Minggu, 26 Juni 2016

Senyuman terakhir seorang sahabat


Prolog:

Namaku Nirma Ayu rahmawati,umurku 12 tahun, aku tinggal di Jakarta,aku anak pertama dari 3 bersaudara,aku mempunya adik bernama,Hira,dan Teri, aku tengah duduk dibangku sekolah dasar negri Jakarta 01 Mentari.

-----------------------------------------------------------
 Pagi ini aku terbangun pukul 05.00, aku yang masih setengah sadar langsung pergi kekamar mandi lalu mandi...berpakaian rapih untuk sekolah,setelah itu sholat shubuh lalu sarapan,tiba tiba aku tersadar! 'Oh ya ini baru jam berapa'aku baru ingat ini baru jam 5 pagi biasanya aku hanya wudhu lalu sholat setelah itu nonton TV,tapi karna masih setengah sadar ya aku seperti orang linglung melakukan semua ini,awalnya aku berniat ingin mengganti pakaianku dengan blush dulu tapi kupikir itu hanya akan mengotori baju saja,lagi pula hanya menunggu 1 1/2 jam saja untuk pergi kesekolah.
 "Loh kamu sudah rapih nirma?"Tanya papa yang baru selesai sholat shubuh  "Iyalah papa kalau nanti nanti takut kesiangan"aku nyengir menyembunyikan kekonyolan yang aku lakukan.
 "Kakak sudah rapih memang mau berangkat jam berapa?"Tanya adikku teri  "biar nggak telat!"Ketusku!usai sarapan akupun menonton TV ibu dan adikku Hirapun menanyakan hal yang sama,aku juga hanya menjawab dengan kalimat yang sama.
 Pukul 06.30 aku berangkat kesekolah menaiki sepedah lipat,karna sekolahku tidak begitu jauh,hanya butuh waktu 10 menit untuk sampai disekolah.
 Setelah memakirkan sepedaku aku langsung masuk kekelas dimana teman temanku sudah berkumpul.

 "Hello Friend"sapa kedua sahabatku, Rere dan Gita,kami bersahabat sejak kami duduk dibangku kelas 3 SD,berhubung saat aku pindah kesini aku belum punya teman. kami juga membentuk persahabatan bernama Nireta (Nirma,rere,gita)nama itu diambil dari umur yang paling tua menurut bulan,karna kita lahir ditahun yang sama 2004  "Hello"balasku seraya tersenyum pada mereka  "Kamu sudah tau sesuatu belum?" Tanya Gita sambil menaikan alisnya  "Belum!"Jawabku penasaran.
 "Katanya........besok ada ulangan harian!"Ujar Rere sambil mencubit pipi cabyku ini  "Au!benarkah?????"Hatiku sudah was was saja jika mendengar kata ulangan.
 "Iyalah,kita ini kan kelas 6 masa sama ulangan masih takut!"Ledek Gita sambil tersenyum jahat kepadaku  "Memangnya kamu tidak takut!" Sekarang keadaan berbalik gita dan rere menggigit bibir kuat kuat, sepertinya mereka lebih was wass dariku.
 "Rencana kamu mau lanjut kemana lulus dari sd?"Terdengar pembicaraan Geng TaNiRaJa atau Tata, Nina,Rani,dan Jafi
 "Kalau aku insyaallah mau lanjut ke SMPN 02 Jakarta"jawab Nina ambisius.           "Hay Nireta.."Sapa rani ketika melihat Nireta tengah duduk dibangku panjang taman sekolah
 "Hay juga Taniraja"balas Rere dengan senyuman manisnya.
 "Kalian rencananya mau lanjut kemana kalau lulus nanti?"Tanya Tata sang ketua genk  "Kalo aku sih MTSN 01 Jakarta" jawabku disertai anggukan dari Gita  "Kalau aku akan pindah ke Semarang"rere tertunduk sedih.

 "Loh!"Kagetku dan Gita saat rere mengatakan ia akan pergi kesemarang dan pesantren disana, rere itu yang paling susah dihubungi nomornya,kami nggak ingin aja lost contact gitu.
Keesokannya saat ulangan harian tiba kami siswa siswi SDN Jakarta 01 mentari diminta memasuki ruangan sesuai abjad Nireta yang hurufnya berbeda bedapun kecewa karna harus berpisah,walau hanya 3 hari,tapi tidak bersama didalam kelas itu sepertinya kangen banget.

*************************************

Syukurlah 3 hari telah berlalu Nireta akhirnya kembali bersatu lagi,tapi tak lama lagi aku hanya akan sekelas dengan Rere,karna Seminggu lagi UN akan tiba,dan No. Peserta Gita sangat berbeda jauh denganku dan Rere,kami hanya mengharap hasil yang terbaik dari UN tahun ini,setelah un selesai aku akan mengadakan perpisahan ke Bogor pertama kami akan ke taman bunga lalu menginap diVilla Sukanagalih,cipanas,bogor,kami para wanita juga diwajibkan memakai kebaya saat acara resmi.
 "Kita harus yakin kita pasti bisa!" semangat Nireta tidak akan pernah pudar walau kami tidak bersama Tak terasa hari hari berlalu begitu cepat. seminggu sudah berlalu lalu Un sudah selesai,yang kami tunggu tunggu akhirnya tiba juga,Tour!
Semua keprluan sudah kusiapkan esoknya aku hanya tinggal berangkat saja,namun aku juga sedih karna harus berpisah dengan Rere setelah ini.

Esoknya,kami semua berangkat menaiki bus Pariwisata,nireta duduk dibangku berjajar,kami mendengarkan musik bersama,bercerita bersama,tertawa bersama,makan camilan juga bersama.
Hingga kami tiba di taman bunga untuk membuka perbekalan kami,setelah itu kami bermain beberapa games nireta mendapat bagian games tebak gaya,aku yang memperagakan,gita yang memegang kalimatnya,dan Rere yang menebak, kalimatnya adalah jatuh pingsan , berkali kali aku memperagakan tap rere baru bisa menjawab setelah peragaan yang ke 4 untung kami bisa menang dengan keluan sebagai juara ke 2.

Kami lalu melanjutkan perjalanan ke villa sukanagalih,malam ini kami menginap disana,banyak kejadian lucu ketika kami disana,seperti menkakut nakuti teman sevilla.
Keesokannya kami semua berpakaian rapih,perempuan memakai kebaya,laki laki memakai kemeja berdasi hitam.

Acara demi acara dilalui,kami seisi ruangan menangis haru ketika kata mutiara perpisahan dibacakan oleh bu Hera,guru kami,setelah itu bersalaman dengan guru guru,berat rasanya meninggalkan Sd yang telah mendidik kami,kami dipeluk oleh wali kelas kami ,kami meminta maaf kepada mereka jika kami mempunyai salah,kami semua menangis,lalu aku dan nireta berpelukan dengan menangis haru.

Sepulang dari Cipanas aku segera beristirahat.
Seminggu lagi sudah masuk bulan ramadhan ,jadi sejolah sudah libur, banyak orang yang telah pulang kampung,termasuk Rere,terakhir aku melihat Rere saat kami berpisah di Kecamatan,tepatnya saat pulang dari Cipanas disana ia tersenyum manis sekali .
3 hari setelah aku berpisah dengan Rere rasanya hatiku sangat rindu pandanya,saat itu aku menelfon Gita  "Halo.."Suara lirih seperti orang menangis,tak asing lagi ini suara tante gita yang tinggal bersama gita  "Halo,gita ada,aku sahabatnya"
 "Git..gita..hiks..hiks..hiks..telah.,... tiada"kalimat yang menusuk hatiku  "Bbbbbenarkah?jangan bohong!"

 "Benar,ia kecelakaan saat ingin pulang dari kecamatan."
 "Senyuman terakhir seorang sahabat" ia juga memberikan senyuman termanisnya saat itu seperti ia tau bahwa ia akan pergi juga saat itu

Jumat, 24 Juni 2016

Kehidupan 17 Tahun Yang Rumit

Kehidupan 17 Tahun Yang Rumit

Wajah cantik,halus,dan putih tampak begitu bahagia tengah meminum koffi dikedai pinggir jalan,sayang..ia hanya duduk sendiri disana,tiada teman atau sahabat yang menemaninya.
 "Dek.."Seorang gadis remaja pelayan kedai menepuk pundaknya.
 "Ah!oh rupanya kamu,ini uangnya"Gadis itu terkejut,setelah membayar koffinya gadis itu pergi, ternyata namanya Aini,ia gadis berumur 12 tahun yang tinggal 10 M jauhnya dari kedai tersebut. Ia seorang gadis cantik,pintar,berbakat,,tapi tak dapat penuh kasih sayang,ayah dan ibunya  telah berpisah sejak ia berumur 4 tahun lalu ,ayahnya menikah lagi setelah 2 tahun lamanya menduda, aini tinggal bersama ayahnya,ia bahkan tak tahu ibunya dimana. Ibu tiri aini sangat menyayangi aini karna tak punya anak kandung.
 "Aini!"Panggil ibu tirinya.
 "Ada apa bu?"Tanya aini lesu.
 "Kamu dari mana?"Tanya ibu tiri aini sambil menepuk pundak aini,ibunya slalu berkomentar ini itu tentang teman aini,itu sebabnya aini jarang punya teman.
 "Kedai koffi."Jawab aini lalu pergi kedalam rumah.
 "Kamu pergi sama siapa?"Tanya ibu tiri aini lagi,aini menghentikan langkahnya sejenak namun diam tak berkata,tak lama ia kembali berjalan masuk kerumah. Aini sangat rindu ibunya, ia bingung,ia tak tau kenapa ayah dan ibunya berpisah. ayahnya hanya bilang ada masalah yang tidak dapat diselesaikan lagi,ketika aini betanya soal perceraian mereka,aini dan ibunya bahkan lost contact,yah begitulah nasib aini.

Keesokannya..

Dipagi hari yang cerah di bawah langit biru yang indah aini berjalan dipinggir trotoar..ia tengah menuju kesekolah. Aini yang hanya pergi sendiri selalu merasa was was dijalan raya seperti ini,pikirannya melayang membayangkan hal aneh terjadi. Tepat didepan kedai koffi yang sama ketika ia duduk meminum koffi kemarin ia berhenti iya melihat seorang wanita didalam kedai koffi yang sangat mirip ibunya,namun ketika ia ingin menghampirinya ada seseorang menyambit tangannya dan menyeretnya pergi jauh dari sana, ia menoleh kearah orang itu.
 "Ih Erna!apa sih!"bentak aini,erna adalah teman aini yang satu sekolah bahkan satu bangku ketika duduk dikelas,itulah awal mula pertemanan mereka.
 "Lihat sekarang sudah jam berapa kamu mau terlambat!"Ujar erna yang berjalan didepan aini. Aini melirik jam tangan hijaunya. Sekarang sudah pukul 06.20 10 menit lagi ia akan terlambat,sekarang posisi terbalik aini yang berjalan didepan Erna sambil menyeret tangan erna ,aini dan erna melesat cepat menuju sekolah.

Pulang sekolah Aini berniat pergi kekedai koffi yang terletak dipinggir jalan tersebut,ia melihat wanita itu lagi disana,kali ini ia melihat jam terlebih dahulu ,ia takut pulang terlambat,saat jam pulang masih lama ia segera masuk kedalam kedai koffi yang dimaksud.
 "Permisi,boleh saya duduk disini bu?"Tanya Aini sopan  "Silahkan nak."Jawab ibu itu,lalu aini memesan secangkir koffi,agak lama ia berbincang dengan ibu itu,namun tiba tiba ibu itu bicara  "Kamu sangat mirip dengan anakku."Katanya lembut  "Benarkah?ibu juga sangat mirip dengan ibuku." Kata aini semangat  "Ibumu sekarang dimana?"Tanya ibu itu,wajah aini berubah menjadi sedih.

 "Ibuku telah berpisah dengan ayahku sejak umurku 4 tahun,aku tinggal bersama ayahku dan istri barunya."Jelas aini dengan mata tertunduk.
 "Jangan sedih."Hibur ibu itu.
 "Ibu sendiri anaknya kemana?"Aini tersenyum  "Anak ibu tinggal bersama ayahnya, kami sudah lost contact,padahal ayahnya yang salah,ayahnya anak ibu yang mulai pertengkaran kami duluan,tapi anak kami yang jadi korban."Ibu yang duduk didepan aini meneteskan air mata,itu membuat aini ikut menangis mendengar kisahnya, ia merasa nasibnya dan ibu itu sama,setelah itu aini pamit pulang,ia menghapus air matanya dengan tangan halusnya.
 "Aku pulang"kata aini saat sampai dirumah.
 "Kamu sudah pulang. mandi dulu sana" perintah ibu tiri aini  "Ayah mana?"Tanya aini.
 "Sedang pergi."Jawab ibu tiri aini singkat, aini masih memikirkan wanita yang tadi bicara dengannya,ia mempunyai firasat yang kuat, entahlah ketika bersamanya aini merasa nyaman sekali,seperti ia tengah mengobrol dengan ibunya.

Hari hari berlalu,setiap pulang sekolah aini selalu mampir kekedai koffi dipinggir jalan itu untuk bertemu wanita yang mirip ibunya itu,ia semakin dekat dengan wanita itu,Tak terasa 1 tahun telah berlalu,hingga suatu hari terungkaplah kebenaran tentang wanita tersebut,wanita tersebut adalah ibu kandung aini yang selama ini telah lost contact dengannya,itu semua berawal ketika aini mengajaknya kerumahnya,disana wanita itu bertemu ayah aini lalu mengatakan kepada aini,akulah ibumu,dia ayahmu!kata kata itu membuat hati aini begitu bahagia,dan kenyataan itu terungkap tepat diumur ke 13 aini,baginya itu kado ulang tahun luar biasa dalam hidupnya,ia sekarang tinggal bersama ibunya,ayahnya memarahi aini karena terus bertemu dengan ibu kandungnya tersebut.

Bertahun tahun berlalu dengan cepat,banya perubahan yang terjadi,masalah masih belum selesai,aini harus kembali tinggal bersama ayahnya diumur 17 tahun,ibunya meninggal karena sakit keras,namun kehidupan ayahnya sekarang telah berubah 180 derajat,ayahnya jadi pengusaha,hidupnya berkecukupan,lebih dari yang dulu,namun ibu tirinya tak menyayanginya lagi seperti dulu,ia telah mempunyai anak kandung dari ayah aini,ibunya selalu memarahi aini,membentk aini,hanya karena masalah sepele yang diperbuat aini,hidup aini tak bisa berjalan dengan lancar,sepertinya masalah sangat bersahabat dengannya,aini hanya melalui 4 tahunnya dirumah itu dengan sebuah senyuman kecil dari wajahnya,ia bersyukur ia masih bisa sekolah sampai perguruan tinggi,setelah lulus dari perguruan tinggi ia tinggal bersama tantenya yang masih bersaudara dengan ayahnya sebab, ketika itu ayahnya tengah mengalami masa masa sulit,perusahannya bangkrut,ia punya banyak hutang!,lalu ditangkap polisi karna memproduksi obat ilegal di perusahannya.

Umurku sudah 23 tahun sekarang tapi,kehidupanku seperti aku masih berumur 12 tahun,banyak masalah yang menimpaku sAat itu,aku hanya bisa bersyukur masih diberikan umur panjang sehingga mendapatkan begitu banyak pelajaran dAri masalah yang aku hadapi.
Kehidupan setiap orang pasti tidaklah mulus,semua orang akan selalu diuji oleh yang kuasa. Namun! Dari ujian tersebutlah tercipta kehidupan yang penuh pelajaran..tinggal seberapa tegar,kuat,dan sabarkah kita menghadapi ujian itu.

Tamat.


Minggu, 19 Juni 2016

Ramadhan Tahun ini

Ramadhan Tahun ini

Berita datangnya bulan ramadhan telah menyebar kesegala penjuru dunia..semua orang tampak bahagia dengan datangnya bulan ramadhan. Tidak terkecuali aku.. Anita..anak berumur 9 tahun yang masih lugu ini, begitu bahagia. Soalnya kata pa ustadz kalau bulan ramadhan itu banyak berkah..banyak pahala..apalagi kalau kita anak yang baik..pasti dapat banyak pahala. Mama bilang aku anak yang bak,berarti pahala aku bakalan banyak dong...hehehehe,oh ya teman kalian puasa tidak?kalau aku tentu puasa,aku sudah bisa puasa sampai magrib lho!kalau kalian gimana?aku harap kalian juga bisa menjalankan puasa sepertiku. Sebaiknya aku bersiap untuk menjalankan ibadah tarawih dimushola dekat rumahku yang terletak di ujung jalan...mushola Al-Muhajirin namanya  "Mama..mukenaku mana sih!"Omelku ketika tidak menemukan mukena di tumpukan mukena mama dan sajadah.

 "Ya disitu..masa nggak ada"jawaban mama yang makin membuat aku kesaL  "Tidak ada mama!"Jeritku  "Tadi abis sholat magrib kamu taruh mana mukenanya?"Tanya mama bingung  "Oh iya baru ku ingat aku masukan ke mesin cuci."Aku tertawa geli karna tingkahku itu,mama hanya menggeleng gelengkan kepalanya, akupun mengambil mukena yang satu lagi didalam lemari di kamar  "Ayo Anita sudah adzan tuh cepat!"Panggil papa dari halaman rumah,aku tergesa gesa sehingga menabrak pintu ketika berlari,kakak, mama, dan papa hanya tertawa geli melihat kejadian itu.
 Usai tarawih aku dan mama pergi ke minimarket untuk membeli stok makanan untuk sahur dan berbuka,tak banyak jenis yang dibeli tapi begitu banyak jumlah bahannya.
 "Mama banyak banget sih!"Keluhku
 "Kan mama yang bawa keranjangnya?" Tanya mama keheranan.
 "Kata pa ustadz kalau nanti makanannya dibuang buang mubazir" jelasku yang sok pintar.
 "Nggak dibuang buang dong sayang kan ini buat stok seminggu!"Jawab mama lembut  "Oh!"Aku hanya ber-oh Keesokannya saat sahur mama masak nuget,dan bakso goreng..ehm... kesukaannku ,aku makan dengan lahap sampai tersendak sendak..papa langsung menyodorkan aku segelas air putih,waktu sahur sudah habis sekarang sudah imsak aku segera sikat gigi lalu wudhu ,sambil menunggu waktu shubuh aku membaca alqur'an. 10 menit berselang adzan shubuh berkumandang,aku dan keluarga pun segera sholat shubuh berjamaah di mushola dalam rumah.
 "Ma aku mau tidur ya."Kataku ketika selesai sholat.
 "Ah!kamu mah tidur mulu!"Ledek kak Nizam yang tengah mengaji.
 "Ngaji ngaji aja!nggak usah ngeledek!"Balasku
  "Yaudah kalau mau tidur"jawab papa lembut,akupun pergi kekaamar,karna semalaman hujan jadi hawanya dingin, aku menutu seluruh tubuhku dengan kain tebal hadiah ulang tahun dari kak Nizam tahun lalu.

Pukul 08.30 aku baru bangun tidur, aduh kesiangan...untung sekolah sudah libur..puasa hari pertama harus semangat!
 "Baru bangun ya!dasar pemalas!"Kak Nizam menjulurkan lidahnya,aku membalasnya juga!
 "Anita bukannya jam 9 kamu harus tadarus bersama dimushola al-muhajirin?"Tanya mama ketika lewat depan kamarku yang pintunya terbuka.
 "Oh iya!aku. Harus bergegas"aduh aku ini pelupa sekali ya!aku harus cepat cepat!pasti yang lain sudah menungguku.
 "Mama aku berangkat!"Teriakku dari depan pintu,akupun berlari menuju mushola itu!dalam wakti 3 menit akhirnya aku sampai,semua tercengang melihatku memakai kerudung.
 "Kamu cantik Anita"puji Gire temanku disekolah.
 "Terimakasih,kamu juga cantik. Kan kita perempuan"baru kali ini aku pakai krudung biasanya aku pakai baju pendek kemana mana,aku hanya menyesuaikan tempat saja,tapi apa aku cantik ya memakai kerudung?
 "Kata bu ustdzah perempuan yang memakai hijab atau menutup aurat akan terlihat lebih cantik!"Sambung Tira,tetanggaku  "Sudah ayo kita mulai saja tadarusnya!"Ajakku  "Audzubillahminas syaitonirrojim bismillahirrohmanirrohim........"
Tadaru dimulai dari fatah,lalu tira lalu aku lalu jeni lalu gire,lalu haniy,yang terakhir endah..terus memutar seperti itu,sampai pukul 12 kami menyudahi tadarus kami lalu menutunya dengan "shodaqallahulazim.."
 "Alhamdulillah 2 juz hari ini"ucap fatah bersyukur..
 "Iya alhamdulillah..anita kamu pakai kerudung ajha mulai dari sekarang, cantikkkkkkk banget tau"ujar haniy lalu pergi dari mushola dengan mengucap salam,kamipun bubar.
Sampai dirumah aku bertanya pada mama
 "Mama apa benar perempuan yang memakai kerudung akan terlihat makin cantik?"Tanyaku  "Tentu!kan menutup aurat itu kewajiban sayang"jawab mama  "Aku ingin pakai kerudung mulai sekarang!boleh?"Taanyaku yang kedua kalinya  "Tentu!malah mama senang,nanti sorekan ada pasar romadhon kamu ikut mama kesana ya!mama mau beliin kamu kerudung dan beberapa baju panjang."Tutur mama halus,wah. Senangnya aku.

Sore harinya aku diajak kepasar,aku memilih beberapa kerudung yang kusuka dan baju muslim yang kusuka juga  "Kau senang?"Tanya mama penasaran  "Sangat !"Seruku bahagia Bedug sudah terdengar,adzan magrib sudah berkumandang,waktu berbuka sudah tiba,hari ini adalah hari pertama yang menyenangkan.
 benar kata ustadz di bulan ramadhan itu penuh berkah  Aku menjalani hari hari ramadhanku seperti biasa hingga tak terasa sudah 30 hari aku berpuasa esok sudah hari raya idul fitri. Aku sudah mempunyai 4 setel baju lebaran,ibu 3 setela,ayah 3 setel,dan kak Nizam 4 setel.
Keesokannya aku,ibu,ayah,dan kak Nizam pergi sholat id bersama,kami sholat id di masjid An-nam di kompleks sebelah.

Alhamdulillah aku bisa menyelesaikan ramadhan tahun ini dengan baik.

PATUH, PEDULI, Dan Baik

PATUH,PEDULI,Dan Baik

Hai namaku Anggraini saputri atau yang biasa disapa putri aku seorang anak Piatu berumur 9 tahun yang sedang mengenyam pendidikan dibangku SD kelas 3, aku sekolah di SDS Unggulan 01 di daerah bogor, aku tinggal bersama ayahku yang bekerja sebagai tukang Pos.
 "Putri... Ayah pulang."Wah ayah ternyata sudah pulang sebaiknya aku segera menyambutnya. akupun segera mengambil segelas air putih didapur lalu memberikannya kepada ayah,setelah itu aku mencium tangan ayah.
 "Ayah kok tumben pulang cepat?"Tanyaku  "Tidak ada surat yang harus diantar lagi."Nada bicara ayah seperti sedang marah, ada kejadian apa sebenarnya?
 "Ayah mengapa ayah marah?apakah aku berbuat kesalahan?"Tanyaku khawatir  "Tidak!"Jawab ayah singkat lalu segera masuk kekamarnya  "Ay..ah..apa ayah marah padaku?"Tanyaku lirih sambil menuju kekamarku.

 Semalaman aku lihat ayah tak bisa tidur ia terus mondar mandir tak jelas diruang tamu,aku mengintipnya dari balik pintu kamarku.
 'Kenapa ya..kok ayah kelihatan resah?'Batinku dalam hati  "Aduh...apa benar yang dikatakan ibu kost tadi...tapi nggak mungkin!Putri nggak mungkin ngelakuin itu!putri anak yang baik nggak mungkin dia mencuri"kata ayah pelan namun terdengar jelas olehku. Aku tersentak kaget. Aku mencuri!!ibu kost!!aku tidak mencuri aku tidak mencuri.
 "Kalau ibunya putri ada pasti dia akan sedih mendengar gosip seperti ini! Sebaiknya aku tidak percaya! Mungkin dia membawa uang dia sendiri,atau uang mainan didepan rumah kost itu!"Ujar ayah sambil menoleh kearah kamarku,aku langsung menutup pintu rapat rapat lalu pura pura tidur.
Aku memang waktu itu membawa lembaran uang didepan rumah kost yang ayah maksud tapi itu adalah uang ku aku bekerja untuk mengumpulkan uang itu...aku menjual kerupuk kewarung warung seperti yang dilakukan almh. Ibu dulu tapi ayah tak boleh tau karna uang itu akan aku belikan hadiah ulang tahun ayah.

 Keesokannya aku enggan menemui ayah aku langsung pergi sekolah tanpa pamitan dulu pada ayah..aku takut ayah masih marah padaku,,disekolah aku melihat seorang anak dengan pakaian lusuh dan tubuh kotor tengah memungut sampah di dekitar sekolah, hatiku iba melihat anak tersebut,aku menghampirinya lalu bertanya  "Apa kamu sudah makan?"
 "Belum"jawab anak itu polos,wajahnya pucat,lalu aku memberikan uang jajanku padanya untuk ia belikan makanan. aku juga meminta dia datang lagi besok kedepan sekolahku dengan waktu yang sama. Aku ingin memberikan beberapa pakaian yang sudah tidak aku pakai tapi masih layak untuk dipakai.

 Sepulang sekolah aku menceritakan kejadian disekolah dan niatku membantu anak tersebut,ayah setuju, oh ya ayah hari ini libur karna ini hari jum'at.
 "Ayah..ayah kenapa kemarin ma..rah?" Tanyaku takut.
 "Tidak ayah cuma sedang lelah saja kemarin,maaf ya"aku tau ayah. Berbohong lagi.
 Sore harinya aku pergi ke rumah bu Siti,aku mengambil krupuk darinya lalu aku order kewarung warung,saat aku ingin kewarung bu Fara aku melihat ayah disana aku bingung apa yang akan kulakukan ayah semakin dekat dengan warung bu fara,aku memutuskan menunggu sampai ayah pergi. Tapi itu tidak mudah aku hampir saja ketahuan oleh ayah untuk saya aku cepat cepat bersembunyi.

 Hari Sabtu,anak itu benar benar datang syukurlah aku senang jika ia datang, aku lalu menyerahkan baju baju tersebut dan sebungkus nasi uduk untuk ia makan,aku senang membantunya!hari ini aku akan mengorder kerupuk siang hari karna ayah sedang kerja jadi aku aman.. Oh ya aku baru ngat hari ini hari terakhirku bekerja ,karna besok ulang tahun ayah aku jadi harus sudah berhenti bekerja..alhamdulillah uangku sudah terkumpul sebesar Rp100.000,00 . Ehm tapi aku akan beli apa ya??? Aha aku punya ide• Baju koko ayah kan sudah pada sobek ,karna tidak ada ibu sekrang jadi tidak ada yang akan menjahit pakaian ayah,aku tidak bisa menjahit,aku jadi beli baju koko dan sarung saja!aku berangkat ke toko makmur yang terletak dipinggir jalan raya dekat rumahku,disana dijual semua perlengkapan sholat dan harganya juga murah tapi kualitasnya tidak diragukan!
Uangku masih ada Rp15.000,00 ,aku belikan peci saja ah..biar jadi lengkap. Alhamdulillah aku sangat bahagia hari ini.

Hari minggu, ayah libur aku memberi suprize kepada ayah aku membuat nasi kuning lalu aku bangunkan ayah tengah malam  "Aduh putri ada apa sih!"
 Aku lalu menyalakn lampu dan menyanyikan lagu happy birthday Aku juga langsung menyerahkan hadiahnya. Ayah terlihat begitu senang.
 "Ayah aku bekerja di rumah bi Siti aku mengorder kerupuk seperti almh. Ibu dulu,ayah jangan marah ya,sekarang sudah tidak kok,nah waktu itu tak sengaja aku membawa uang hasil penjualan kerupuk lewat depan rumah kost. Mungkin ibu kost salah paham"jelasku pada ayah,ayah lalu memelukku erat  "Terima kasih Putri"ayah menangis tersedu,aku juga ikut menangis haru.

TAMAT!!!!!!!


Cerpen Ayah (ade Nina Motong Rambunya Sendiri)

Nina, adalah anak perempuan saya yang ketiga ini menangis ketika saya sama Nino "Anak laki-laki saya yang no 2" hendak pergi ke pangkas rambut, karena saya lihat rambutnya si aa "begitu saya memanggil Nino" sudah kelihatan panjang dan terkesan tampak kusut, ya sudahlah akhirnya saya ajak saya fikir daripada dirumah jadi rewel, pertama-tama yang kami  datangin pangkas rambut yang paling dekat dengan tempat tinggal kami, disamping paling dekat juga harganya juga murah dibandingkan dengan pangkas rambut yang ada disekitaran kami tinggal, mungkin karena pangkas rambut ini hanya sambilan, usaha ia yang dia kerjakan disaat pulang kerja jam 5 sore setiap harinya. Namun sayang sesampainya ditempat pangkas rambut yang saya maksud ternyata tutup, pintu rumahnya juga tutup, sempat saya memperlahan lajur motor saya dengan harapan mungkin tukang pangkas rambutnya mendengarnya, namun suasana tetap sepi tidak ada suara tanda buka pintu sedikitpun pertanda penghuninya ada dirumah. Sepintas lalu saya kembali menarik gas motor saya sambil berfikir manalagi pangkas rambut yang akan kami datangi dan kira-kira tidak begitu antri, karena berhubung hari ini adalah hari minggu biasanya lumayan ramai penghuni perum yang sengaja menyempatkan untuk memotong rambutnya dihari libur seperti ini.

Beberapa saat berlalu ketika kami melewati seorang tukang odong "biasa kami menyebutnya dengan sebutan yang sudah familiar untuk sebuah sepeda rakitan dilengkapi dengan beberapa replika dari kuda, motor atau sejenis mobil-mobilan" biasa digerakkan dengan dikayuh ataupun cuma berbentuk gerobak dengan berbagai macam miniatur sebagai perlengkapan  untuk anak-anak naik. Melihat ada odong-odong Nina kontan teriak "Ayah naik odon-odon!.." begitu celetukan dia dengan suaranya yang masih cadel, usianya saat ini baru dua tahunan, tapi saya jawab "entar dulu ya de!, entar kita pulang baru naek odong-odong, sekarang potong rambut aa dulu!.." begitu bujuk saya supaya Nina tidak nangis dan memaksa untuk turun dari motor buat naik odong-odong. Akhirnya Nina pun mau menuruti bujukan saya dan tidak memaksa naik odong-odong walaupun dengan suara masih merengek "nanti naik odon-odon" begitu rengek dia. "Ia sayang entar pulang potong rambut" jawab saya, enggak terasa kami pun sampai ditempat pangkas rambut yang dituju. Alhamdulillah kayaknya tidak begitu antri suasananya, hanya ada satu orang yang sedang dipotong rambutnya. Sayapun menurunkan aa dan Nina yang spontan saja dua-dua lari kedalam pangkas rambut, setelah nyetandarin motor saya juga segera menyusulnya kedalam, didalam kami menunggu orang yang dipangkas selesai di bangku panjang,didepan ruangan terdapat sebuah televisi mini yang sedang dinyalakan.

Tak lama kemudian orang tersebut selesai dipangkas rambutnya,saya pun mendudukan aa di kursi depan kaca pemangkas rambut. Usai memotong rambut kami pulang,di perjalanan tanpa sengaja kami melihat odong" yang sama ketika kami berangkat tadi, nina yang masih ingat ingin naik odong odong pun spontan teriak! "Ada odon-odon"karna sudah menjanjikan saya pun menaikannya odong" tersebut,cukup lama waktu naik odong"nya hingga aa lelah menunggu nina yang sedang naik odong odong, alhasil nina diturunkun lalu kami pulang.
Sampai dirumah,nino langsung mandi, sedangkan nina langsung menyalakan TV yang baru saja dimatikan oleh ibunya. Sayapun pergi kebelakang untuk tiduran dikasur , beberapa menit kemudian ketika saya,istri,aa,dan kakaknya sedang berkumpul dikamar belakang,nina datang "ayah" begitu teriaknya "coba de liat rambutnya"pinta ibunya ketika melihat. Poni rambut nina yang tidak rata,ninapun jalan mendekati ibunya.

"Adek potong rambut sendiri ya?koq nggak rata poninya?"Tanya ibunya "Iya."Jawab nina cepat,semua tertawa geli mendengarnya,ternyata nina memotong rambutnya sendiri dengan gunting yang terdapat di meja depan, shehingga poninya tidak rata