Prolog:
Namaku Nirma Ayu rahmawati,umurku 12 tahun, aku tinggal di Jakarta,aku anak pertama dari 3 bersaudara,aku mempunya adik bernama,Hira,dan Teri, aku tengah duduk dibangku sekolah dasar negri Jakarta 01 Mentari.
-----------------------------------------------------------Pagi ini aku terbangun pukul 05.00, aku yang masih setengah sadar langsung pergi kekamar mandi lalu mandi...berpakaian rapih untuk sekolah,setelah itu sholat shubuh lalu sarapan,tiba tiba aku tersadar! 'Oh ya ini baru jam berapa'aku baru ingat ini baru jam 5 pagi biasanya aku hanya wudhu lalu sholat setelah itu nonton TV,tapi karna masih setengah sadar ya aku seperti orang linglung melakukan semua ini,awalnya aku berniat ingin mengganti pakaianku dengan blush dulu tapi kupikir itu hanya akan mengotori baju saja,lagi pula hanya menunggu 1 1/2 jam saja untuk pergi kesekolah.
"Loh kamu sudah rapih nirma?"Tanya papa yang baru selesai sholat shubuh "Iyalah papa kalau nanti nanti takut kesiangan"aku nyengir menyembunyikan kekonyolan yang aku lakukan.
"Kakak sudah rapih memang mau berangkat jam berapa?"Tanya adikku teri "biar nggak telat!"Ketusku!usai sarapan akupun menonton TV ibu dan adikku Hirapun menanyakan hal yang sama,aku juga hanya menjawab dengan kalimat yang sama.
Pukul 06.30 aku berangkat kesekolah menaiki sepedah lipat,karna sekolahku tidak begitu jauh,hanya butuh waktu 10 menit untuk sampai disekolah.
Setelah memakirkan sepedaku aku langsung masuk kekelas dimana teman temanku sudah berkumpul.
"Hello Friend"sapa kedua sahabatku, Rere dan Gita,kami bersahabat sejak kami duduk dibangku kelas 3 SD,berhubung saat aku pindah kesini aku belum punya teman. kami juga membentuk persahabatan bernama Nireta (Nirma,rere,gita)nama itu diambil dari umur yang paling tua menurut bulan,karna kita lahir ditahun yang sama 2004 "Hello"balasku seraya tersenyum pada mereka "Kamu sudah tau sesuatu belum?" Tanya Gita sambil menaikan alisnya "Belum!"Jawabku penasaran.
"Katanya........besok ada ulangan harian!"Ujar Rere sambil mencubit pipi cabyku ini "Au!benarkah?????"Hatiku sudah was was saja jika mendengar kata ulangan.
"Iyalah,kita ini kan kelas 6 masa sama ulangan masih takut!"Ledek Gita sambil tersenyum jahat kepadaku "Memangnya kamu tidak takut!" Sekarang keadaan berbalik gita dan rere menggigit bibir kuat kuat, sepertinya mereka lebih was wass dariku.
"Rencana kamu mau lanjut kemana lulus dari sd?"Terdengar pembicaraan Geng TaNiRaJa atau Tata, Nina,Rani,dan Jafi
"Kalau aku insyaallah mau lanjut ke SMPN 02 Jakarta"jawab Nina ambisius. "Hay Nireta.."Sapa rani ketika melihat Nireta tengah duduk dibangku panjang taman sekolah
"Hay juga Taniraja"balas Rere dengan senyuman manisnya.
"Kalian rencananya mau lanjut kemana kalau lulus nanti?"Tanya Tata sang ketua genk "Kalo aku sih MTSN 01 Jakarta" jawabku disertai anggukan dari Gita "Kalau aku akan pindah ke Semarang"rere tertunduk sedih.
"Loh!"Kagetku dan Gita saat rere mengatakan ia akan pergi kesemarang dan pesantren disana, rere itu yang paling susah dihubungi nomornya,kami nggak ingin aja lost contact gitu.
Keesokannya saat ulangan harian tiba kami siswa siswi SDN Jakarta 01 mentari diminta memasuki ruangan sesuai abjad Nireta yang hurufnya berbeda bedapun kecewa karna harus berpisah,walau hanya 3 hari,tapi tidak bersama didalam kelas itu sepertinya kangen banget.
*************************************
Syukurlah 3 hari telah berlalu Nireta akhirnya kembali bersatu lagi,tapi tak lama lagi aku hanya akan sekelas dengan Rere,karna Seminggu lagi UN akan tiba,dan No. Peserta Gita sangat berbeda jauh denganku dan Rere,kami hanya mengharap hasil yang terbaik dari UN tahun ini,setelah un selesai aku akan mengadakan perpisahan ke Bogor pertama kami akan ke taman bunga lalu menginap diVilla Sukanagalih,cipanas,bogor,kami para wanita juga diwajibkan memakai kebaya saat acara resmi."Kita harus yakin kita pasti bisa!" semangat Nireta tidak akan pernah pudar walau kami tidak bersama Tak terasa hari hari berlalu begitu cepat. seminggu sudah berlalu lalu Un sudah selesai,yang kami tunggu tunggu akhirnya tiba juga,Tour!
Semua keprluan sudah kusiapkan esoknya aku hanya tinggal berangkat saja,namun aku juga sedih karna harus berpisah dengan Rere setelah ini.
Esoknya,kami semua berangkat menaiki bus Pariwisata,nireta duduk dibangku berjajar,kami mendengarkan musik bersama,bercerita bersama,tertawa bersama,makan camilan juga bersama.
Hingga kami tiba di taman bunga untuk membuka perbekalan kami,setelah itu kami bermain beberapa games nireta mendapat bagian games tebak gaya,aku yang memperagakan,gita yang memegang kalimatnya,dan Rere yang menebak, kalimatnya adalah jatuh pingsan , berkali kali aku memperagakan tap rere baru bisa menjawab setelah peragaan yang ke 4 untung kami bisa menang dengan keluan sebagai juara ke 2.
Kami lalu melanjutkan perjalanan ke villa sukanagalih,malam ini kami menginap disana,banyak kejadian lucu ketika kami disana,seperti menkakut nakuti teman sevilla.
Keesokannya kami semua berpakaian rapih,perempuan memakai kebaya,laki laki memakai kemeja berdasi hitam.
Acara demi acara dilalui,kami seisi ruangan menangis haru ketika kata mutiara perpisahan dibacakan oleh bu Hera,guru kami,setelah itu bersalaman dengan guru guru,berat rasanya meninggalkan Sd yang telah mendidik kami,kami dipeluk oleh wali kelas kami ,kami meminta maaf kepada mereka jika kami mempunyai salah,kami semua menangis,lalu aku dan nireta berpelukan dengan menangis haru.
Sepulang dari Cipanas aku segera beristirahat.
Seminggu lagi sudah masuk bulan ramadhan ,jadi sejolah sudah libur, banyak orang yang telah pulang kampung,termasuk Rere,terakhir aku melihat Rere saat kami berpisah di Kecamatan,tepatnya saat pulang dari Cipanas disana ia tersenyum manis sekali .
3 hari setelah aku berpisah dengan Rere rasanya hatiku sangat rindu pandanya,saat itu aku menelfon Gita "Halo.."Suara lirih seperti orang menangis,tak asing lagi ini suara tante gita yang tinggal bersama gita "Halo,gita ada,aku sahabatnya"
"Git..gita..hiks..hiks..hiks..telah.,... tiada"kalimat yang menusuk hatiku "Bbbbbenarkah?jangan bohong!"
"Benar,ia kecelakaan saat ingin pulang dari kecamatan."
"Senyuman terakhir seorang sahabat" ia juga memberikan senyuman termanisnya saat itu seperti ia tau bahwa ia akan pergi juga saat itu