelai kertas ,aku membukanya Diatasnya terdapat gambar Doraemon, film yang kusukai!!!
Ternyata itu surat
Isinya:

*************************************

Virzy,kamu tau gak betapa sayangnya kakak sama kamu, coba kita saling menyayangi.....

 Sebenarnya mama dan papa sangat sayang kamu!tapi belum ditunjukan! Kalau mereka nggak sayang kamu mereka nggak akan ngurusin kamu kan Virzy...kamu jaga diri kamu Ya!

Bye bye..I Miss You

*************************************

"Mis You To....aku baru sadar bahwa semua yang aku lakukan salah...kak Virza!!!aku telah menyia-nyiakan... orang yang paling sayang sama aku! Andaikan ada kesempatan kedua dalam hidup,aku mau. aku mau menyayangi Kak Virza..bahkan lebih dari hidupku!kenapa? Kenapa aku bodoh dengan menyia-nyiakan kak Virza yang baik kepadaku!...hiks hiks hiks!!!!!!"

TAMAT


Ceritaku Dengan Sahabat

Ceritaku Dengan Sahabat


Hai! Perkenalkan namaku Aisyah Naswa Awalya,aku seorang murid sekolah dasar dari "Mentari High School"yang sekarang duduk dibangku kelas 6. Aku tinggal disebuah kompelks perumahan mewah bernama Kompleks Mawar. Aku mempunyai 5 sahabat yaitu Salsa,Diva,Caca,Fira,dan Hilda atau yang kami beri nama sesuai umur tertua 'AiDiSaCaFiHi' Kami belum pernah bertengkar,ya mungkin pernah,tapi hanya masalah sepele yang tak jelas hihihi... Ya kami sudah bersahabat sejak kami duduk dikelas 4, dan setiap tanggal 18 januari kami peringati sebagai ulang tahun 'AiDiSaCaFiHi',dan kami. Juga membuat perjanjiian bernama Pakta Sahabat,yang isinya adalah:
Bahwa Kami (AiDiSaCaFiHi) tidak akan mengeluarkan atau memasukan anggota baru! Pada tanggal 18 januarii,kami juga tidak boleh bertengkar pada tanggal tersebut!.
Ya begitulah kurang lebih isinya.
Kami biasa mengisi waktu istirahat kami disekolah dengan cara ergi kekantin. Ya mungkn itu tempat yang sering didatangi oleh setiap siswa dan tak ada kesan istimewa dtempat itu,tapi bagi kami (AiDiSaCaFiHi) itu adalah tempat istmewa,karna disitu kami membentuk AiDiSaCaFiHi,seperti sekarang kami sedang mengobrol tentang liburan yang akan mendatang..dikantin......
 "Kalian kalau liburan nanti mau kemana?"Tanyaku pada AiDiSaCaFiHi pastinya.
 "Entah..kalau kamu sendiri?"Diva justru menjawabnya dengan pertanyaan juga.
 "Kekampung."Jawabku singkat
 "Kalau aku sih..ya paling dirumah aja,lebarannya."Jawab hilda sambil menopangan dagunya ada sikut caca yang duduk disamingnya.
 "Ihs!"Caca merasa risih karna Hilda menopangkan dagunya pada sikutnya. Hildapun menjauhkan kepalanya.
 "Aku mau kerumah paman"jawab salsa,anak paling lugu digeng kami (AiDiSaCaFiHi).
 "Fira dari tadi diem azah cih."Ujar Caca dengan gaya centilnya.
 "Aku sedang berfikiir ,katanya mamanya Vani,dia mau balik kesini lagi"jawab fira,anak yang sok mengetuai geng,ya tapi dia tetep sahabatku,cabattku yang paling deket sama aku.
 "Vani?siapa dia?"Tanyaku heran,ya
mungking dia sudah pernah sekolah disini lalu pergi lalu akan datang lagi.
 "Dia dulu sahabat kita"jawab Fira semangat,aku mengangguk pelan  Bel pulang berbunyi,itu artinya liburan panjang telah dimulai..
 "Dah..met liburan dech!"Ucappku seraya berjalan pulang dengan arah berbeda dengan mereka.
  Hari ini tanggal 18 januar 2014, hari ini adalah ulang tahun AiDiSaCaFiHi,rencananya kami akan pergi kesebuah cafe untuk merayakannya,aku sudah siap untuk pergi kecafe itu,namun perkiraanku salah,mereka tak ada disana mereka justru sedang bersama teman lama mereka VANI,betapa kesalnya aku,hingga ada suatu hari aku menelfon Diva untuk menanyakan ada hubungan apa mereka dengan Vani,namun nomor telfon Diva tidak aktif,huh... Kesel!
 Liburan hanya tinggal 1 minggu,aku dan geng AiDiSaCaFiHi berencana untuk bermain dengan vani yang memang benar-benar akan masuk kembali kesekolah kami.
 Sesampainya kami dirumah vani,vani langsung menghampiri kami.
 "Hy."Sapanya.
 "Hy"sapa AiDiSaCaFiHi.
 "Kayaknya kita nggak bisa man hari ini deh,aku mau pergi"tuturnya pelan  "Ouh,ok deh"AiDiSaCaFiHi segera memutar sepedah dan mengayuhnya kearah rumah masin-masing.
 "Aisyah cuma kamu yang blum aku kasih tau kalau vani akan menjad sahabat kita dan masuk ke AiDiSaCaFiHi"ujar Fira sambl menghentkan sepedahnya.
 "O-ok"aku mepercepat kayuhanku dengan rasa kesal  'Kenapa nggak minta pendapatku dulu!'batinku kesal,sesampainya dirumah au hanya mencoba untu menghlangkan ingatanku tentang perkataan Fira tadi.

Liburan telah usai... 

Sekarang AiDiSaCaFiHi bukkan lag bernama AiDiSaCaFiHi tapi AiDiSaCaVaFiHi, namun ada kejanggalan dalam persahabatan kami yang sekarang, yaitu Fira hanya sangat dekat dengan vani saja, kami yang berada diAiDiSaCaVaFiHi tak dpedulikan mereka selalu main berdua,kemana mana berdua ya..begitu deh.
 Akhirnya aku mencobaa menceritakan kekesalanku padanya,namun ia justru marah dan ingin keluar dari AiDiSaCaVaFiHi,aku hanya bisa bercerita pada teman sebangkuku raya ,dia selalu biisa mengerti aku, hingga suatu malam aku memutuskan untuk keluar dari AiDiSaCaVaFiHi tentu raya melarangnya,tapi karna keputusanku telah bulat akhirnya aku benar benar keluar hingga sekarang namanya DiSaCaVaFiHi,mereka tak pernah sedih dengan kepergianku!itulah yang membuatku rela dan bisa menerima keputusanku.
Karna sebaik-baiknya sahabat dia yang merindukan kedekatan dengan sahabatnya ketika mereka pergi