HANYA DONGENG
"Kau anakku kau harus menurut denganku"
"Tidak lebih baik aku bunuh diri" dengan pisau ditangannya sirina berniat bunuh diri lantaran dipaksa untuk menikah oleh ayahnya
------------------------------------------------------------
Kulihat jam dinding yang terdapat di atas tv,sudah menunjukan pukul 21.00 WIB, aku yang buntu ide memutuskan untuk menyimpan lanjutan cerpenku di Microscof Office dilaptopku,kututup juga laptopku dan segera aku mencuci tangan dan kakiku lalu tidur.
Pagi ini begitu sepi penumpang kereta, hanya ada mungkin sekitar 14 orang, aku duduk bersama Fifi temanku, aku menengok kearah jendela sebelah kanan, kulihat disana ada seorang gadis remaja yang duduk sendiri dengan pisau ditangannya, aku yang merinding langsung melihat kearah fifi yang ternyata sedari tadi berusaha bicara denganku.
"Sofi! Kamu dengar nggak sih"
"Ha?apa?"
"Tuh kan, aku tanya ada pr nggak?"
"Iyyya ngg..ngak ada"
Pada jam istirahat aku pergi ke perpustakaan untuk membaca buku, disana aku langsung tertuju pada buku berjudul 'Hanya Dongeng' kuambil buku itu dan langsung membaca sinopsisnya yang terdapat dibelakang buku itu, ada sebuah tulisan yang membuatku sedikit bingung : Jika Kamu Buat Cerita Selesaikanlah Atau Rasakan Akibatnya:
"Apa maksud kata kata ini?"Tanyaku pada diriku sendiri "Doooorr"
"Huwaaaa"Fifi mengagetkanku, kebiasaan yang susah untuk dihilangkan darinya "Heheheheh"
"Ikh!kebiasaan untung saja aku tidak punya serangan jantung"
"Maaf ya"muka fifi tampak memelas, namun aku tak perduli aku pergi begitu saja, sambil masih memikirkan kalimat dalam buku itu.
Setelah memikirkan lanjutan untuk cerpenku dan tidak dapat menemukan ide akupun berniat untuk segera tidur, namun ternyata aku lupa menutup jendela kamarku, saat aku hendak menutupnya aku merasa seperti ada angin kencang melewati jendela, seperti ada banyangan yang berlalu begitu cepat.
"Mungkin hanya firasatku"batinku dalam hati, selepas menutup jendela aku kembali kekasurku,namun "Aaaaaaaaaa"betapa terkejutnya aku didepanku ada sosok perempuan yang kulihat dikereta tadi pagi, anak itu begitu seram sehingga membuat tubuhku merinding.
"Ssss-siapa kamu?"
"Apa kamu tidak tahu siapa aku?"
"Sss-siiiiapa kaaamu!"
"Aku adalah imajinasimu"
"Apa maksudmu!"
"Kau yang ciptakan dan munculkan aku"
"Aku tak mengenalmu!"
"Kau menciptakanku untuk menjadi tokoh utama dalam cerpenmu yang sialan itu! Aku terjebak disana! Aku tersiksa!cepat selesaikan cerpenmu, atau kau yang kubunuh!"
Sekejap kemudian perempuan terseburt hilang entah kemana, aku yang masih ketakutan langsung melompat ke atasd kasur dan tidur .
Pagi harinya.. Ketika aku terbangun didepan mataku sudah ada sheila, keponakanku yang umurnya beda setengah tahun dariku, ia tampak tengah mengotak atik laptopku.
"Sheila!!!"
"Ih Sofia!!ganggu!eh ya cerpen ini bagus kenapa nggak dilanjutin?"
"Buntu ide!"Jawabku singkat lalu aku segera pergi untuk mandi,didepan pintu kamar sheila meneriakiku.
"Hoy!"
Aku hanya menoleh dan diam sekejap.
"Biar aku yang lanjutkan cerpenmu!" Sheila juga penggemar cerpen dan hobbi menulis cerpen, banyak cerpennya yang dikirim kepadaku, begitu juga sebaliknya,tak jarang cerpenku yang belum selesai ia yang melanjutkannya,tapi aku takut sheila mengalami kejadian sepertiku.
"Terserah!tapi jangan kau hentikan cerpen itu sebelum selesai!"
"Baik" sheila segera mengeluarkan plasdisknya lalu mengcopy cerpenku dan segera menaruh laptopku, rumahnya yang tak begitu jauh dari sini membuatnya sering bolak balik kesini.
"Triiiinging nging nging"ponselku berbunyi, saat kulihat ternyata sheila yang menelfonku.
"Halo"
"Sofia!!"
"Apa sih,koq kayaknya ketakutan"
"Sofia tokkkk-tokoh cccerpenmu"
"Apa dia muncul,seorang perempuan"
"Bbukan, laki laki, yang menjadi ayah dalam cerpen itu! Dia mengancamku! Aku begitu takut"
"Memang..kau buat bagaimana?"
"Aku buat ia jatuh dari atap,lalu aku kehabisan ide!"
"Ha::hapus cerpen itu"
"Bbbaik"
Akupun ikut mencut cerpen itu dari laptopku, sekarang aku baru paham arti dari kalimat dalan buku itu!: Jika Kamu Buat Cerita Selesaikanlah Atau Rasakan Akibatnya:
TAMAT
Kumpulan Cerpen Noeni
Blog ini adalah kumpulan CerpenKu, KisahKu, Cerita HidupKu...Curhatanku..
Sabtu, 06 Agustus 2016
Minggu, 31 Juli 2016
The Problem is my Best Friend
The Problem is my Best Friend
Namaku Vinny puspa rani atau yang biasa disapa Vinny,aku tinggal seorang diri disebuah rumah kecil sederhana peninggalan paman dan bibiku, mungkin kalian akan berrfikir umurku sudah 20 tahun keatas sehingga berani tinggal sendiri, tapi itu salah umurku yang baru 12 tahun ini sudah dipaksa takdir untuk hidup sendiri, kalian pasti bertanya tanya. Kemana orang tuaku?mengapa bisa begini? Apa yang terjadi?. cerita hidupku sungguh rumit dan panjang sehingga tidak tahu harus mulai dari mana, yang jelas keluargaku hancur berantakan, lain kali aku akan ceritakan, tapi sekarang aku sudah tidak ada waktu lagi aku harus segera pergi menjual kerupuk yang kuambil dari tetanggaku bu sunah, ya aku harus mengelilingkan atau lebih tepatnya menjajakan kerupuk dipinggir jalan raya didekat rumahku.Sore ini ketika selesai menjual kerupuk aku merenung didepan jendela kamar, aku baru teringat aku berjanji untuk menceritakan perjalanan hidupku yang panjaaaaang...............
sekali, cerita ini dimulai dari 10 tahun yang lalu, saat itu umurku 2 tahun, saat itu keluargaku sangat kacau, cek cok orang tua seperti makanan sehari hari bagiku,entah siang entah malam semua bentakan, hinaan, makian,dan celoteh tanpa ujung terdengar ditelingaku, aku beruntung saat itu aku belum mengerti apa-apa, kalau tidak mungkin kepalaku sudah terbelah, saat itu paman dan bibi yang mengetahui kondisiku langsung membawaku diam diam ketika orang tuaku bekerja, waktu itu aku diasuh oleh tetanggaku,tetanggaku menyerahkanku karna ia juga mencemaskan keadaanku karna ia tahu kondisiku,pertengkaran orang tuaku,dan ia takut masa depanku hancur , namun papa dan mama tak ambil pusing masalah ini, mereka tak mencariku ataupun mengabariku, yang mereka tahu aku baik baik saja, bertahun-tahun kehidupanku berlalu tanpa mengetahui kondisi orang tuaku,ketika umurku 6 tahun aku mulai bertanya hal-hal aneh kepada bibi dan pamanku,namun saat itu satu yang kutau paman dan bibiku adalah orang tuaku, karna mereka tak mau memberi tahuku yang sebenarnya aku memutuskan untuk mogok makan, minum, dan belajar, walau aku tahu itu hanya akan membuatku sakit,tak lama setelah itu paman berjanji akan mengatakan semuanya ketika umurku sudah 7 tahun,akupun menunggu selama 1 tahun lagi.
Ketika umurku telah mencapai 7 tahun, paman menepati janjinya kepadaku, aku yang tergolong masih muda saat itu syhok mendengar semua kenyataan tentang kehidupanku,namun bibi bilang padaku menyerah tidak akan membuahkan hasil justru akan memperburuk keadaan,sejak saat itu aku mencoba untuk tegar,tak sampai disitu ketika aku beranjak dewasa tepatnya berumur 10 tahun paman dan bibi mengalami kecelakaan ketika baru pulang berpergian, betapa sedihnya aku ketika itu, aku harus hidup sendiri sekarang, aku bertanya kepada tuhan kenapa masalah seolah bersahabat sekali denganku.
"Vinny!!!"Tanpa sadar tetanggaku ibu sunah meneriakiku dari luar. Aku menoleh keluar jendela "lihat ada asap dari jendela belakang rumahmu!"Teriak ibu sunah lagi, aku lari tergopoh gopoh menuju dapur, aku baru teringat aku sedang merebus air dikompor, aku meninggalkannya begitu lama,lap yang berada didekat panci terbakar dan menimbulkan api, lama lama..api makin membesar, aku segera menuju kamar mandi mengambil lap basah dan ember kusiram apinya dan kulemparkan lap basah keatas kompor, syukurlah api padam,namun beberapa peralatan terbakar begitu juga sebagian tembok dapurku. ibu sunah datang menghampiriku "Vinny kau harus menemukan orang tuamu! Kau tak bisa hidup sendiri seperti ini lagi"ucapan ibu sunah membuat hatiku pilu.
"Aku tidak tahu harus cari kemana? Bahkan wajah mereka saja aku tidak tahu, yang jelas aku selalu mendoakan mereka baik baik saja dimanapun mereka berada"begitu jawabanku.
"Vinny diusiamu yang masih belia ini?"
"Ibu sunah apapun yang terjadi semata mata itu cobaan dari allah"
"Vinny..saya kagum sama kamu! Kamu masih muda tapi cara berfikir kamu!!!"
"Saya begini karna keadaan"
"Vinny sayakan tidak mempunyai anak, kalau kamu mau,kamu bisa anggap saya ibu kamu,lagi pula saya juga tinggal sendiri"
"Benarkah." Ibu sunah hanya mengangguk setelah jawabanku itu, sejak hari itu aku tinggal bersamanya dengan status anak angkat,aku bahagia sekali telah dikirimkan malaikat sebaik ibu sunah.
Hari demi hari berlalu.. Sekarang usiaku 17 tahun. Ibu sunah mengadakan pesta sweth seventeenku dirumahnya,acara yang begitu meriah hanya untukku..wow.. Aku belum pernah mendapatkan yang seperti ini.
"Trimakasih ibu"
"Vinny apa sih yang ga buat kamu.."
"Uhuk..uhuk..uhuk"batuk ibu sunah semakin parah "Ibu kenapa"aku berlari membawakan segelas air putih, kelihatannya ibu sunah sedang sesak nafas, akupun segera membawanya ke rumah sakit terdekat.
Disana aku ditemani saudara ibu sunah yang tinggal dibelakang gang rumahku.
2 jam kemudian dokter keluar dari ICU, dan 1 kalimat yang membuat hatiku jatuh, :"maaf,tapi kami sudah berusaha sebaik mungkin":, isak tangis pecah memenuhi rumah sakit harapan Ulya, "Mmmm......Vinny ada titipan surat dari ibu sunah"ibu hida saudara ibu sunah memberikan sepucuk surat bertuliskan nama ibu sunah di pojok kirinya,aku membuka dan membaca surat itu.
#######################
Vinny ku sayang.. Maafkan ibu sunahmu ini ya, atas semua kebohongan yang terjadi.
Sekarang ibu hanya bisa jujur, bahwa sebenarnya ibu ini adalah orang tua kandungmu. Ibu Fitri, ibu pindah 1 tahun yang lalu kesana setelah papa meninggal terkena serangan jantung, maaf mama baru bisa jujur, kami hanya ingin yang terbaik untukmu, maafkan perilaku kami, vinny mama baru jujur karna mama takut kamu menghindar dari mama yang tak pernah memperdulikanmu vinny, sekian surat terakhir mama, tegar ya sayang saudaramu akan ada mendampingimu"ibu sunah""vinny"
#######################
"Apa ini....apa ini!!!!!!!!!tidak!!!!"
"Sabar vinny semua ini cobaan, sekarang aku ada untukmu"
"Masalah yang sudah tidak bisa kutahan lagi"
"Vinny ingat pesan mamamu! Tegar! Masalah akan selesai jika kita menghadapinya dengan tegar"
"Aaaaaaaaaaaa..........mama"teriakanku membuat semua orang yang berlalu lalang menatapku iba.
Pesanku untuk kalian.. Janganlah cepat menyerah dengan suatu permasalahan yang menimpa karna allah akan selalu ada untuk orang yang sabar.
Tamat#*#*
Minggu, 26 Juni 2016
Senyuman terakhir seorang sahabat
Prolog:
Namaku Nirma Ayu rahmawati,umurku 12 tahun, aku tinggal di Jakarta,aku anak pertama dari 3 bersaudara,aku mempunya adik bernama,Hira,dan Teri, aku tengah duduk dibangku sekolah dasar negri Jakarta 01 Mentari.
-----------------------------------------------------------Pagi ini aku terbangun pukul 05.00, aku yang masih setengah sadar langsung pergi kekamar mandi lalu mandi...berpakaian rapih untuk sekolah,setelah itu sholat shubuh lalu sarapan,tiba tiba aku tersadar! 'Oh ya ini baru jam berapa'aku baru ingat ini baru jam 5 pagi biasanya aku hanya wudhu lalu sholat setelah itu nonton TV,tapi karna masih setengah sadar ya aku seperti orang linglung melakukan semua ini,awalnya aku berniat ingin mengganti pakaianku dengan blush dulu tapi kupikir itu hanya akan mengotori baju saja,lagi pula hanya menunggu 1 1/2 jam saja untuk pergi kesekolah.
"Loh kamu sudah rapih nirma?"Tanya papa yang baru selesai sholat shubuh "Iyalah papa kalau nanti nanti takut kesiangan"aku nyengir menyembunyikan kekonyolan yang aku lakukan.
"Kakak sudah rapih memang mau berangkat jam berapa?"Tanya adikku teri "biar nggak telat!"Ketusku!usai sarapan akupun menonton TV ibu dan adikku Hirapun menanyakan hal yang sama,aku juga hanya menjawab dengan kalimat yang sama.
Pukul 06.30 aku berangkat kesekolah menaiki sepedah lipat,karna sekolahku tidak begitu jauh,hanya butuh waktu 10 menit untuk sampai disekolah.
Setelah memakirkan sepedaku aku langsung masuk kekelas dimana teman temanku sudah berkumpul.
"Hello Friend"sapa kedua sahabatku, Rere dan Gita,kami bersahabat sejak kami duduk dibangku kelas 3 SD,berhubung saat aku pindah kesini aku belum punya teman. kami juga membentuk persahabatan bernama Nireta (Nirma,rere,gita)nama itu diambil dari umur yang paling tua menurut bulan,karna kita lahir ditahun yang sama 2004 "Hello"balasku seraya tersenyum pada mereka "Kamu sudah tau sesuatu belum?" Tanya Gita sambil menaikan alisnya "Belum!"Jawabku penasaran.
"Katanya........besok ada ulangan harian!"Ujar Rere sambil mencubit pipi cabyku ini "Au!benarkah?????"Hatiku sudah was was saja jika mendengar kata ulangan.
"Iyalah,kita ini kan kelas 6 masa sama ulangan masih takut!"Ledek Gita sambil tersenyum jahat kepadaku "Memangnya kamu tidak takut!" Sekarang keadaan berbalik gita dan rere menggigit bibir kuat kuat, sepertinya mereka lebih was wass dariku.
"Rencana kamu mau lanjut kemana lulus dari sd?"Terdengar pembicaraan Geng TaNiRaJa atau Tata, Nina,Rani,dan Jafi
"Kalau aku insyaallah mau lanjut ke SMPN 02 Jakarta"jawab Nina ambisius. "Hay Nireta.."Sapa rani ketika melihat Nireta tengah duduk dibangku panjang taman sekolah
"Hay juga Taniraja"balas Rere dengan senyuman manisnya.
"Kalian rencananya mau lanjut kemana kalau lulus nanti?"Tanya Tata sang ketua genk "Kalo aku sih MTSN 01 Jakarta" jawabku disertai anggukan dari Gita "Kalau aku akan pindah ke Semarang"rere tertunduk sedih.
"Loh!"Kagetku dan Gita saat rere mengatakan ia akan pergi kesemarang dan pesantren disana, rere itu yang paling susah dihubungi nomornya,kami nggak ingin aja lost contact gitu.
Keesokannya saat ulangan harian tiba kami siswa siswi SDN Jakarta 01 mentari diminta memasuki ruangan sesuai abjad Nireta yang hurufnya berbeda bedapun kecewa karna harus berpisah,walau hanya 3 hari,tapi tidak bersama didalam kelas itu sepertinya kangen banget.
*************************************
Syukurlah 3 hari telah berlalu Nireta akhirnya kembali bersatu lagi,tapi tak lama lagi aku hanya akan sekelas dengan Rere,karna Seminggu lagi UN akan tiba,dan No. Peserta Gita sangat berbeda jauh denganku dan Rere,kami hanya mengharap hasil yang terbaik dari UN tahun ini,setelah un selesai aku akan mengadakan perpisahan ke Bogor pertama kami akan ke taman bunga lalu menginap diVilla Sukanagalih,cipanas,bogor,kami para wanita juga diwajibkan memakai kebaya saat acara resmi."Kita harus yakin kita pasti bisa!" semangat Nireta tidak akan pernah pudar walau kami tidak bersama Tak terasa hari hari berlalu begitu cepat. seminggu sudah berlalu lalu Un sudah selesai,yang kami tunggu tunggu akhirnya tiba juga,Tour!
Semua keprluan sudah kusiapkan esoknya aku hanya tinggal berangkat saja,namun aku juga sedih karna harus berpisah dengan Rere setelah ini.
Esoknya,kami semua berangkat menaiki bus Pariwisata,nireta duduk dibangku berjajar,kami mendengarkan musik bersama,bercerita bersama,tertawa bersama,makan camilan juga bersama.
Hingga kami tiba di taman bunga untuk membuka perbekalan kami,setelah itu kami bermain beberapa games nireta mendapat bagian games tebak gaya,aku yang memperagakan,gita yang memegang kalimatnya,dan Rere yang menebak, kalimatnya adalah jatuh pingsan , berkali kali aku memperagakan tap rere baru bisa menjawab setelah peragaan yang ke 4 untung kami bisa menang dengan keluan sebagai juara ke 2.
Kami lalu melanjutkan perjalanan ke villa sukanagalih,malam ini kami menginap disana,banyak kejadian lucu ketika kami disana,seperti menkakut nakuti teman sevilla.
Keesokannya kami semua berpakaian rapih,perempuan memakai kebaya,laki laki memakai kemeja berdasi hitam.
Acara demi acara dilalui,kami seisi ruangan menangis haru ketika kata mutiara perpisahan dibacakan oleh bu Hera,guru kami,setelah itu bersalaman dengan guru guru,berat rasanya meninggalkan Sd yang telah mendidik kami,kami dipeluk oleh wali kelas kami ,kami meminta maaf kepada mereka jika kami mempunyai salah,kami semua menangis,lalu aku dan nireta berpelukan dengan menangis haru.
Sepulang dari Cipanas aku segera beristirahat.
Seminggu lagi sudah masuk bulan ramadhan ,jadi sejolah sudah libur, banyak orang yang telah pulang kampung,termasuk Rere,terakhir aku melihat Rere saat kami berpisah di Kecamatan,tepatnya saat pulang dari Cipanas disana ia tersenyum manis sekali .
3 hari setelah aku berpisah dengan Rere rasanya hatiku sangat rindu pandanya,saat itu aku menelfon Gita "Halo.."Suara lirih seperti orang menangis,tak asing lagi ini suara tante gita yang tinggal bersama gita "Halo,gita ada,aku sahabatnya"
"Git..gita..hiks..hiks..hiks..telah.,... tiada"kalimat yang menusuk hatiku "Bbbbbenarkah?jangan bohong!"
"Benar,ia kecelakaan saat ingin pulang dari kecamatan."
"Senyuman terakhir seorang sahabat" ia juga memberikan senyuman termanisnya saat itu seperti ia tau bahwa ia akan pergi juga saat itu
Jumat, 24 Juni 2016
Kehidupan 17 Tahun Yang Rumit
Kehidupan 17 Tahun Yang Rumit
Wajah cantik,halus,dan putih tampak begitu bahagia tengah meminum koffi dikedai pinggir jalan,sayang..ia hanya duduk sendiri disana,tiada teman atau sahabat yang menemaninya."Dek.."Seorang gadis remaja pelayan kedai menepuk pundaknya.
"Ah!oh rupanya kamu,ini uangnya"Gadis itu terkejut,setelah membayar koffinya gadis itu pergi, ternyata namanya Aini,ia gadis berumur 12 tahun yang tinggal 10 M jauhnya dari kedai tersebut. Ia seorang gadis cantik,pintar,berbakat,,tapi tak dapat penuh kasih sayang,ayah dan ibunya telah berpisah sejak ia berumur 4 tahun lalu ,ayahnya menikah lagi setelah 2 tahun lamanya menduda, aini tinggal bersama ayahnya,ia bahkan tak tahu ibunya dimana. Ibu tiri aini sangat menyayangi aini karna tak punya anak kandung.
"Aini!"Panggil ibu tirinya.
"Ada apa bu?"Tanya aini lesu.
"Kamu dari mana?"Tanya ibu tiri aini sambil menepuk pundak aini,ibunya slalu berkomentar ini itu tentang teman aini,itu sebabnya aini jarang punya teman.
"Kedai koffi."Jawab aini lalu pergi kedalam rumah.
"Kamu pergi sama siapa?"Tanya ibu tiri aini lagi,aini menghentikan langkahnya sejenak namun diam tak berkata,tak lama ia kembali berjalan masuk kerumah. Aini sangat rindu ibunya, ia bingung,ia tak tau kenapa ayah dan ibunya berpisah. ayahnya hanya bilang ada masalah yang tidak dapat diselesaikan lagi,ketika aini betanya soal perceraian mereka,aini dan ibunya bahkan lost contact,yah begitulah nasib aini.
Keesokannya..
Dipagi hari yang cerah di bawah langit biru yang indah aini berjalan dipinggir trotoar..ia tengah menuju kesekolah. Aini yang hanya pergi sendiri selalu merasa was was dijalan raya seperti ini,pikirannya melayang membayangkan hal aneh terjadi. Tepat didepan kedai koffi yang sama ketika ia duduk meminum koffi kemarin ia berhenti iya melihat seorang wanita didalam kedai koffi yang sangat mirip ibunya,namun ketika ia ingin menghampirinya ada seseorang menyambit tangannya dan menyeretnya pergi jauh dari sana, ia menoleh kearah orang itu."Ih Erna!apa sih!"bentak aini,erna adalah teman aini yang satu sekolah bahkan satu bangku ketika duduk dikelas,itulah awal mula pertemanan mereka.
"Lihat sekarang sudah jam berapa kamu mau terlambat!"Ujar erna yang berjalan didepan aini. Aini melirik jam tangan hijaunya. Sekarang sudah pukul 06.20 10 menit lagi ia akan terlambat,sekarang posisi terbalik aini yang berjalan didepan Erna sambil menyeret tangan erna ,aini dan erna melesat cepat menuju sekolah.
Pulang sekolah Aini berniat pergi kekedai koffi yang terletak dipinggir jalan tersebut,ia melihat wanita itu lagi disana,kali ini ia melihat jam terlebih dahulu ,ia takut pulang terlambat,saat jam pulang masih lama ia segera masuk kedalam kedai koffi yang dimaksud.
"Permisi,boleh saya duduk disini bu?"Tanya Aini sopan "Silahkan nak."Jawab ibu itu,lalu aini memesan secangkir koffi,agak lama ia berbincang dengan ibu itu,namun tiba tiba ibu itu bicara "Kamu sangat mirip dengan anakku."Katanya lembut "Benarkah?ibu juga sangat mirip dengan ibuku." Kata aini semangat "Ibumu sekarang dimana?"Tanya ibu itu,wajah aini berubah menjadi sedih.
"Ibuku telah berpisah dengan ayahku sejak umurku 4 tahun,aku tinggal bersama ayahku dan istri barunya."Jelas aini dengan mata tertunduk.
"Jangan sedih."Hibur ibu itu.
"Ibu sendiri anaknya kemana?"Aini tersenyum "Anak ibu tinggal bersama ayahnya, kami sudah lost contact,padahal ayahnya yang salah,ayahnya anak ibu yang mulai pertengkaran kami duluan,tapi anak kami yang jadi korban."Ibu yang duduk didepan aini meneteskan air mata,itu membuat aini ikut menangis mendengar kisahnya, ia merasa nasibnya dan ibu itu sama,setelah itu aini pamit pulang,ia menghapus air matanya dengan tangan halusnya.
"Aku pulang"kata aini saat sampai dirumah.
"Kamu sudah pulang. mandi dulu sana" perintah ibu tiri aini "Ayah mana?"Tanya aini.
"Sedang pergi."Jawab ibu tiri aini singkat, aini masih memikirkan wanita yang tadi bicara dengannya,ia mempunyai firasat yang kuat, entahlah ketika bersamanya aini merasa nyaman sekali,seperti ia tengah mengobrol dengan ibunya.
Hari hari berlalu,setiap pulang sekolah aini selalu mampir kekedai koffi dipinggir jalan itu untuk bertemu wanita yang mirip ibunya itu,ia semakin dekat dengan wanita itu,Tak terasa 1 tahun telah berlalu,hingga suatu hari terungkaplah kebenaran tentang wanita tersebut,wanita tersebut adalah ibu kandung aini yang selama ini telah lost contact dengannya,itu semua berawal ketika aini mengajaknya kerumahnya,disana wanita itu bertemu ayah aini lalu mengatakan kepada aini,akulah ibumu,dia ayahmu!kata kata itu membuat hati aini begitu bahagia,dan kenyataan itu terungkap tepat diumur ke 13 aini,baginya itu kado ulang tahun luar biasa dalam hidupnya,ia sekarang tinggal bersama ibunya,ayahnya memarahi aini karena terus bertemu dengan ibu kandungnya tersebut.
Bertahun tahun berlalu dengan cepat,banya perubahan yang terjadi,masalah masih belum selesai,aini harus kembali tinggal bersama ayahnya diumur 17 tahun,ibunya meninggal karena sakit keras,namun kehidupan ayahnya sekarang telah berubah 180 derajat,ayahnya jadi pengusaha,hidupnya berkecukupan,lebih dari yang dulu,namun ibu tirinya tak menyayanginya lagi seperti dulu,ia telah mempunyai anak kandung dari ayah aini,ibunya selalu memarahi aini,membentk aini,hanya karena masalah sepele yang diperbuat aini,hidup aini tak bisa berjalan dengan lancar,sepertinya masalah sangat bersahabat dengannya,aini hanya melalui 4 tahunnya dirumah itu dengan sebuah senyuman kecil dari wajahnya,ia bersyukur ia masih bisa sekolah sampai perguruan tinggi,setelah lulus dari perguruan tinggi ia tinggal bersama tantenya yang masih bersaudara dengan ayahnya sebab, ketika itu ayahnya tengah mengalami masa masa sulit,perusahannya bangkrut,ia punya banyak hutang!,lalu ditangkap polisi karna memproduksi obat ilegal di perusahannya.
Umurku sudah 23 tahun sekarang tapi,kehidupanku seperti aku masih berumur 12 tahun,banyak masalah yang menimpaku sAat itu,aku hanya bisa bersyukur masih diberikan umur panjang sehingga mendapatkan begitu banyak pelajaran dAri masalah yang aku hadapi.
Kehidupan setiap orang pasti tidaklah mulus,semua orang akan selalu diuji oleh yang kuasa. Namun! Dari ujian tersebutlah tercipta kehidupan yang penuh pelajaran..tinggal seberapa tegar,kuat,dan sabarkah kita menghadapi ujian itu.
Tamat.
Minggu, 19 Juni 2016
Ramadhan Tahun ini
Ramadhan Tahun ini
Berita datangnya bulan ramadhan telah menyebar kesegala penjuru dunia..semua orang tampak bahagia dengan datangnya bulan ramadhan. Tidak terkecuali aku.. Anita..anak berumur 9 tahun yang masih lugu ini, begitu bahagia. Soalnya kata pa ustadz kalau bulan ramadhan itu banyak berkah..banyak pahala..apalagi kalau kita anak yang baik..pasti dapat banyak pahala. Mama bilang aku anak yang bak,berarti pahala aku bakalan banyak dong...hehehehe,oh ya teman kalian puasa tidak?kalau aku tentu puasa,aku sudah bisa puasa sampai magrib lho!kalau kalian gimana?aku harap kalian juga bisa menjalankan puasa sepertiku. Sebaiknya aku bersiap untuk menjalankan ibadah tarawih dimushola dekat rumahku yang terletak di ujung jalan...mushola Al-Muhajirin namanya "Mama..mukenaku mana sih!"Omelku ketika tidak menemukan mukena di tumpukan mukena mama dan sajadah."Ya disitu..masa nggak ada"jawaban mama yang makin membuat aku kesaL "Tidak ada mama!"Jeritku "Tadi abis sholat magrib kamu taruh mana mukenanya?"Tanya mama bingung "Oh iya baru ku ingat aku masukan ke mesin cuci."Aku tertawa geli karna tingkahku itu,mama hanya menggeleng gelengkan kepalanya, akupun mengambil mukena yang satu lagi didalam lemari di kamar "Ayo Anita sudah adzan tuh cepat!"Panggil papa dari halaman rumah,aku tergesa gesa sehingga menabrak pintu ketika berlari,kakak, mama, dan papa hanya tertawa geli melihat kejadian itu.
Usai tarawih aku dan mama pergi ke minimarket untuk membeli stok makanan untuk sahur dan berbuka,tak banyak jenis yang dibeli tapi begitu banyak jumlah bahannya.
"Mama banyak banget sih!"Keluhku
"Kan mama yang bawa keranjangnya?" Tanya mama keheranan.
"Kata pa ustadz kalau nanti makanannya dibuang buang mubazir" jelasku yang sok pintar.
"Nggak dibuang buang dong sayang kan ini buat stok seminggu!"Jawab mama lembut "Oh!"Aku hanya ber-oh Keesokannya saat sahur mama masak nuget,dan bakso goreng..ehm... kesukaannku ,aku makan dengan lahap sampai tersendak sendak..papa langsung menyodorkan aku segelas air putih,waktu sahur sudah habis sekarang sudah imsak aku segera sikat gigi lalu wudhu ,sambil menunggu waktu shubuh aku membaca alqur'an. 10 menit berselang adzan shubuh berkumandang,aku dan keluarga pun segera sholat shubuh berjamaah di mushola dalam rumah.
"Ma aku mau tidur ya."Kataku ketika selesai sholat.
"Ah!kamu mah tidur mulu!"Ledek kak Nizam yang tengah mengaji.
"Ngaji ngaji aja!nggak usah ngeledek!"Balasku
"Yaudah kalau mau tidur"jawab papa lembut,akupun pergi kekaamar,karna semalaman hujan jadi hawanya dingin, aku menutu seluruh tubuhku dengan kain tebal hadiah ulang tahun dari kak Nizam tahun lalu.
Pukul 08.30 aku baru bangun tidur, aduh kesiangan...untung sekolah sudah libur..puasa hari pertama harus semangat!
"Baru bangun ya!dasar pemalas!"Kak Nizam menjulurkan lidahnya,aku membalasnya juga!
"Anita bukannya jam 9 kamu harus tadarus bersama dimushola al-muhajirin?"Tanya mama ketika lewat depan kamarku yang pintunya terbuka.
"Oh iya!aku. Harus bergegas"aduh aku ini pelupa sekali ya!aku harus cepat cepat!pasti yang lain sudah menungguku.
"Mama aku berangkat!"Teriakku dari depan pintu,akupun berlari menuju mushola itu!dalam wakti 3 menit akhirnya aku sampai,semua tercengang melihatku memakai kerudung.
"Kamu cantik Anita"puji Gire temanku disekolah.
"Terimakasih,kamu juga cantik. Kan kita perempuan"baru kali ini aku pakai krudung biasanya aku pakai baju pendek kemana mana,aku hanya menyesuaikan tempat saja,tapi apa aku cantik ya memakai kerudung?
"Kata bu ustdzah perempuan yang memakai hijab atau menutup aurat akan terlihat lebih cantik!"Sambung Tira,tetanggaku "Sudah ayo kita mulai saja tadarusnya!"Ajakku "Audzubillahminas syaitonirrojim bismillahirrohmanirrohim........"
Tadaru dimulai dari fatah,lalu tira lalu aku lalu jeni lalu gire,lalu haniy,yang terakhir endah..terus memutar seperti itu,sampai pukul 12 kami menyudahi tadarus kami lalu menutunya dengan "shodaqallahulazim.."
"Alhamdulillah 2 juz hari ini"ucap fatah bersyukur..
"Iya alhamdulillah..anita kamu pakai kerudung ajha mulai dari sekarang, cantikkkkkkk banget tau"ujar haniy lalu pergi dari mushola dengan mengucap salam,kamipun bubar.
Sampai dirumah aku bertanya pada mama
"Mama apa benar perempuan yang memakai kerudung akan terlihat makin cantik?"Tanyaku "Tentu!kan menutup aurat itu kewajiban sayang"jawab mama "Aku ingin pakai kerudung mulai sekarang!boleh?"Taanyaku yang kedua kalinya "Tentu!malah mama senang,nanti sorekan ada pasar romadhon kamu ikut mama kesana ya!mama mau beliin kamu kerudung dan beberapa baju panjang."Tutur mama halus,wah. Senangnya aku.
Sore harinya aku diajak kepasar,aku memilih beberapa kerudung yang kusuka dan baju muslim yang kusuka juga "Kau senang?"Tanya mama penasaran "Sangat !"Seruku bahagia Bedug sudah terdengar,adzan magrib sudah berkumandang,waktu berbuka sudah tiba,hari ini adalah hari pertama yang menyenangkan.
benar kata ustadz di bulan ramadhan itu penuh berkah Aku menjalani hari hari ramadhanku seperti biasa hingga tak terasa sudah 30 hari aku berpuasa esok sudah hari raya idul fitri. Aku sudah mempunyai 4 setel baju lebaran,ibu 3 setela,ayah 3 setel,dan kak Nizam 4 setel.
Keesokannya aku,ibu,ayah,dan kak Nizam pergi sholat id bersama,kami sholat id di masjid An-nam di kompleks sebelah.
Alhamdulillah aku bisa menyelesaikan ramadhan tahun ini dengan baik.
PATUH, PEDULI, Dan Baik
PATUH,PEDULI,Dan Baik
Hai namaku Anggraini saputri atau yang biasa disapa putri aku seorang anak Piatu berumur 9 tahun yang sedang mengenyam pendidikan dibangku SD kelas 3, aku sekolah di SDS Unggulan 01 di daerah bogor, aku tinggal bersama ayahku yang bekerja sebagai tukang Pos."Putri... Ayah pulang."Wah ayah ternyata sudah pulang sebaiknya aku segera menyambutnya. akupun segera mengambil segelas air putih didapur lalu memberikannya kepada ayah,setelah itu aku mencium tangan ayah.
"Ayah kok tumben pulang cepat?"Tanyaku "Tidak ada surat yang harus diantar lagi."Nada bicara ayah seperti sedang marah, ada kejadian apa sebenarnya?
"Ayah mengapa ayah marah?apakah aku berbuat kesalahan?"Tanyaku khawatir "Tidak!"Jawab ayah singkat lalu segera masuk kekamarnya "Ay..ah..apa ayah marah padaku?"Tanyaku lirih sambil menuju kekamarku.
Semalaman aku lihat ayah tak bisa tidur ia terus mondar mandir tak jelas diruang tamu,aku mengintipnya dari balik pintu kamarku.
'Kenapa ya..kok ayah kelihatan resah?'Batinku dalam hati "Aduh...apa benar yang dikatakan ibu kost tadi...tapi nggak mungkin!Putri nggak mungkin ngelakuin itu!putri anak yang baik nggak mungkin dia mencuri"kata ayah pelan namun terdengar jelas olehku. Aku tersentak kaget. Aku mencuri!!ibu kost!!aku tidak mencuri aku tidak mencuri.
"Kalau ibunya putri ada pasti dia akan sedih mendengar gosip seperti ini! Sebaiknya aku tidak percaya! Mungkin dia membawa uang dia sendiri,atau uang mainan didepan rumah kost itu!"Ujar ayah sambil menoleh kearah kamarku,aku langsung menutup pintu rapat rapat lalu pura pura tidur.
Aku memang waktu itu membawa lembaran uang didepan rumah kost yang ayah maksud tapi itu adalah uang ku aku bekerja untuk mengumpulkan uang itu...aku menjual kerupuk kewarung warung seperti yang dilakukan almh. Ibu dulu tapi ayah tak boleh tau karna uang itu akan aku belikan hadiah ulang tahun ayah.
Keesokannya aku enggan menemui ayah aku langsung pergi sekolah tanpa pamitan dulu pada ayah..aku takut ayah masih marah padaku,,disekolah aku melihat seorang anak dengan pakaian lusuh dan tubuh kotor tengah memungut sampah di dekitar sekolah, hatiku iba melihat anak tersebut,aku menghampirinya lalu bertanya "Apa kamu sudah makan?"
"Belum"jawab anak itu polos,wajahnya pucat,lalu aku memberikan uang jajanku padanya untuk ia belikan makanan. aku juga meminta dia datang lagi besok kedepan sekolahku dengan waktu yang sama. Aku ingin memberikan beberapa pakaian yang sudah tidak aku pakai tapi masih layak untuk dipakai.
Sepulang sekolah aku menceritakan kejadian disekolah dan niatku membantu anak tersebut,ayah setuju, oh ya ayah hari ini libur karna ini hari jum'at.
"Ayah..ayah kenapa kemarin ma..rah?" Tanyaku takut.
"Tidak ayah cuma sedang lelah saja kemarin,maaf ya"aku tau ayah. Berbohong lagi.
Sore harinya aku pergi ke rumah bu Siti,aku mengambil krupuk darinya lalu aku order kewarung warung,saat aku ingin kewarung bu Fara aku melihat ayah disana aku bingung apa yang akan kulakukan ayah semakin dekat dengan warung bu fara,aku memutuskan menunggu sampai ayah pergi. Tapi itu tidak mudah aku hampir saja ketahuan oleh ayah untuk saya aku cepat cepat bersembunyi.
Hari Sabtu,anak itu benar benar datang syukurlah aku senang jika ia datang, aku lalu menyerahkan baju baju tersebut dan sebungkus nasi uduk untuk ia makan,aku senang membantunya!hari ini aku akan mengorder kerupuk siang hari karna ayah sedang kerja jadi aku aman.. Oh ya aku baru ngat hari ini hari terakhirku bekerja ,karna besok ulang tahun ayah aku jadi harus sudah berhenti bekerja..alhamdulillah uangku sudah terkumpul sebesar Rp100.000,00 . Ehm tapi aku akan beli apa ya??? Aha aku punya ide• Baju koko ayah kan sudah pada sobek ,karna tidak ada ibu sekrang jadi tidak ada yang akan menjahit pakaian ayah,aku tidak bisa menjahit,aku jadi beli baju koko dan sarung saja!aku berangkat ke toko makmur yang terletak dipinggir jalan raya dekat rumahku,disana dijual semua perlengkapan sholat dan harganya juga murah tapi kualitasnya tidak diragukan!
Uangku masih ada Rp15.000,00 ,aku belikan peci saja ah..biar jadi lengkap. Alhamdulillah aku sangat bahagia hari ini.
Hari minggu, ayah libur aku memberi suprize kepada ayah aku membuat nasi kuning lalu aku bangunkan ayah tengah malam "Aduh putri ada apa sih!"
Aku lalu menyalakn lampu dan menyanyikan lagu happy birthday Aku juga langsung menyerahkan hadiahnya. Ayah terlihat begitu senang.
"Ayah aku bekerja di rumah bi Siti aku mengorder kerupuk seperti almh. Ibu dulu,ayah jangan marah ya,sekarang sudah tidak kok,nah waktu itu tak sengaja aku membawa uang hasil penjualan kerupuk lewat depan rumah kost. Mungkin ibu kost salah paham"jelasku pada ayah,ayah lalu memelukku erat "Terima kasih Putri"ayah menangis tersedu,aku juga ikut menangis haru.
TAMAT!!!!!!!
Cerpen Ayah (ade Nina Motong Rambunya Sendiri)
Nina, adalah anak perempuan saya yang ketiga ini menangis ketika saya sama Nino "Anak laki-laki saya yang no 2" hendak pergi ke pangkas rambut, karena saya lihat rambutnya si aa "begitu saya memanggil Nino" sudah kelihatan panjang dan terkesan tampak kusut, ya sudahlah akhirnya saya ajak saya fikir daripada dirumah jadi rewel, pertama-tama yang kami datangin pangkas rambut yang paling dekat dengan tempat tinggal kami, disamping paling dekat juga harganya juga murah dibandingkan dengan pangkas rambut yang ada disekitaran kami tinggal, mungkin karena pangkas rambut ini hanya sambilan, usaha ia yang dia kerjakan disaat pulang kerja jam 5 sore setiap harinya. Namun sayang sesampainya ditempat pangkas rambut yang saya maksud ternyata tutup, pintu rumahnya juga tutup, sempat saya memperlahan lajur motor saya dengan harapan mungkin tukang pangkas rambutnya mendengarnya, namun suasana tetap sepi tidak ada suara tanda buka pintu sedikitpun pertanda penghuninya ada dirumah. Sepintas lalu saya kembali menarik gas motor saya sambil berfikir manalagi pangkas rambut yang akan kami datangi dan kira-kira tidak begitu antri, karena berhubung hari ini adalah hari minggu biasanya lumayan ramai penghuni perum yang sengaja menyempatkan untuk memotong rambutnya dihari libur seperti ini.
Beberapa saat berlalu ketika kami melewati seorang tukang odong "biasa kami menyebutnya dengan sebutan yang sudah familiar untuk sebuah sepeda rakitan dilengkapi dengan beberapa replika dari kuda, motor atau sejenis mobil-mobilan" biasa digerakkan dengan dikayuh ataupun cuma berbentuk gerobak dengan berbagai macam miniatur sebagai perlengkapan untuk anak-anak naik. Melihat ada odong-odong Nina kontan teriak "Ayah naik odon-odon!.." begitu celetukan dia dengan suaranya yang masih cadel, usianya saat ini baru dua tahunan, tapi saya jawab "entar dulu ya de!, entar kita pulang baru naek odong-odong, sekarang potong rambut aa dulu!.." begitu bujuk saya supaya Nina tidak nangis dan memaksa untuk turun dari motor buat naik odong-odong. Akhirnya Nina pun mau menuruti bujukan saya dan tidak memaksa naik odong-odong walaupun dengan suara masih merengek "nanti naik odon-odon" begitu rengek dia. "Ia sayang entar pulang potong rambut" jawab saya, enggak terasa kami pun sampai ditempat pangkas rambut yang dituju. Alhamdulillah kayaknya tidak begitu antri suasananya, hanya ada satu orang yang sedang dipotong rambutnya. Sayapun menurunkan aa dan Nina yang spontan saja dua-dua lari kedalam pangkas rambut, setelah nyetandarin motor saya juga segera menyusulnya kedalam, didalam kami menunggu orang yang dipangkas selesai di bangku panjang,didepan ruangan terdapat sebuah televisi mini yang sedang dinyalakan.
Tak lama kemudian orang tersebut selesai dipangkas rambutnya,saya pun mendudukan aa di kursi depan kaca pemangkas rambut. Usai memotong rambut kami pulang,di perjalanan tanpa sengaja kami melihat odong" yang sama ketika kami berangkat tadi, nina yang masih ingat ingin naik odong odong pun spontan teriak! "Ada odon-odon"karna sudah menjanjikan saya pun menaikannya odong" tersebut,cukup lama waktu naik odong"nya hingga aa lelah menunggu nina yang sedang naik odong odong, alhasil nina diturunkun lalu kami pulang.
Sampai dirumah,nino langsung mandi, sedangkan nina langsung menyalakan TV yang baru saja dimatikan oleh ibunya. Sayapun pergi kebelakang untuk tiduran dikasur , beberapa menit kemudian ketika saya,istri,aa,dan kakaknya sedang berkumpul dikamar belakang,nina datang "ayah" begitu teriaknya "coba de liat rambutnya"pinta ibunya ketika melihat. Poni rambut nina yang tidak rata,ninapun jalan mendekati ibunya.
"Adek potong rambut sendiri ya?koq nggak rata poninya?"Tanya ibunya "Iya."Jawab nina cepat,semua tertawa geli mendengarnya,ternyata nina memotong rambutnya sendiri dengan gunting yang terdapat di meja depan, shehingga poninya tidak rata
Beberapa saat berlalu ketika kami melewati seorang tukang odong "biasa kami menyebutnya dengan sebutan yang sudah familiar untuk sebuah sepeda rakitan dilengkapi dengan beberapa replika dari kuda, motor atau sejenis mobil-mobilan" biasa digerakkan dengan dikayuh ataupun cuma berbentuk gerobak dengan berbagai macam miniatur sebagai perlengkapan untuk anak-anak naik. Melihat ada odong-odong Nina kontan teriak "Ayah naik odon-odon!.." begitu celetukan dia dengan suaranya yang masih cadel, usianya saat ini baru dua tahunan, tapi saya jawab "entar dulu ya de!, entar kita pulang baru naek odong-odong, sekarang potong rambut aa dulu!.." begitu bujuk saya supaya Nina tidak nangis dan memaksa untuk turun dari motor buat naik odong-odong. Akhirnya Nina pun mau menuruti bujukan saya dan tidak memaksa naik odong-odong walaupun dengan suara masih merengek "nanti naik odon-odon" begitu rengek dia. "Ia sayang entar pulang potong rambut" jawab saya, enggak terasa kami pun sampai ditempat pangkas rambut yang dituju. Alhamdulillah kayaknya tidak begitu antri suasananya, hanya ada satu orang yang sedang dipotong rambutnya. Sayapun menurunkan aa dan Nina yang spontan saja dua-dua lari kedalam pangkas rambut, setelah nyetandarin motor saya juga segera menyusulnya kedalam, didalam kami menunggu orang yang dipangkas selesai di bangku panjang,didepan ruangan terdapat sebuah televisi mini yang sedang dinyalakan.
Tak lama kemudian orang tersebut selesai dipangkas rambutnya,saya pun mendudukan aa di kursi depan kaca pemangkas rambut. Usai memotong rambut kami pulang,di perjalanan tanpa sengaja kami melihat odong" yang sama ketika kami berangkat tadi, nina yang masih ingat ingin naik odong odong pun spontan teriak! "Ada odon-odon"karna sudah menjanjikan saya pun menaikannya odong" tersebut,cukup lama waktu naik odong"nya hingga aa lelah menunggu nina yang sedang naik odong odong, alhasil nina diturunkun lalu kami pulang.
Sampai dirumah,nino langsung mandi, sedangkan nina langsung menyalakan TV yang baru saja dimatikan oleh ibunya. Sayapun pergi kebelakang untuk tiduran dikasur , beberapa menit kemudian ketika saya,istri,aa,dan kakaknya sedang berkumpul dikamar belakang,nina datang "ayah" begitu teriaknya "coba de liat rambutnya"pinta ibunya ketika melihat. Poni rambut nina yang tidak rata,ninapun jalan mendekati ibunya.
"Adek potong rambut sendiri ya?koq nggak rata poninya?"Tanya ibunya "Iya."Jawab nina cepat,semua tertawa geli mendengarnya,ternyata nina memotong rambutnya sendiri dengan gunting yang terdapat di meja depan, shehingga poninya tidak rata
Langganan:
Komentar (Atom)