Sabtu, 06 Agustus 2016

HANYA DONGENG

HANYA DONGENG

"Kau anakku kau harus menurut denganku"
"Tidak lebih baik aku bunuh diri" dengan pisau ditangannya sirina berniat bunuh diri lantaran dipaksa untuk menikah oleh ayahnya

------------------------------------------------------------
 Kulihat jam dinding yang terdapat di atas tv,sudah menunjukan pukul 21.00 WIB, aku yang buntu ide memutuskan untuk menyimpan lanjutan cerpenku di Microscof Office dilaptopku,kututup juga laptopku dan segera aku mencuci tangan dan kakiku lalu tidur.
 Pagi ini begitu sepi penumpang kereta, hanya ada mungkin sekitar 14 orang, aku duduk bersama Fifi temanku, aku menengok kearah jendela sebelah kanan, kulihat disana ada seorang gadis remaja yang duduk sendiri dengan pisau ditangannya, aku yang merinding langsung melihat kearah fifi yang ternyata sedari tadi berusaha bicara denganku.
 "Sofi! Kamu dengar nggak sih"
 "Ha?apa?"
 "Tuh kan, aku tanya ada pr nggak?"
 "Iyyya ngg..ngak ada"

Pada jam istirahat aku pergi ke perpustakaan untuk membaca buku, disana aku langsung tertuju pada buku berjudul 'Hanya Dongeng' kuambil buku itu dan langsung membaca sinopsisnya yang terdapat dibelakang buku itu, ada sebuah tulisan yang membuatku sedikit bingung : Jika Kamu Buat Cerita Selesaikanlah Atau Rasakan Akibatnya:
 "Apa maksud kata kata ini?"Tanyaku pada diriku sendiri  "Doooorr"
 "Huwaaaa"Fifi mengagetkanku, kebiasaan yang susah untuk dihilangkan darinya  "Heheheheh"
 "Ikh!kebiasaan untung saja aku tidak punya serangan jantung"
 "Maaf ya"muka fifi tampak memelas, namun aku tak perduli aku pergi begitu saja, sambil masih memikirkan kalimat dalam buku itu.
 Setelah memikirkan lanjutan untuk cerpenku dan tidak dapat menemukan ide akupun berniat untuk segera tidur, namun ternyata aku lupa menutup jendela kamarku, saat aku hendak menutupnya aku merasa seperti ada angin kencang melewati jendela, seperti ada banyangan yang berlalu begitu cepat.
 "Mungkin hanya firasatku"batinku dalam hati, selepas menutup jendela aku kembali kekasurku,namun "Aaaaaaaaaa"betapa terkejutnya aku didepanku ada sosok perempuan yang kulihat dikereta tadi pagi, anak itu begitu seram sehingga membuat tubuhku merinding.
 "Ssss-siapa kamu?"
 "Apa kamu tidak tahu siapa aku?"
 "Sss-siiiiapa kaaamu!"
 "Aku adalah imajinasimu"
 "Apa maksudmu!"
 "Kau yang ciptakan dan munculkan aku"
 "Aku tak mengenalmu!"
 "Kau menciptakanku untuk menjadi tokoh utama dalam cerpenmu yang sialan itu! Aku terjebak disana! Aku tersiksa!cepat selesaikan cerpenmu, atau kau yang kubunuh!"
 Sekejap kemudian perempuan terseburt hilang entah kemana, aku yang masih ketakutan langsung melompat ke atasd kasur dan tidur .
Pagi harinya.. Ketika aku terbangun didepan mataku sudah ada sheila, keponakanku yang umurnya beda setengah tahun dariku, ia tampak tengah mengotak atik laptopku.
 "Sheila!!!"
 "Ih Sofia!!ganggu!eh ya cerpen ini bagus kenapa nggak dilanjutin?"
 "Buntu ide!"Jawabku singkat lalu aku segera pergi untuk mandi,didepan pintu kamar sheila meneriakiku.
 "Hoy!"
 Aku hanya menoleh dan diam sekejap.
 "Biar aku yang lanjutkan cerpenmu!" Sheila juga penggemar cerpen dan hobbi menulis cerpen, banyak cerpennya yang dikirim kepadaku, begitu juga sebaliknya,tak jarang cerpenku yang belum selesai ia yang melanjutkannya,tapi aku takut sheila mengalami kejadian sepertiku.
 "Terserah!tapi jangan kau hentikan cerpen itu sebelum selesai!"
 "Baik" sheila segera mengeluarkan plasdisknya lalu mengcopy cerpenku dan segera menaruh laptopku, rumahnya yang tak begitu jauh dari sini membuatnya sering bolak balik kesini.

"Triiiinging nging nging"ponselku berbunyi, saat kulihat ternyata sheila yang menelfonku.
"Halo"
"Sofia!!"
"Apa sih,koq kayaknya ketakutan"
"Sofia tokkkk-tokoh cccerpenmu"
"Apa dia muncul,seorang perempuan"
"Bbukan, laki laki, yang menjadi ayah dalam cerpen itu! Dia mengancamku! Aku begitu takut"
"Memang..kau buat bagaimana?"
"Aku buat ia jatuh dari atap,lalu aku kehabisan ide!"
"Ha::hapus cerpen itu"
"Bbbaik"
Akupun ikut mencut cerpen itu dari laptopku, sekarang aku baru paham arti dari kalimat dalan buku itu!: Jika Kamu Buat Cerita Selesaikanlah Atau Rasakan Akibatnya:


TAMAT

Minggu, 31 Juli 2016

The Problem is my Best Friend

The Problem is my Best Friend

Namaku Vinny puspa rani atau yang biasa disapa Vinny,aku tinggal seorang diri disebuah rumah kecil sederhana peninggalan paman dan bibiku, mungkin kalian akan berrfikir umurku sudah 20 tahun keatas sehingga berani tinggal sendiri, tapi itu salah umurku yang baru 12 tahun ini sudah dipaksa takdir untuk hidup sendiri, kalian pasti bertanya tanya. Kemana orang tuaku?mengapa bisa begini? Apa yang terjadi?. cerita hidupku sungguh rumit dan panjang sehingga tidak tahu harus mulai dari mana, yang jelas keluargaku hancur berantakan, lain kali aku akan ceritakan, tapi sekarang aku sudah tidak ada waktu lagi aku harus segera pergi menjual kerupuk yang kuambil dari tetanggaku bu sunah, ya aku harus mengelilingkan atau lebih tepatnya menjajakan kerupuk dipinggir jalan raya didekat rumahku.

 Sore ini ketika selesai menjual kerupuk aku merenung didepan jendela kamar, aku baru teringat aku berjanji untuk menceritakan perjalanan hidupku yang panjaaaaang...............
sekali, cerita ini dimulai dari 10 tahun yang lalu, saat itu umurku 2 tahun, saat itu keluargaku sangat kacau, cek cok orang tua seperti makanan sehari hari bagiku,entah siang entah malam semua bentakan, hinaan, makian,dan celoteh tanpa ujung terdengar ditelingaku, aku beruntung saat itu aku belum mengerti apa-apa, kalau tidak mungkin kepalaku sudah terbelah, saat itu paman dan bibi yang mengetahui kondisiku langsung membawaku diam diam ketika orang tuaku bekerja, waktu itu aku diasuh oleh tetanggaku,tetanggaku menyerahkanku karna ia juga mencemaskan keadaanku karna ia tahu kondisiku,pertengkaran orang tuaku,dan ia takut masa depanku hancur , namun papa dan mama tak ambil pusing masalah ini, mereka tak mencariku ataupun mengabariku, yang mereka tahu aku baik baik saja, bertahun-tahun kehidupanku berlalu tanpa mengetahui kondisi orang tuaku,ketika umurku 6 tahun aku mulai bertanya hal-hal aneh kepada bibi dan pamanku,namun saat itu satu yang kutau paman dan bibiku adalah orang tuaku, karna mereka tak mau memberi tahuku yang sebenarnya aku memutuskan untuk mogok makan, minum, dan belajar, walau aku tahu itu hanya akan membuatku sakit,tak lama setelah itu paman berjanji akan mengatakan semuanya ketika umurku sudah 7 tahun,akupun menunggu selama 1 tahun lagi.


Ketika umurku telah mencapai 7 tahun, paman menepati janjinya kepadaku, aku yang tergolong masih muda saat itu syhok mendengar semua kenyataan tentang kehidupanku,namun bibi bilang padaku menyerah tidak akan membuahkan hasil justru akan memperburuk keadaan,sejak saat itu aku mencoba untuk tegar,tak sampai disitu ketika aku beranjak dewasa tepatnya berumur 10 tahun paman dan bibi mengalami kecelakaan ketika baru pulang berpergian, betapa sedihnya aku ketika itu, aku harus hidup sendiri sekarang, aku bertanya kepada tuhan kenapa masalah seolah bersahabat sekali denganku.

"Vinny!!!"Tanpa sadar tetanggaku ibu sunah meneriakiku dari luar. Aku menoleh keluar jendela "lihat ada asap dari jendela belakang rumahmu!"Teriak ibu sunah lagi, aku lari tergopoh gopoh menuju dapur, aku baru teringat aku sedang merebus air dikompor, aku meninggalkannya begitu lama,lap yang berada didekat panci terbakar dan menimbulkan api, lama lama..api makin membesar, aku segera menuju kamar mandi mengambil lap basah dan ember kusiram apinya dan kulemparkan lap basah keatas kompor, syukurlah api padam,namun beberapa peralatan terbakar begitu juga sebagian tembok dapurku. ibu sunah datang menghampiriku "Vinny kau harus menemukan orang tuamu! Kau tak bisa hidup sendiri seperti ini lagi"ucapan ibu sunah membuat hatiku pilu.

"Aku tidak tahu harus cari kemana? Bahkan wajah mereka saja aku tidak tahu, yang jelas aku selalu mendoakan mereka baik baik saja dimanapun mereka berada"begitu jawabanku.
"Vinny diusiamu yang masih belia ini?"
"Ibu sunah apapun yang terjadi semata mata itu cobaan dari allah"
"Vinny..saya kagum sama kamu! Kamu masih muda tapi cara berfikir kamu!!!"
"Saya begini karna keadaan"
"Vinny sayakan tidak mempunyai anak, kalau kamu mau,kamu bisa anggap saya ibu kamu,lagi pula saya juga tinggal sendiri"
"Benarkah." Ibu sunah hanya mengangguk setelah jawabanku itu, sejak hari itu aku tinggal bersamanya dengan status anak angkat,aku bahagia sekali telah dikirimkan malaikat sebaik ibu sunah.

Hari demi hari berlalu.. Sekarang usiaku 17 tahun. Ibu sunah mengadakan pesta sweth seventeenku dirumahnya,acara yang begitu meriah hanya untukku..wow.. Aku belum pernah mendapatkan yang seperti ini.
 "Trimakasih ibu"
 "Vinny apa sih yang ga buat kamu.."
"Uhuk..uhuk..uhuk"batuk ibu sunah semakin parah  "Ibu kenapa"aku berlari membawakan segelas air putih, kelihatannya ibu sunah sedang sesak nafas, akupun segera membawanya ke rumah sakit terdekat.
Disana aku ditemani saudara ibu sunah yang tinggal dibelakang gang rumahku.
2 jam kemudian dokter keluar dari ICU, dan 1 kalimat yang membuat hatiku jatuh, :"maaf,tapi kami sudah berusaha sebaik mungkin":, isak tangis pecah memenuhi rumah sakit harapan Ulya, "Mmmm......Vinny ada titipan surat dari ibu sunah"ibu hida saudara ibu sunah memberikan sepucuk surat bertuliskan nama ibu sunah di pojok kirinya,aku membuka dan membaca surat itu.

#######################
 Vinny ku sayang.. Maafkan ibu sunahmu ini ya, atas semua kebohongan yang terjadi.
Sekarang ibu hanya bisa jujur, bahwa sebenarnya ibu ini adalah orang tua kandungmu. Ibu Fitri, ibu pindah 1 tahun yang lalu kesana setelah papa meninggal terkena serangan jantung, maaf mama baru bisa jujur, kami hanya ingin yang terbaik untukmu, maafkan perilaku kami, vinny mama baru jujur karna mama takut kamu menghindar dari mama yang tak pernah memperdulikanmu vinny, sekian surat terakhir mama, tegar ya sayang saudaramu akan ada mendampingimu"ibu sunah""vinny"

#######################
"Apa ini....apa ini!!!!!!!!!tidak!!!!"
"Sabar vinny semua ini cobaan, sekarang aku ada untukmu"
"Masalah yang sudah tidak bisa kutahan lagi"
"Vinny ingat pesan mamamu! Tegar! Masalah akan selesai jika kita menghadapinya dengan tegar"
"Aaaaaaaaaaaa..........mama"teriakanku membuat semua orang yang berlalu lalang menatapku iba.
Pesanku untuk kalian.. Janganlah cepat menyerah dengan suatu permasalahan yang menimpa karna allah akan selalu ada untuk orang yang sabar.

Tamat#*#*


Minggu, 26 Juni 2016

Senyuman terakhir seorang sahabat


Prolog:

Namaku Nirma Ayu rahmawati,umurku 12 tahun, aku tinggal di Jakarta,aku anak pertama dari 3 bersaudara,aku mempunya adik bernama,Hira,dan Teri, aku tengah duduk dibangku sekolah dasar negri Jakarta 01 Mentari.

-----------------------------------------------------------
 Pagi ini aku terbangun pukul 05.00, aku yang masih setengah sadar langsung pergi kekamar mandi lalu mandi...berpakaian rapih untuk sekolah,setelah itu sholat shubuh lalu sarapan,tiba tiba aku tersadar! 'Oh ya ini baru jam berapa'aku baru ingat ini baru jam 5 pagi biasanya aku hanya wudhu lalu sholat setelah itu nonton TV,tapi karna masih setengah sadar ya aku seperti orang linglung melakukan semua ini,awalnya aku berniat ingin mengganti pakaianku dengan blush dulu tapi kupikir itu hanya akan mengotori baju saja,lagi pula hanya menunggu 1 1/2 jam saja untuk pergi kesekolah.
 "Loh kamu sudah rapih nirma?"Tanya papa yang baru selesai sholat shubuh  "Iyalah papa kalau nanti nanti takut kesiangan"aku nyengir menyembunyikan kekonyolan yang aku lakukan.
 "Kakak sudah rapih memang mau berangkat jam berapa?"Tanya adikku teri  "biar nggak telat!"Ketusku!usai sarapan akupun menonton TV ibu dan adikku Hirapun menanyakan hal yang sama,aku juga hanya menjawab dengan kalimat yang sama.
 Pukul 06.30 aku berangkat kesekolah menaiki sepedah lipat,karna sekolahku tidak begitu jauh,hanya butuh waktu 10 menit untuk sampai disekolah.
 Setelah memakirkan sepedaku aku langsung masuk kekelas dimana teman temanku sudah berkumpul.

 "Hello Friend"sapa kedua sahabatku, Rere dan Gita,kami bersahabat sejak kami duduk dibangku kelas 3 SD,berhubung saat aku pindah kesini aku belum punya teman. kami juga membentuk persahabatan bernama Nireta (Nirma,rere,gita)nama itu diambil dari umur yang paling tua menurut bulan,karna kita lahir ditahun yang sama 2004  "Hello"balasku seraya tersenyum pada mereka  "Kamu sudah tau sesuatu belum?" Tanya Gita sambil menaikan alisnya  "Belum!"Jawabku penasaran.
 "Katanya........besok ada ulangan harian!"Ujar Rere sambil mencubit pipi cabyku ini  "Au!benarkah?????"Hatiku sudah was was saja jika mendengar kata ulangan.
 "Iyalah,kita ini kan kelas 6 masa sama ulangan masih takut!"Ledek Gita sambil tersenyum jahat kepadaku  "Memangnya kamu tidak takut!" Sekarang keadaan berbalik gita dan rere menggigit bibir kuat kuat, sepertinya mereka lebih was wass dariku.
 "Rencana kamu mau lanjut kemana lulus dari sd?"Terdengar pembicaraan Geng TaNiRaJa atau Tata, Nina,Rani,dan Jafi
 "Kalau aku insyaallah mau lanjut ke SMPN 02 Jakarta"jawab Nina ambisius.           "Hay Nireta.."Sapa rani ketika melihat Nireta tengah duduk dibangku panjang taman sekolah
 "Hay juga Taniraja"balas Rere dengan senyuman manisnya.
 "Kalian rencananya mau lanjut kemana kalau lulus nanti?"Tanya Tata sang ketua genk  "Kalo aku sih MTSN 01 Jakarta" jawabku disertai anggukan dari Gita  "Kalau aku akan pindah ke Semarang"rere tertunduk sedih.

 "Loh!"Kagetku dan Gita saat rere mengatakan ia akan pergi kesemarang dan pesantren disana, rere itu yang paling susah dihubungi nomornya,kami nggak ingin aja lost contact gitu.
Keesokannya saat ulangan harian tiba kami siswa siswi SDN Jakarta 01 mentari diminta memasuki ruangan sesuai abjad Nireta yang hurufnya berbeda bedapun kecewa karna harus berpisah,walau hanya 3 hari,tapi tidak bersama didalam kelas itu sepertinya kangen banget.

*************************************

Syukurlah 3 hari telah berlalu Nireta akhirnya kembali bersatu lagi,tapi tak lama lagi aku hanya akan sekelas dengan Rere,karna Seminggu lagi UN akan tiba,dan No. Peserta Gita sangat berbeda jauh denganku dan Rere,kami hanya mengharap hasil yang terbaik dari UN tahun ini,setelah un selesai aku akan mengadakan perpisahan ke Bogor pertama kami akan ke taman bunga lalu menginap diVilla Sukanagalih,cipanas,bogor,kami para wanita juga diwajibkan memakai kebaya saat acara resmi.
 "Kita harus yakin kita pasti bisa!" semangat Nireta tidak akan pernah pudar walau kami tidak bersama Tak terasa hari hari berlalu begitu cepat. seminggu sudah berlalu lalu Un sudah selesai,yang kami tunggu tunggu akhirnya tiba juga,Tour!
Semua keprluan sudah kusiapkan esoknya aku hanya tinggal berangkat saja,namun aku juga sedih karna harus berpisah dengan Rere setelah ini.

Esoknya,kami semua berangkat menaiki bus Pariwisata,nireta duduk dibangku berjajar,kami mendengarkan musik bersama,bercerita bersama,tertawa bersama,makan camilan juga bersama.
Hingga kami tiba di taman bunga untuk membuka perbekalan kami,setelah itu kami bermain beberapa games nireta mendapat bagian games tebak gaya,aku yang memperagakan,gita yang memegang kalimatnya,dan Rere yang menebak, kalimatnya adalah jatuh pingsan , berkali kali aku memperagakan tap rere baru bisa menjawab setelah peragaan yang ke 4 untung kami bisa menang dengan keluan sebagai juara ke 2.

Kami lalu melanjutkan perjalanan ke villa sukanagalih,malam ini kami menginap disana,banyak kejadian lucu ketika kami disana,seperti menkakut nakuti teman sevilla.
Keesokannya kami semua berpakaian rapih,perempuan memakai kebaya,laki laki memakai kemeja berdasi hitam.

Acara demi acara dilalui,kami seisi ruangan menangis haru ketika kata mutiara perpisahan dibacakan oleh bu Hera,guru kami,setelah itu bersalaman dengan guru guru,berat rasanya meninggalkan Sd yang telah mendidik kami,kami dipeluk oleh wali kelas kami ,kami meminta maaf kepada mereka jika kami mempunyai salah,kami semua menangis,lalu aku dan nireta berpelukan dengan menangis haru.

Sepulang dari Cipanas aku segera beristirahat.
Seminggu lagi sudah masuk bulan ramadhan ,jadi sejolah sudah libur, banyak orang yang telah pulang kampung,termasuk Rere,terakhir aku melihat Rere saat kami berpisah di Kecamatan,tepatnya saat pulang dari Cipanas disana ia tersenyum manis sekali .
3 hari setelah aku berpisah dengan Rere rasanya hatiku sangat rindu pandanya,saat itu aku menelfon Gita  "Halo.."Suara lirih seperti orang menangis,tak asing lagi ini suara tante gita yang tinggal bersama gita  "Halo,gita ada,aku sahabatnya"
 "Git..gita..hiks..hiks..hiks..telah.,... tiada"kalimat yang menusuk hatiku  "Bbbbbenarkah?jangan bohong!"

 "Benar,ia kecelakaan saat ingin pulang dari kecamatan."
 "Senyuman terakhir seorang sahabat" ia juga memberikan senyuman termanisnya saat itu seperti ia tau bahwa ia akan pergi juga saat itu

Jumat, 24 Juni 2016

Kehidupan 17 Tahun Yang Rumit

Kehidupan 17 Tahun Yang Rumit

Wajah cantik,halus,dan putih tampak begitu bahagia tengah meminum koffi dikedai pinggir jalan,sayang..ia hanya duduk sendiri disana,tiada teman atau sahabat yang menemaninya.
 "Dek.."Seorang gadis remaja pelayan kedai menepuk pundaknya.
 "Ah!oh rupanya kamu,ini uangnya"Gadis itu terkejut,setelah membayar koffinya gadis itu pergi, ternyata namanya Aini,ia gadis berumur 12 tahun yang tinggal 10 M jauhnya dari kedai tersebut. Ia seorang gadis cantik,pintar,berbakat,,tapi tak dapat penuh kasih sayang,ayah dan ibunya  telah berpisah sejak ia berumur 4 tahun lalu ,ayahnya menikah lagi setelah 2 tahun lamanya menduda, aini tinggal bersama ayahnya,ia bahkan tak tahu ibunya dimana. Ibu tiri aini sangat menyayangi aini karna tak punya anak kandung.
 "Aini!"Panggil ibu tirinya.
 "Ada apa bu?"Tanya aini lesu.
 "Kamu dari mana?"Tanya ibu tiri aini sambil menepuk pundak aini,ibunya slalu berkomentar ini itu tentang teman aini,itu sebabnya aini jarang punya teman.
 "Kedai koffi."Jawab aini lalu pergi kedalam rumah.
 "Kamu pergi sama siapa?"Tanya ibu tiri aini lagi,aini menghentikan langkahnya sejenak namun diam tak berkata,tak lama ia kembali berjalan masuk kerumah. Aini sangat rindu ibunya, ia bingung,ia tak tau kenapa ayah dan ibunya berpisah. ayahnya hanya bilang ada masalah yang tidak dapat diselesaikan lagi,ketika aini betanya soal perceraian mereka,aini dan ibunya bahkan lost contact,yah begitulah nasib aini.

Keesokannya..

Dipagi hari yang cerah di bawah langit biru yang indah aini berjalan dipinggir trotoar..ia tengah menuju kesekolah. Aini yang hanya pergi sendiri selalu merasa was was dijalan raya seperti ini,pikirannya melayang membayangkan hal aneh terjadi. Tepat didepan kedai koffi yang sama ketika ia duduk meminum koffi kemarin ia berhenti iya melihat seorang wanita didalam kedai koffi yang sangat mirip ibunya,namun ketika ia ingin menghampirinya ada seseorang menyambit tangannya dan menyeretnya pergi jauh dari sana, ia menoleh kearah orang itu.
 "Ih Erna!apa sih!"bentak aini,erna adalah teman aini yang satu sekolah bahkan satu bangku ketika duduk dikelas,itulah awal mula pertemanan mereka.
 "Lihat sekarang sudah jam berapa kamu mau terlambat!"Ujar erna yang berjalan didepan aini. Aini melirik jam tangan hijaunya. Sekarang sudah pukul 06.20 10 menit lagi ia akan terlambat,sekarang posisi terbalik aini yang berjalan didepan Erna sambil menyeret tangan erna ,aini dan erna melesat cepat menuju sekolah.

Pulang sekolah Aini berniat pergi kekedai koffi yang terletak dipinggir jalan tersebut,ia melihat wanita itu lagi disana,kali ini ia melihat jam terlebih dahulu ,ia takut pulang terlambat,saat jam pulang masih lama ia segera masuk kedalam kedai koffi yang dimaksud.
 "Permisi,boleh saya duduk disini bu?"Tanya Aini sopan  "Silahkan nak."Jawab ibu itu,lalu aini memesan secangkir koffi,agak lama ia berbincang dengan ibu itu,namun tiba tiba ibu itu bicara  "Kamu sangat mirip dengan anakku."Katanya lembut  "Benarkah?ibu juga sangat mirip dengan ibuku." Kata aini semangat  "Ibumu sekarang dimana?"Tanya ibu itu,wajah aini berubah menjadi sedih.

 "Ibuku telah berpisah dengan ayahku sejak umurku 4 tahun,aku tinggal bersama ayahku dan istri barunya."Jelas aini dengan mata tertunduk.
 "Jangan sedih."Hibur ibu itu.
 "Ibu sendiri anaknya kemana?"Aini tersenyum  "Anak ibu tinggal bersama ayahnya, kami sudah lost contact,padahal ayahnya yang salah,ayahnya anak ibu yang mulai pertengkaran kami duluan,tapi anak kami yang jadi korban."Ibu yang duduk didepan aini meneteskan air mata,itu membuat aini ikut menangis mendengar kisahnya, ia merasa nasibnya dan ibu itu sama,setelah itu aini pamit pulang,ia menghapus air matanya dengan tangan halusnya.
 "Aku pulang"kata aini saat sampai dirumah.
 "Kamu sudah pulang. mandi dulu sana" perintah ibu tiri aini  "Ayah mana?"Tanya aini.
 "Sedang pergi."Jawab ibu tiri aini singkat, aini masih memikirkan wanita yang tadi bicara dengannya,ia mempunyai firasat yang kuat, entahlah ketika bersamanya aini merasa nyaman sekali,seperti ia tengah mengobrol dengan ibunya.

Hari hari berlalu,setiap pulang sekolah aini selalu mampir kekedai koffi dipinggir jalan itu untuk bertemu wanita yang mirip ibunya itu,ia semakin dekat dengan wanita itu,Tak terasa 1 tahun telah berlalu,hingga suatu hari terungkaplah kebenaran tentang wanita tersebut,wanita tersebut adalah ibu kandung aini yang selama ini telah lost contact dengannya,itu semua berawal ketika aini mengajaknya kerumahnya,disana wanita itu bertemu ayah aini lalu mengatakan kepada aini,akulah ibumu,dia ayahmu!kata kata itu membuat hati aini begitu bahagia,dan kenyataan itu terungkap tepat diumur ke 13 aini,baginya itu kado ulang tahun luar biasa dalam hidupnya,ia sekarang tinggal bersama ibunya,ayahnya memarahi aini karena terus bertemu dengan ibu kandungnya tersebut.

Bertahun tahun berlalu dengan cepat,banya perubahan yang terjadi,masalah masih belum selesai,aini harus kembali tinggal bersama ayahnya diumur 17 tahun,ibunya meninggal karena sakit keras,namun kehidupan ayahnya sekarang telah berubah 180 derajat,ayahnya jadi pengusaha,hidupnya berkecukupan,lebih dari yang dulu,namun ibu tirinya tak menyayanginya lagi seperti dulu,ia telah mempunyai anak kandung dari ayah aini,ibunya selalu memarahi aini,membentk aini,hanya karena masalah sepele yang diperbuat aini,hidup aini tak bisa berjalan dengan lancar,sepertinya masalah sangat bersahabat dengannya,aini hanya melalui 4 tahunnya dirumah itu dengan sebuah senyuman kecil dari wajahnya,ia bersyukur ia masih bisa sekolah sampai perguruan tinggi,setelah lulus dari perguruan tinggi ia tinggal bersama tantenya yang masih bersaudara dengan ayahnya sebab, ketika itu ayahnya tengah mengalami masa masa sulit,perusahannya bangkrut,ia punya banyak hutang!,lalu ditangkap polisi karna memproduksi obat ilegal di perusahannya.

Umurku sudah 23 tahun sekarang tapi,kehidupanku seperti aku masih berumur 12 tahun,banyak masalah yang menimpaku sAat itu,aku hanya bisa bersyukur masih diberikan umur panjang sehingga mendapatkan begitu banyak pelajaran dAri masalah yang aku hadapi.
Kehidupan setiap orang pasti tidaklah mulus,semua orang akan selalu diuji oleh yang kuasa. Namun! Dari ujian tersebutlah tercipta kehidupan yang penuh pelajaran..tinggal seberapa tegar,kuat,dan sabarkah kita menghadapi ujian itu.

Tamat.


Minggu, 19 Juni 2016

Ramadhan Tahun ini

Ramadhan Tahun ini

Berita datangnya bulan ramadhan telah menyebar kesegala penjuru dunia..semua orang tampak bahagia dengan datangnya bulan ramadhan. Tidak terkecuali aku.. Anita..anak berumur 9 tahun yang masih lugu ini, begitu bahagia. Soalnya kata pa ustadz kalau bulan ramadhan itu banyak berkah..banyak pahala..apalagi kalau kita anak yang baik..pasti dapat banyak pahala. Mama bilang aku anak yang bak,berarti pahala aku bakalan banyak dong...hehehehe,oh ya teman kalian puasa tidak?kalau aku tentu puasa,aku sudah bisa puasa sampai magrib lho!kalau kalian gimana?aku harap kalian juga bisa menjalankan puasa sepertiku. Sebaiknya aku bersiap untuk menjalankan ibadah tarawih dimushola dekat rumahku yang terletak di ujung jalan...mushola Al-Muhajirin namanya  "Mama..mukenaku mana sih!"Omelku ketika tidak menemukan mukena di tumpukan mukena mama dan sajadah.

 "Ya disitu..masa nggak ada"jawaban mama yang makin membuat aku kesaL  "Tidak ada mama!"Jeritku  "Tadi abis sholat magrib kamu taruh mana mukenanya?"Tanya mama bingung  "Oh iya baru ku ingat aku masukan ke mesin cuci."Aku tertawa geli karna tingkahku itu,mama hanya menggeleng gelengkan kepalanya, akupun mengambil mukena yang satu lagi didalam lemari di kamar  "Ayo Anita sudah adzan tuh cepat!"Panggil papa dari halaman rumah,aku tergesa gesa sehingga menabrak pintu ketika berlari,kakak, mama, dan papa hanya tertawa geli melihat kejadian itu.
 Usai tarawih aku dan mama pergi ke minimarket untuk membeli stok makanan untuk sahur dan berbuka,tak banyak jenis yang dibeli tapi begitu banyak jumlah bahannya.
 "Mama banyak banget sih!"Keluhku
 "Kan mama yang bawa keranjangnya?" Tanya mama keheranan.
 "Kata pa ustadz kalau nanti makanannya dibuang buang mubazir" jelasku yang sok pintar.
 "Nggak dibuang buang dong sayang kan ini buat stok seminggu!"Jawab mama lembut  "Oh!"Aku hanya ber-oh Keesokannya saat sahur mama masak nuget,dan bakso goreng..ehm... kesukaannku ,aku makan dengan lahap sampai tersendak sendak..papa langsung menyodorkan aku segelas air putih,waktu sahur sudah habis sekarang sudah imsak aku segera sikat gigi lalu wudhu ,sambil menunggu waktu shubuh aku membaca alqur'an. 10 menit berselang adzan shubuh berkumandang,aku dan keluarga pun segera sholat shubuh berjamaah di mushola dalam rumah.
 "Ma aku mau tidur ya."Kataku ketika selesai sholat.
 "Ah!kamu mah tidur mulu!"Ledek kak Nizam yang tengah mengaji.
 "Ngaji ngaji aja!nggak usah ngeledek!"Balasku
  "Yaudah kalau mau tidur"jawab papa lembut,akupun pergi kekaamar,karna semalaman hujan jadi hawanya dingin, aku menutu seluruh tubuhku dengan kain tebal hadiah ulang tahun dari kak Nizam tahun lalu.

Pukul 08.30 aku baru bangun tidur, aduh kesiangan...untung sekolah sudah libur..puasa hari pertama harus semangat!
 "Baru bangun ya!dasar pemalas!"Kak Nizam menjulurkan lidahnya,aku membalasnya juga!
 "Anita bukannya jam 9 kamu harus tadarus bersama dimushola al-muhajirin?"Tanya mama ketika lewat depan kamarku yang pintunya terbuka.
 "Oh iya!aku. Harus bergegas"aduh aku ini pelupa sekali ya!aku harus cepat cepat!pasti yang lain sudah menungguku.
 "Mama aku berangkat!"Teriakku dari depan pintu,akupun berlari menuju mushola itu!dalam wakti 3 menit akhirnya aku sampai,semua tercengang melihatku memakai kerudung.
 "Kamu cantik Anita"puji Gire temanku disekolah.
 "Terimakasih,kamu juga cantik. Kan kita perempuan"baru kali ini aku pakai krudung biasanya aku pakai baju pendek kemana mana,aku hanya menyesuaikan tempat saja,tapi apa aku cantik ya memakai kerudung?
 "Kata bu ustdzah perempuan yang memakai hijab atau menutup aurat akan terlihat lebih cantik!"Sambung Tira,tetanggaku  "Sudah ayo kita mulai saja tadarusnya!"Ajakku  "Audzubillahminas syaitonirrojim bismillahirrohmanirrohim........"
Tadaru dimulai dari fatah,lalu tira lalu aku lalu jeni lalu gire,lalu haniy,yang terakhir endah..terus memutar seperti itu,sampai pukul 12 kami menyudahi tadarus kami lalu menutunya dengan "shodaqallahulazim.."
 "Alhamdulillah 2 juz hari ini"ucap fatah bersyukur..
 "Iya alhamdulillah..anita kamu pakai kerudung ajha mulai dari sekarang, cantikkkkkkk banget tau"ujar haniy lalu pergi dari mushola dengan mengucap salam,kamipun bubar.
Sampai dirumah aku bertanya pada mama
 "Mama apa benar perempuan yang memakai kerudung akan terlihat makin cantik?"Tanyaku  "Tentu!kan menutup aurat itu kewajiban sayang"jawab mama  "Aku ingin pakai kerudung mulai sekarang!boleh?"Taanyaku yang kedua kalinya  "Tentu!malah mama senang,nanti sorekan ada pasar romadhon kamu ikut mama kesana ya!mama mau beliin kamu kerudung dan beberapa baju panjang."Tutur mama halus,wah. Senangnya aku.

Sore harinya aku diajak kepasar,aku memilih beberapa kerudung yang kusuka dan baju muslim yang kusuka juga  "Kau senang?"Tanya mama penasaran  "Sangat !"Seruku bahagia Bedug sudah terdengar,adzan magrib sudah berkumandang,waktu berbuka sudah tiba,hari ini adalah hari pertama yang menyenangkan.
 benar kata ustadz di bulan ramadhan itu penuh berkah  Aku menjalani hari hari ramadhanku seperti biasa hingga tak terasa sudah 30 hari aku berpuasa esok sudah hari raya idul fitri. Aku sudah mempunyai 4 setel baju lebaran,ibu 3 setela,ayah 3 setel,dan kak Nizam 4 setel.
Keesokannya aku,ibu,ayah,dan kak Nizam pergi sholat id bersama,kami sholat id di masjid An-nam di kompleks sebelah.

Alhamdulillah aku bisa menyelesaikan ramadhan tahun ini dengan baik.

PATUH, PEDULI, Dan Baik

PATUH,PEDULI,Dan Baik

Hai namaku Anggraini saputri atau yang biasa disapa putri aku seorang anak Piatu berumur 9 tahun yang sedang mengenyam pendidikan dibangku SD kelas 3, aku sekolah di SDS Unggulan 01 di daerah bogor, aku tinggal bersama ayahku yang bekerja sebagai tukang Pos.
 "Putri... Ayah pulang."Wah ayah ternyata sudah pulang sebaiknya aku segera menyambutnya. akupun segera mengambil segelas air putih didapur lalu memberikannya kepada ayah,setelah itu aku mencium tangan ayah.
 "Ayah kok tumben pulang cepat?"Tanyaku  "Tidak ada surat yang harus diantar lagi."Nada bicara ayah seperti sedang marah, ada kejadian apa sebenarnya?
 "Ayah mengapa ayah marah?apakah aku berbuat kesalahan?"Tanyaku khawatir  "Tidak!"Jawab ayah singkat lalu segera masuk kekamarnya  "Ay..ah..apa ayah marah padaku?"Tanyaku lirih sambil menuju kekamarku.

 Semalaman aku lihat ayah tak bisa tidur ia terus mondar mandir tak jelas diruang tamu,aku mengintipnya dari balik pintu kamarku.
 'Kenapa ya..kok ayah kelihatan resah?'Batinku dalam hati  "Aduh...apa benar yang dikatakan ibu kost tadi...tapi nggak mungkin!Putri nggak mungkin ngelakuin itu!putri anak yang baik nggak mungkin dia mencuri"kata ayah pelan namun terdengar jelas olehku. Aku tersentak kaget. Aku mencuri!!ibu kost!!aku tidak mencuri aku tidak mencuri.
 "Kalau ibunya putri ada pasti dia akan sedih mendengar gosip seperti ini! Sebaiknya aku tidak percaya! Mungkin dia membawa uang dia sendiri,atau uang mainan didepan rumah kost itu!"Ujar ayah sambil menoleh kearah kamarku,aku langsung menutup pintu rapat rapat lalu pura pura tidur.
Aku memang waktu itu membawa lembaran uang didepan rumah kost yang ayah maksud tapi itu adalah uang ku aku bekerja untuk mengumpulkan uang itu...aku menjual kerupuk kewarung warung seperti yang dilakukan almh. Ibu dulu tapi ayah tak boleh tau karna uang itu akan aku belikan hadiah ulang tahun ayah.

 Keesokannya aku enggan menemui ayah aku langsung pergi sekolah tanpa pamitan dulu pada ayah..aku takut ayah masih marah padaku,,disekolah aku melihat seorang anak dengan pakaian lusuh dan tubuh kotor tengah memungut sampah di dekitar sekolah, hatiku iba melihat anak tersebut,aku menghampirinya lalu bertanya  "Apa kamu sudah makan?"
 "Belum"jawab anak itu polos,wajahnya pucat,lalu aku memberikan uang jajanku padanya untuk ia belikan makanan. aku juga meminta dia datang lagi besok kedepan sekolahku dengan waktu yang sama. Aku ingin memberikan beberapa pakaian yang sudah tidak aku pakai tapi masih layak untuk dipakai.

 Sepulang sekolah aku menceritakan kejadian disekolah dan niatku membantu anak tersebut,ayah setuju, oh ya ayah hari ini libur karna ini hari jum'at.
 "Ayah..ayah kenapa kemarin ma..rah?" Tanyaku takut.
 "Tidak ayah cuma sedang lelah saja kemarin,maaf ya"aku tau ayah. Berbohong lagi.
 Sore harinya aku pergi ke rumah bu Siti,aku mengambil krupuk darinya lalu aku order kewarung warung,saat aku ingin kewarung bu Fara aku melihat ayah disana aku bingung apa yang akan kulakukan ayah semakin dekat dengan warung bu fara,aku memutuskan menunggu sampai ayah pergi. Tapi itu tidak mudah aku hampir saja ketahuan oleh ayah untuk saya aku cepat cepat bersembunyi.

 Hari Sabtu,anak itu benar benar datang syukurlah aku senang jika ia datang, aku lalu menyerahkan baju baju tersebut dan sebungkus nasi uduk untuk ia makan,aku senang membantunya!hari ini aku akan mengorder kerupuk siang hari karna ayah sedang kerja jadi aku aman.. Oh ya aku baru ngat hari ini hari terakhirku bekerja ,karna besok ulang tahun ayah aku jadi harus sudah berhenti bekerja..alhamdulillah uangku sudah terkumpul sebesar Rp100.000,00 . Ehm tapi aku akan beli apa ya??? Aha aku punya ide• Baju koko ayah kan sudah pada sobek ,karna tidak ada ibu sekrang jadi tidak ada yang akan menjahit pakaian ayah,aku tidak bisa menjahit,aku jadi beli baju koko dan sarung saja!aku berangkat ke toko makmur yang terletak dipinggir jalan raya dekat rumahku,disana dijual semua perlengkapan sholat dan harganya juga murah tapi kualitasnya tidak diragukan!
Uangku masih ada Rp15.000,00 ,aku belikan peci saja ah..biar jadi lengkap. Alhamdulillah aku sangat bahagia hari ini.

Hari minggu, ayah libur aku memberi suprize kepada ayah aku membuat nasi kuning lalu aku bangunkan ayah tengah malam  "Aduh putri ada apa sih!"
 Aku lalu menyalakn lampu dan menyanyikan lagu happy birthday Aku juga langsung menyerahkan hadiahnya. Ayah terlihat begitu senang.
 "Ayah aku bekerja di rumah bi Siti aku mengorder kerupuk seperti almh. Ibu dulu,ayah jangan marah ya,sekarang sudah tidak kok,nah waktu itu tak sengaja aku membawa uang hasil penjualan kerupuk lewat depan rumah kost. Mungkin ibu kost salah paham"jelasku pada ayah,ayah lalu memelukku erat  "Terima kasih Putri"ayah menangis tersedu,aku juga ikut menangis haru.

TAMAT!!!!!!!


Cerpen Ayah (ade Nina Motong Rambunya Sendiri)

Nina, adalah anak perempuan saya yang ketiga ini menangis ketika saya sama Nino "Anak laki-laki saya yang no 2" hendak pergi ke pangkas rambut, karena saya lihat rambutnya si aa "begitu saya memanggil Nino" sudah kelihatan panjang dan terkesan tampak kusut, ya sudahlah akhirnya saya ajak saya fikir daripada dirumah jadi rewel, pertama-tama yang kami  datangin pangkas rambut yang paling dekat dengan tempat tinggal kami, disamping paling dekat juga harganya juga murah dibandingkan dengan pangkas rambut yang ada disekitaran kami tinggal, mungkin karena pangkas rambut ini hanya sambilan, usaha ia yang dia kerjakan disaat pulang kerja jam 5 sore setiap harinya. Namun sayang sesampainya ditempat pangkas rambut yang saya maksud ternyata tutup, pintu rumahnya juga tutup, sempat saya memperlahan lajur motor saya dengan harapan mungkin tukang pangkas rambutnya mendengarnya, namun suasana tetap sepi tidak ada suara tanda buka pintu sedikitpun pertanda penghuninya ada dirumah. Sepintas lalu saya kembali menarik gas motor saya sambil berfikir manalagi pangkas rambut yang akan kami datangi dan kira-kira tidak begitu antri, karena berhubung hari ini adalah hari minggu biasanya lumayan ramai penghuni perum yang sengaja menyempatkan untuk memotong rambutnya dihari libur seperti ini.

Beberapa saat berlalu ketika kami melewati seorang tukang odong "biasa kami menyebutnya dengan sebutan yang sudah familiar untuk sebuah sepeda rakitan dilengkapi dengan beberapa replika dari kuda, motor atau sejenis mobil-mobilan" biasa digerakkan dengan dikayuh ataupun cuma berbentuk gerobak dengan berbagai macam miniatur sebagai perlengkapan  untuk anak-anak naik. Melihat ada odong-odong Nina kontan teriak "Ayah naik odon-odon!.." begitu celetukan dia dengan suaranya yang masih cadel, usianya saat ini baru dua tahunan, tapi saya jawab "entar dulu ya de!, entar kita pulang baru naek odong-odong, sekarang potong rambut aa dulu!.." begitu bujuk saya supaya Nina tidak nangis dan memaksa untuk turun dari motor buat naik odong-odong. Akhirnya Nina pun mau menuruti bujukan saya dan tidak memaksa naik odong-odong walaupun dengan suara masih merengek "nanti naik odon-odon" begitu rengek dia. "Ia sayang entar pulang potong rambut" jawab saya, enggak terasa kami pun sampai ditempat pangkas rambut yang dituju. Alhamdulillah kayaknya tidak begitu antri suasananya, hanya ada satu orang yang sedang dipotong rambutnya. Sayapun menurunkan aa dan Nina yang spontan saja dua-dua lari kedalam pangkas rambut, setelah nyetandarin motor saya juga segera menyusulnya kedalam, didalam kami menunggu orang yang dipangkas selesai di bangku panjang,didepan ruangan terdapat sebuah televisi mini yang sedang dinyalakan.

Tak lama kemudian orang tersebut selesai dipangkas rambutnya,saya pun mendudukan aa di kursi depan kaca pemangkas rambut. Usai memotong rambut kami pulang,di perjalanan tanpa sengaja kami melihat odong" yang sama ketika kami berangkat tadi, nina yang masih ingat ingin naik odong odong pun spontan teriak! "Ada odon-odon"karna sudah menjanjikan saya pun menaikannya odong" tersebut,cukup lama waktu naik odong"nya hingga aa lelah menunggu nina yang sedang naik odong odong, alhasil nina diturunkun lalu kami pulang.
Sampai dirumah,nino langsung mandi, sedangkan nina langsung menyalakan TV yang baru saja dimatikan oleh ibunya. Sayapun pergi kebelakang untuk tiduran dikasur , beberapa menit kemudian ketika saya,istri,aa,dan kakaknya sedang berkumpul dikamar belakang,nina datang "ayah" begitu teriaknya "coba de liat rambutnya"pinta ibunya ketika melihat. Poni rambut nina yang tidak rata,ninapun jalan mendekati ibunya.

"Adek potong rambut sendiri ya?koq nggak rata poninya?"Tanya ibunya "Iya."Jawab nina cepat,semua tertawa geli mendengarnya,ternyata nina memotong rambutnya sendiri dengan gunting yang terdapat di meja depan, shehingga poninya tidak rata

Kamis, 26 Mei 2016

Sosok Masa Lalu Datang

Sosok Masa Lalu Datang

Namaku Irene Gutaraya... Aku anak berumur 12 tahun yang sekarang duduk dibangku sekolah menengah pertama kelas satu. Aku anak dari pasangan Guta dan Iren yang biasa kupanggil Mom and Dad,aku anak tunggal,dulu keluargaku adalah keluarga yang sangat berkecukupan, tapi sekarang setelah Mom ditipu Teman bisnis dan Dad bangkrut ..? Aku hanya seorang anak desa terpencil yg berteman dengan anak dari desa itu juga, semua sahabatku yang kaya memusuhiku setelah mereka tau aku sudah tak punya apa apa.. Aku juga masih mengingat seseorang di Masa laluku yang aku benci.. Dia adalah Tery dia sangat disukai teman teman saat aku sekolah diJakarta dulu padahal dia anak yang baru pindah..

 "Iren!!!"Sepertinya Mom memanggil dari belakang rumah.
 "Iya Mom!!"Aku segera datang kesana.
 "Iren bantuin Mom jemurin baju ya!" Pinta Mom lembut  'Jujur sih aku nggak pernah jemurin baju sebelumnya..tapi lihatlah keadaanku sekarang..jangankan buat bayar pembantu buat makan aja kadang susah.
 "Ya mom"jawabku lesu..aku menjemur baju dengan malasnya. Rasanya seperti sudah seminggu aku menjemur baju tapi nggak selesai selesai.

#Keesokannya

 "Mom..uang saku."Pintaku manis
 "Ini.."Mom hanya memberika Rp3000 saja?dulu kalau tidak diberikan uang Rp8000 aku tidak mau berangkat sekolah tapi apa daya aku sekarang. Aku berpamitan lalu berangkat sekolah menaiki sepeda mini.
Sepulang sekolah dengan riangnya aku berteriak Mom...Mom...Mom "Apa Iren kenapa teriak teriak!"Tanya Mom heran.
"Mom, besok ada kegiatan renang  diluar jadi harus membayar sebesar Rp100.000,aku ikut kan Mom?"Aku sangat bersemangat..
"Tidak,maaf sayang orang tuamu ini sedang tidak ada uang..yang penting kau sudh bisa berenang dan dulu kau sering berenangkan dirumah"jawaban mom membuatku patah semangat.
Hati kecilku berkata 'Ya tuhan kirimkan seseorang dari masa lalu datang membantuku ,Mom,dan Dad'
"Mm...Iren boleh deh kamu ikut ini mom punya uang simpanan 150.000 kamu bawa renang 50.000 nya ya jangan beli yang aneh aneh ya"mata Mom berkaca kaca aku tak tega jadi aku tolak saja tapi mom memaksa ya baiklah ini rejeki tuhan..

Pulang dari renang aku sangat bergembira tapi kulihat mom sedang menangis disana..
 "Mom kenapa apa aku nakal sehingga. mom menangis? Mom kenapa?"
 "Nggak mom nggak papa."
Jelas mom bohong aku tau itu!..aku kekamar saja..
Tak lama aku masuk kamar Dad pulang Mom lalu cerita ke Dad aku hanya menguping lewat balik pintu.
"Tadi orang yang punya kontrakan datang untuk menarik uang bulan ini"
"Tapi kita sedang tidak ada uang Mom "iya dad mom tau,tapi....mm...katanya kalau tidak segera Dibayar... Kita harus angkat kaki."
'Ya allah..berilah rizki pada. Kedua orang tuaku dan tolong jangan berikan cobaan yang tidak bisa mereka tanggung'Doaku akan selalu aku panjatkan!!!

#Lusa

"Ass............."
Langkahku terhenti didepan pintu saat aku melihat seseorang yang sedang duduk bersama ayahnya dirumahku TERY!!!!Kejutku.."Ya nak ayah Tery mau membantu kita..ayahnya menawarkan proyek ke dad dia juga memberikan kita tempat tinggal didekat sekolahmu dulu.
"Benarkah????"Aku tak percaya doaku terkabul seseorang dri masa lalu datang untuk membantuku tapi aku tak menyangka itu adalah Tery....terima kasih tery ku tak menyangka kau membalas perbuatan jahatku dengan perbuatanmu ini.. Air susu dibalas dengan air tuba

Kado Puasa Dari Mama

Kado Puasa Dari Mama

"Mama...Mama...."Panggil Seril anak berumur 7 tahun yang sekarang duduk dibangku Sekolah dasar kelas dua satu.
"Iya seril..."Saut Mama sambil menghampiri seril.
"Besok bulan apa?"Tanya seril polos.
"Ya masih bulan juni...sayang..ada apa memangnya?"Mama memberi pertanyaan juga..seril terdiam sejenak lalu lari keluar rumah..
Tak lama ia kemudian kembali lagi menghapiri mamanya.
"Mama kenapa teman teman bilang besok bulan istimewa?"Tanya seril "Oh maksud kamu jadi itu...iya besok adalah bulan ramadhan...bulan penuh berkah."Jelas mama "Terus kita harus apa biar dapat berkahnya?"Tanya Seril lalu duduk dipangkuan mamanya "Kita harus puasa..puasa itu menahan nafsu,amarah,lapar,dan haus dari terbt fajar sampai terbenam matahari.
"Seril...sudah boleh puasa belum sih mah?"Tanya seril Lagi lagi dan lagi membuat mama pusing tapi mama tak pernah bosan menjawab pertanyaan dari anak tersayangnya itu.
"Boleh...seril mau puasa?"
"Mau mah....yeas....."Seril yang baru tau apa itu puasa langsung riang gembira ketika mama bilang ia boleh puasa.
(Keesokannya)
"Seril bangun...bangun ......"Mama membangunkan seril dengan sulitnya.
"Mah emangnya sudah pagi ya?"Seril lalu terlelap lagi setelah bertanya.
"Katanya mau puasa?sekarang kita harus sahur dulu."Jawab mama, mendengar itu seril terbangun ia seperti sudah memikirkan apa prtanyaan yang akan ia lontarkan kepada mamanya "Mah kenapa kita harus sahur?sahur itu apa?terus kalau sahur gunanya apa?dan bla bla bla bla?" Banyak sekali pertanyaan seril sampai orang tuanya memintanya untuk makan dulu dan jangan bertanya..akhirnya ayah seril memustuskan menjawab pertanyaan seril setelah sahur.
Siang itu seril tak sama sekali kelihatan lesu dan lemas ia sangat gembira dan semangat menjalani puasa ini.

"Seril nggak lapar?"Tanya Mama
"Nggak"jawab seril semangat, mama hanya tersenyum melihat anak yang baru berumur 7 tahun itu sangat semangat menjalani puasan tahun ini Hari hari berlalu begitu cepat seril tak pernah berhenti puasa ia selalu bersemangat Hingga tiba saat yang ditunggu tunggu yaitu Lebaran..dihari lebaran Seril sangat bahagia sebab ia mendapat baju baru dan semua serba baru...

"Seril..."Panggil Mama dari ruang tamu. Seril berlari menuju mama lalu memeluknya.
"Iya mama"mama lalu memberikan kado atas puasa seril dan memberi ucapan selamat kepada seril yang sudah berhasil berpuasa penuh dalam bulan ramadhan tahun ini

Selasa, 24 Mei 2016

Pohon Persahabatan

 Pohon Persahabatan     

 Aku bernama mei umurku 8 tahun. Dan kebetulan aku anak tunggal,aku mempunyai seorang sahabat bernama hire ia berasal dari jawa..dia adalah anak yatim. Sekarang aku sedang bersama Hire.
"Hire kamu sdah mengerjakan pr?"
"Sudh"
"Baguslah jadi kita bisa bermain"Hire anak yang pintar dan disiplin lho,ibunya mendidiknya dengan lembut .
"Tapi mau main apa mei?"tanya hire keheranan
"Entah?"aku sendiri justru balik bertanya.
"Kita bereksperimen yuk!"ajak hire ambisius
"Ekaperimen apa??"tanyaku lagi. Hire menghela nafas tanda ia bingung.
"Menanam pohon yuk!"ajak hire lagi.
"Pohon apa?....aku cuma punya bibit bunga persahabatan.
"Bunga apa itu???"wajah hire berubah drastis....ia tampak lucu dengan wajah kebingungan seperti itu.
"Kata sepupuku itu adalah bunga tanda persahabatan. Aku menanam bunga sambil bermain tanah seluruh wajah dan tubuh kami kotor .
"Mmm.....hire aku harus pulang.."pamitku pada hire..
"See y...you"

Beberapa bulan kemudian bunganya sudah tumbuh kami sangat senang sekali karna apa yang kami lakukan berhasil ya wajar kami baru berumur 8 tahun... Tapi ada sesuatu yang membuatku jadi sedih yaitu hire akan pindah rumah ke tasikmalaya karna ayahnya dipindahkan kesana...
Aku hanya dapat memberikan foto kecil dan topi bertuliskan MEI DAN HIRE SELAMANYA. Topi itu aku beli di pasar dekat sekolah lalu aku sablon.

Hari hari berlalu begitu cepat tak terasa sudah tiga tahun lamanya hire pergi dari sini... Namun setiap hari hariku takerasa mengasyikan tanpa hire.. Nomor hp hire tak aktif aku juga tak pernah bisa berkunjung ke tasik. Karna tak tahu alamatnya.. Aku merawat kebun bunga mawarku seperti aku merawat persahabatan aku dengan hire... Aku hanya bisa berharap hire cepat kembali untuk menghiasi persahabatan kekal kami lagi.... Aku tidak akan pernah melupakab hire disana..

Semangat Puasa Mawar

Semangat Puasa Mawar

“Kak, apa itu puasa?” Mawar, adiknya
Melati yang masih berusia 5 tahun
bertanya. Karena ia sering melihat di
channel TV banyak terdapat iklan
tentang puasa. Mawar, balita yang lucu
sangat tertarik dengan hal yang belum
diketahuinya. Kalau ia belum tahu, ia
pasti bertanya kepada kakak satu-
satunya itu.

“Menahan, nafsu dan amarah Mawar,
artinya dari matahari terbit sampai
matahari terbenam kita tidak boleh
makan dan minum. Selain itu, kita juga
tak boleh marah, dan hal sebagainya
karena dapat mengurangi pahala kita,”
Melati tersenyum melihat adiknya yang
bertanya seperti itu. Namun, adiknya
masih “KEPO” tentang puasa. Mawar
terdiam terlihat berpikir sebentar.
Sepertinya, menyiapkan pertanyaan
baru yang akan ia tanyakan kepada
kakaknya itu.
“Kakak puasa?”
“Tentu saja,”
“Kapan?”
“Besok,”
“Mengapa besok?”
“Karena besok memasuki bulan
Ramadhan,”
“Sampai kapan?”
“Sampai akhir bulan Ramadhan,”
“Oh,”
Mawar menari-nari ria di kamarnya.
Seperti kupu-kupu yang kesenangan
mendapat nektar bunga. Lesung pipi
selalu nampak di wajahnya karena
memang hari ini Mawar bahagia. Entah
apa, semua tak tahu kecuali ia dan
Allah. Mawar menyalakan TV yang ada
di kamarnya, entah channel apa yang
dibukanya. Ada berita bahwa besok
mulai memasuki bulan Ramadhan.
“Sama seperti kata kakak, berarti bener dong besok puasa?” gumam Mawar sendiri.
“Apa boleh ya aku ikut puasa?” Mawar
berbicara sendiri berjam-jam lamanya.
“Hmm, nanti tanya aja deh,” Senyum
Mawar kembali terang setelah berpikir
seesuatu.
“Mawar ayo ke ruang makan, sudah
saatnya makan malam,”
Melati berteriak dari luar sembari berlari menuju ruang makan.
“Iya kakak,”
“Mama boleh aku puasa?”
Sontak satu keluarga sangat terkejut
dengan perkataan Mawar yang
mengagetkan dan tak disangka.
Padahal, biasanya anak seumur Mawar
tak mau puasa alasannya laper, haus,
dan lainnya.
“Ada apa, Mama, Papa,
Kakak, aku tidak boleh ya?” Raut wajah
Mawar berubah menjadi sedih.
“Kamu yakin bisa Mawar?”
“Aku yakin,” Mawar berkata dengan
sangat semangat menatap mama.
#Keesokaannya
“Adikku sayang, Mawar ayo bangun.
Kita kan mau sahur,” Melati
membangunkan adiknya seraya
menghidupkan lampu kamar Mawar.
Mawar yang masih terkantuk-kantuk
langsung bangkit. Ia mempunyai
banyak pertanyaan dengan Melati.
Namun, disengaja untuk dipendam
dahulu. Saat sahur, mereka sekeluarga
membaca niat puasa dan makan sahur.
Sedangkan, Mawar kurang makannya
karena sibuk bertanya.
“Apa itu sahur?”
“Mengapa kita harus sahur?”
“Kenapa sahur pagi?”
“Kenapa orang besar harus puasa?”
“Bulan Ramadhan itu apa?”
“Bla bla bla bla…”

Banyak sekali yang ditanyakan oleh
Mawar. Sehingga mama, papa, dan
kakak kesulitan untuk menjawab.
Akhirnya mereka bertiga memutuskan
untuk menjawab setelah salat subuh.
Karena sudah libur sekolah, Melati
bermain dengan teman-temannya di
luar. Sedangkan Mawar sibuk bertanya
kepada mama.
“Kamu tak lapar sayang?”
“Tidak Mama,” Mama tersenyum
melihat putri bungsunya begitu
semangat puasa. Entah karena apa,
Mawar sungguh sangat semangat dan
bahagia. Tak ada rasa lapar dan haus
yang menyerangnya.
Hari demi hari berlalu, sama
keadaannya semangat dan bahagia.
Namun, menjelang Syawal atau yang
disebut lebaran Idul Fitri, Mawar
menjadi lebih diam. Kini, seperti banyak beban yang menimpanya. Sehingga, Melati kakaknya Mawar sebenarnya agak heran. Baru tahun ini Mawar dewasa dan tahun ini pula Mawar sangat terpuruk. Saat itu, angin telah berhembus kencang, malam menjelang tiba. Mama, papa, Mawar, dan Melati buka puasa di ruang makan. Melati banyak mengobrol dengan papa, sedangkan Mawar memandang lurus ke depan, dan mama memperhatikan Mawar. Allahuakbar… Allahuakbar Allahuakbar. Hari kemenangan telah tiba. Melati sedang bahagia karena sanak saudara berkunjung ke mari.

Bersulahtuhrahmi tersenyum bermain.
Berbeda dengan Mawar, pucat
wajahnya.
“Mawar wajahnya pucat, ada apa
sayang kamu sakit?” Vivi sepupu Mawar dan Melati yang perhatian bertanya. Mawar hanya menggelengkan kepala.
Matanya berkunang-kunang. Kepalanya terasa pusing.


Kini, hanya tersisa makam dan taburan
bunga. Mawar divonis mengidap
penyakit leukimia namun tak bisa
diselamatkan lagi. Mungkin itu
sebabnya wajahnya pucat dan selama
ini ia diam. Padahal, Mawar balita
berumur 5 tahun sangat
bersemangat. Melati, kakak Mawar dan
orang banyak salut dan kasihan melihat Mawar. Bukan karena leukimia atau apa, namun salut karena semangatnya berpuasa dan sedih tak bisa melanjutkan perjalanan hidupnya yang masih sangat panjang.

The End)))))))((((((



Minggu, 22 Mei 2016

Arti Sahabat...

Arti Sahabat...

Sahabat ialah mereka yang selalu mampu
menunjukkan kemampuan terbaiknya yang
ada dalam diri kita dan mereka akan selalu memberikan kita semangat.
Bersedih kepada orang yang tepat itu lebih baik berbahagia bersama orang yang salah dan oleh karenanya bijaklah kamu didalam memilih siapa sahabatmu.

Sahabat itu bukanlah mereka yang selalu
menghampiri kita disaat mereka sedang
butuh, namun mereka yang senantiasa
tetap bersama kita walau seluruh dunia
sedang menjauhkan diri dari kita.
Janganlah pernah kamu ingin menyakiti
sahabatmu sendiri karena sebenarnya
sahabat adalah salah satu cara Tuhan
untuk menunjukkan bahwa Dia tidak ingin
kamu dalam sendirian menjalani kehidupan ini.

Sahabat adalah mereka yang mengetahui
apa yang mereka miliki disaat bersamamu, bukan kepada mereka yang menyadari siapa sebenarnya dirimu sesudah mereka kehilanganmu.

Sahabat adalah mereka yang mengetahui
segala kekuranganmu, namun masih saja
tetap untuk memilih bersama dengan mu
disaat orang lain sudah pergi
meninggalkanmu.

Cinta mesti berangkat dari hati dan olehnya itu kalau cinta tidak dari hati maka jangan pernah mengucapkan bahwa kau sedang mencinta.
Mencintai itu tidak hanya sekedar untuk
bisa dicintai, tetapi bagaimana untuk
menjaga dan menghargai perasaan yang
disebut dengan cinta.

Kamis, 19 Mei 2016

Kuberi Kado Terakhir Untukmu Sahabat

Kuberi Kado Terakhir Untukmu Sahabat

Namaku Nazwa Shopie Nur Salsabila
panggil aja aku Nazwa. Aku mempunyai
sahabat yang baik sekali namanya Alya.
Sudah 4 tahun aku bersahabat
dengannya. Di pagi hari yang cerah.
Aku segera siap-siap ke sekolah karena
hari ini hmm gak ada apa-apa sih tapi
aku ingin berangkat sekolah pagi-pagi.
Ku lihat tanggal hari ini. “Gak terasa
sekarang sudah tanggal 13 Maret.”
Kataku. Aku teringat bahwa tinggal 7
hari lagi sahabatku ulang tahun. Segera
aku turun ke bawah karena Bunda
memanggilku.
“Bunda ada apa sih?” tanyaku.
“Enggak. Kamu ngapain aja di kamar?
Bukannya cepat! Mau sekolah gak sih?”
kata Bundaku.
“Enggak Bun. Aku gak apa-apa kok di
kamar. Ya sudah aku sarapan makanan
Bunda tercintaku dulu.” kataku sembari
senyum. Bunda membalas senyumanku
dan segera ke dapur lagi. Setelah siap
aku pergi ke sekolah.
Di kelas. Biasanya Alya sudah datang?
Tapi ke mana dia sekarang?
“Assalamualaikum Kesyha,” Sapaku.
“Waalaikum salam Nazwa,” Jawabnya.
“Kes kamu udah lihat Alya belum?”
Tanyaku.
“Ampun deh kamu datangnya kepagian
sekarang baru jam 06:10 Alya
datangnya jam set 7. Makanya datang
jangan hampir masuk dong,” katanya.
“Iya Iya.” Kataku.
“Met pagi semua,” Sapa Angel.
“Selamat pagi juga Ngel,” Sapa yang
ada di kelas. Tiba-tiba Alya datang
dengan lesu.
“Hai Alya,” Sapaku riang.
“Hai juga Naz,” sapanya.
“Kamu sakit? kalau sakit kamu gak
usah sekolah dulu.” Kataku khawatir.
“Aku gak apa-apa cantik.” Katanya.


5 Hari ini Alya gak masuk. Guru guru
tak ada yang memberitahuku.
Tiba-tiba Kesyha datang dengan
terengah-engah. “Nazwa. Aku dengar.
Alya. Dirawat. Di. Rumah sakit.” Kata
Kesyha sambil terengah-engah. Aku
kaget bahkan sangat kaget. “Apa?! Dia
sakit apa Kes?” Tanyaku panik.
“Dia sakit jantung sampai sekarang.”
Katanya sambil menahan tangis.
“Se-Sekarang kenapa Kes? Ku mohon
jawab,” Kataku.
“Kalau kau mau nanti ku antarkan ke
rumah sakit Naz.” katanya. Aku hanya
diam kaku. Sungguh aku gak ingin
kehilangan sahabatku. Dari kecil aku
selalu ada bersamanya dalam suka
maupun duka. Tapi sekarang?
Setelah sampai di rumah sakit. Aku
menunggu di luar kamar pasien.
“Tante. Gimana keadaan Alya Tan!!”
Tanyaku terisak. “Sabar Nak.
Berdoalah.” Kata Bunda Alya. Tiba-Tiba
dokter datang.
“Maafkan kami Bu. Kami tidak bisa
menolong anak Ibu kecuali dengan
pendonoran jantung Bu kalau sampai
besok tidak ada yang mau
mendonorkan jantung kepada anak Ibu
mohon maaf. Kami tidak bisa
melakukan apa pun.” kata dokter itu.
Hari ini nekadku sudah bulat. Aku akan
mendonorkan jantungku kepadanya
sebelum itu. Aku ingin memberikan
sebuah surat kepadanya. Besok adalah
ulang tahun Alya aku ingin memberi
jantung ini padanya.

Keesokan harinya. Alya pun sadar.
“Bu. Di mana aku?” Tanya Alya
“Kamu di rumah sakit Nak. Ada
seseorang yang sangat baik padamu.
Selamat ulang tahun Nak,” Kata Ibu
Alya sambil menangis. “Ini. Ada
sepucuk surat dari orang yang sangat
baik hati padamu.” kata dokter. Alya
pun membuka surat itu.
“Untuk sahabatku tercinta, Alya.
Gimana kabarnya Al? Pasti sangat baik
kan? Maaf aku tidak menemuimu saat
hari yang spesial untukmu Al. Ku harap
kau jangan Nangis ya. Tersenyumlah
selalu Sahabatku Alya. Aku memberi
kado terakhirku untukmu Al.
Jantungku. Ku harap kau tak bersedih.
Ingat pesanku yaa tetap tersenyum
walau hari-harimu sekarang tanpaku ya
Al. Masih ada teman yang lain kok jaga
kado terakhirku ya. Rawat jantungku
yaa. Nanti kita pasti bertemu lagi kok.
Tenang aku di sini baik-baik saja kok
jaga dirimu yaa. Sampai jumpa
Sahabatku Alya. Salam, Sahabatmu
Nazwa.”
Alya menahan tangis. “Bu. Di mana
Nazwa? Aku mau ke sana.” Tanyanya.
Ibunya pun mengantarkan ke kuburan
Nazwa.
“Nazwa. Aku janji padamu Naz. Aku
akan selalu merawat jantungmu. Jaga
dirimu di sana yaa. Aku tidak akan
melupakanmu Naz.” Kata Alya dengan
sedih. Sekarang hidup Alya berubah
tetapi ia tidak akan melupakan
sahabatnya.


Selasa, 10 Mei 2016

Penyesalan Yang Tertunda!!

  Penyesalan Yang Tertunda!!


Mataku masih terpejam padahal ini sudah pukul 08.00,untung saja ini hari minggu  "Hoahm......."Aku menguap,Hari ini aku tidak kemana jadi lebih baik aku kembali tidur untuk mimpi indah..
 "Vir...Virzy"seseorang menggoyang goyangkan tubuhku sepertinya itu kakakku karna mataku hanya sedikit terbuka ,aku langsung membuka mataku perlahan.
 "Kak.. Virza??"Ternyata kakakku Virza kiaz lah yang membangunkanku.
 "Ayo sarapan"Ajak kak Virza yang lebih tua 5 tahun dariku  "Masih ngantuk,mau tidur lagi dulu ah."Ujarku menolak.
 "M.....m...kakak bawakan ya nanti."Ucap kak Virza lembut ,kak Virza begitu sayang padaku walau aku tak begitu menyayanginya.

#Ruang_Makan

  "Dek Virzynya mana Virza?"Tanya papa saat kak Virza ikut bergabung sarapan  "Oh Virzy lagi tidur..dia masih mengantuk biar aku bawakan saja nanti sarapannya"jawab kak Virza disertai senyuman manisnya  "M....yasudah makasih ya Virza"ujar Mama kembali duduk

Aku akan bercerita sedikit tentang Kak Virza ya...hitung-hitung perkenalan keluargaku..
Ya..kak Virza satu-satunya kakakku..dia sangat disayangi oleh papa mama dan sangat membuatku iri,aku tau papa mama menyayangiku juga,tapi.. Sepertinya mereka lebih menyayangi kak Virza..
 Kak Virza sangat menyayangiku , tapi tidak denganku. Kenapa??karna aku benci kak Virza yang slalu dibela saat kita bertengkar.
Tok...
Tok...
Tok...
 "Masuk saja!"Ketusku,aku tau itu kak Virza.
 "Virzy ini, sarapan dulu ya."Pinta kak Virza yang membawa sebuah nampan yang ditaruh mangkok dan gelas diatasnya.
 "Taruh saja disitu!"Tunjukku pada sebuah meja.
 "Kakak sama Mama mau pergi mall kamu mau ikut gak?"Tanya kak Virza  'Nanti pasti aku diacuhkan sedang mereka berbincang bincang huft..'Batinku dalam hati.
 "Koq bengong?"
 "Gak ah"aku mencibirkan bibirku
Kak Virza keluar dari kamarku,akupun memakan sarapanku dengan lahap lalu segera pergi kekamar mandi untuk mandi pastinya.
 Seusai Mandi aku membaca buku novel kesukaanku diteras sambil menatap cerahnya langit...aku berfikir.
Kenapa ya kak Virza masih saja sayang aku walau aku nggak pernah sayang dia,tapi ya...ah sudahlah gak usah dipikirin.
 "Vir.."Seseorang membuyarkan lamunanku.
 "Ah apa?"Aku terkejut.
 "Baca apa kamu!,buku terbalik gitu!" Papa keheranan,oh..rupanya bukuku terbalik toh...
 "ah ih itu lagi ngeliat awan koq" aku langsung pergi kekamar dengan perasaan secuil kebahagiaan,karna biasanya papa nggak pernah merhatiin atau peduli sama yang aku lakukan,tumben saja papa begitu....

)))))))))))))))))))))((((((((((((((((((((((((((((

Keesokan harinya.

Ini adalah hari senin bagi semua orang mungkin kecuali bayi dan balita ini adalah hari yang sangat sibuk berbagai aktifitas berbeda dilakukan.
Contohnya saja aku,aku harus sekolah,bimbel,dan bermain..hahaha itu juga harus dicatat.
Sepulang sekolah aku berganti baju dan berniat ingin memakan bekalku yang belum sempat kumakan saat istirahat sekolah tadi ,namun saat aku ingin mengambil tasku yang masih tertinggal di mobil aku melihat pintu kamar kak Virza sedikit renggang.
Padahal Kak Virza harusnya belum pulang sekolah kan ini baru pukul 12.00 lagipula kmar kak Virza tadi pagi juga dikunci koq.
Demi rasa penasaranku aku melangkahkan kakiku kekamar kak Virza,disana terdapat kak virza yang sedang  berbaring lemas ,akupun masuk kedalam kamar kak virza.
 "Virzy...nanti antar kakak berobat ya." Pinta kak Virza  "Tapi...tapi...kan ada bi jumi,bi marni , dan bi weni"tolakku  "Kakak minta antar kamu karna kamu adik kakak."Kata kak Virza meyaknkanku  "Iya....iya"ketusku sambil keluar kamar kak Virza..
 Tak lama kemudian,tepatnya pukul 01.00 siang aku,kak Virza,Bi mirna berangkat kerumah sakit(RS) Lencana Bakti Mulya,berselang 2 jam kami sudah sampai. Aku,Kak Virza,dan Bi mirna masuk keruang periksa, setelah kak Virza di periksa oleh dokter kami duduk bersama didepan meja dokter, dokter menanyakan beberapa hal kepada kak Virza  "Apa Gejala ini sering kamu rasakan?" Tanya Dokter  "Iya,tapi kali ini lebih parah,sehingga aku lemas"jawab Kak virza  "Kalau begitu cepat rongsen ya"tutur sang Dokter  "Baik dok"kamipun menuju ruang ronksen  Setelah Kak virza selesai di ronksen kami pulang,diperjalanan kak Virza tampak sangat cemas,Bi Mirna juga tampak khawatir entahlah dengan perasaanku,tapi aku tidak merasakan apa-apa..tuh!

2 Hari kemudian Papa dan Mama yang mengambil hasil ronksen itu, tuh kan papa dan mama lebih sayang kak Virza ,buktinya mereka rela cuti hanya demi mengambil hasil ronksen kak Virza! Coba kalau aku sakit pasti pembantu yang suruh jagain...huft... Sebel sebel sebel!!!,enak kali ya kalau hanya aku anak mama papa!
"Virzy kamu lagi mikirin apa?"Kak Virza menyenggol pundakku.
"Aku nggak mikirin apa apa koq!" Jawabku ketus,lalu aku berlari kekamar.
 "AAaaaaa....."Teriakku kesal sambil melempar boneka bonekaku....aku sedih aku cape aku kaya nggak diperhartiin tau!!!!!!!!!!!!!!!!
 "Virzy mama papa sayang kamu koq!"Kak Virza menenangkanku  "Nggak!mereka cuma sayang kak Virza!"Teriakku kepada kak Virza.
 "Kakak sayang kamu!"Jawab kak Virza
 "Aku maunya disayang mama papa!" Bantahku kesal,kak Virza keluar kamarku meneteskan air mata.
Tak lama kami bertengkar papa dan mama lewat depan kamarku mereka tampak sedih. Tapi aku nggak perduli! Aku lebih sedih disini!aku memutuskan turun kebawah untuk mengambil segelas susu. Saat melewat depan kamar mama terdengar perdebatan antara mama dan papa.
 "Virza harus tau!"
 "Nggak pah..besokkan ulang tahun Virza biarin Virza bahagia dulu!"
 "Terserah mama aja!"
 "Yang Kita mau samakan,kita mau. Virza hidup bahagia"
Aku bingung dengan yang mereka bicarakan,aku lebih baik pergi saja daripada ketahuan mama atau papa aku nguping pembicaraan mereka.
 Saat naik aku sengaja lewat depan kamar kak Virza,disana Kak virza sedang meratapi benda ditangannya, lalu kembali menyisir..tak lama kemudian helaian rambut ia tebar dengan air mata dipipinya,aku bingung dengan 2 kejadian aneh hari ini,tak sampai disitu,setelah itu kak Virza mimisan,aku yang mengintip dari balik pintu bergidik takut.
 "Ada...ada apa denganku?ada apa ini??"Lirih kak Virza sedih, aku hanya diam termenung lalu pergi masuk kekamarku ,aku tak habis pikir dengan yang terjadi kepada kak virza!Hah.. Hidup..Hidup..
*Ulang tahun Kak Virza
Hari ini kak Virza,mama dan Papa tampak bahagia,tapi tak biasanya kak virza pakai topi seperti itu, dengan wik lagi !ulang tahun kak Virza yang drayakan sangat mewah,Tumben! Atau biasa?
Seusai acara ulang tahun kak Virza,mama papa berkumpul dikmar kak Virza,kak Virza membuka Wik sekaligus topinya..ak..aku mama papa tersentak,kak Virza Bo...tak??ada apa sih ini ! aku jadi makin bingung. Mama ....Papa menangis mereka bangun lalu memeluk kak Virza,tak lama kak virza pingsan mama dan papapun segera membawa kak Virza keRumah sakit,Kak Virza langsung masuk Ruang ICU,Tapi hatiku kali ini berbeda detak jantugku begitu cepat,keringat menyelimuti tubuhku , aku serasa mau mau menangis, apakah rasa sayangku kepada kak Virza mulai timbul?Tapi kenapa?
Dokter Keluar dari ruang ICU
"Bagaimana dok anak saya?"Tanya papa cemas "Maaf kami telah berusaha sebaik mungkin,tapi...tubuhnya tidak kuat lagi menahan rasa sakit itu!"
Semua menangis tak terkecuali...aku juga menangis..aku tak percaya kak Virza tiada secepat ini...
Ketika itu Bi weni datang memelukku,sambil menyodorkan sehelai kertas ,aku membukanya Diatasnya terdapat gambar Doraemon, film yang kusukai!!!
Ternyata itu surat
Isinya:

*************************************

Virzy,kamu tau gak betapa sayangnya kakak sama kamu, coba kita saling menyayangi.....

 Sebenarnya mama dan papa sangat sayang kamu!tapi belum ditunjukan! Kalau mereka nggak sayang kamu mereka nggak akan ngurusin kamu kan Virzy...kamu jaga diri kamu Ya!

Bye bye..I Miss You

*************************************

"Mis You To....aku baru sadar bahwa semua yang aku lakukan salah...kak Virza!!!aku telah menyia-nyiakan... orang yang paling sayang sama aku! Andaikan ada kesempatan kedua dalam hidup,aku mau. aku mau menyayangi Kak Virza..bahkan lebih dari hidupku!kenapa? Kenapa aku bodoh dengan menyia-nyiakan kak Virza yang baik kepadaku!...hiks hiks hiks!!!!!!"

TAMAT


Ceritaku Dengan Sahabat

Ceritaku Dengan Sahabat


Hai! Perkenalkan namaku Aisyah Naswa Awalya,aku seorang murid sekolah dasar dari "Mentari High School"yang sekarang duduk dibangku kelas 6. Aku tinggal disebuah kompelks perumahan mewah bernama Kompleks Mawar. Aku mempunyai 5 sahabat yaitu Salsa,Diva,Caca,Fira,dan Hilda atau yang kami beri nama sesuai umur tertua 'AiDiSaCaFiHi' Kami belum pernah bertengkar,ya mungkin pernah,tapi hanya masalah sepele yang tak jelas hihihi... Ya kami sudah bersahabat sejak kami duduk dikelas 4, dan setiap tanggal 18 januari kami peringati sebagai ulang tahun 'AiDiSaCaFiHi',dan kami. Juga membuat perjanjiian bernama Pakta Sahabat,yang isinya adalah:
Bahwa Kami (AiDiSaCaFiHi) tidak akan mengeluarkan atau memasukan anggota baru! Pada tanggal 18 januarii,kami juga tidak boleh bertengkar pada tanggal tersebut!.
Ya begitulah kurang lebih isinya.
Kami biasa mengisi waktu istirahat kami disekolah dengan cara ergi kekantin. Ya mungkn itu tempat yang sering didatangi oleh setiap siswa dan tak ada kesan istimewa dtempat itu,tapi bagi kami (AiDiSaCaFiHi) itu adalah tempat istmewa,karna disitu kami membentuk AiDiSaCaFiHi,seperti sekarang kami sedang mengobrol tentang liburan yang akan mendatang..dikantin......
 "Kalian kalau liburan nanti mau kemana?"Tanyaku pada AiDiSaCaFiHi pastinya.
 "Entah..kalau kamu sendiri?"Diva justru menjawabnya dengan pertanyaan juga.
 "Kekampung."Jawabku singkat
 "Kalau aku sih..ya paling dirumah aja,lebarannya."Jawab hilda sambil menopangan dagunya ada sikut caca yang duduk disamingnya.
 "Ihs!"Caca merasa risih karna Hilda menopangkan dagunya pada sikutnya. Hildapun menjauhkan kepalanya.
 "Aku mau kerumah paman"jawab salsa,anak paling lugu digeng kami (AiDiSaCaFiHi).
 "Fira dari tadi diem azah cih."Ujar Caca dengan gaya centilnya.
 "Aku sedang berfikiir ,katanya mamanya Vani,dia mau balik kesini lagi"jawab fira,anak yang sok mengetuai geng,ya tapi dia tetep sahabatku,cabattku yang paling deket sama aku.
 "Vani?siapa dia?"Tanyaku heran,ya
mungking dia sudah pernah sekolah disini lalu pergi lalu akan datang lagi.
 "Dia dulu sahabat kita"jawab Fira semangat,aku mengangguk pelan  Bel pulang berbunyi,itu artinya liburan panjang telah dimulai..
 "Dah..met liburan dech!"Ucappku seraya berjalan pulang dengan arah berbeda dengan mereka.
  Hari ini tanggal 18 januar 2014, hari ini adalah ulang tahun AiDiSaCaFiHi,rencananya kami akan pergi kesebuah cafe untuk merayakannya,aku sudah siap untuk pergi kecafe itu,namun perkiraanku salah,mereka tak ada disana mereka justru sedang bersama teman lama mereka VANI,betapa kesalnya aku,hingga ada suatu hari aku menelfon Diva untuk menanyakan ada hubungan apa mereka dengan Vani,namun nomor telfon Diva tidak aktif,huh... Kesel!
 Liburan hanya tinggal 1 minggu,aku dan geng AiDiSaCaFiHi berencana untuk bermain dengan vani yang memang benar-benar akan masuk kembali kesekolah kami.
 Sesampainya kami dirumah vani,vani langsung menghampiri kami.
 "Hy."Sapanya.
 "Hy"sapa AiDiSaCaFiHi.
 "Kayaknya kita nggak bisa man hari ini deh,aku mau pergi"tuturnya pelan  "Ouh,ok deh"AiDiSaCaFiHi segera memutar sepedah dan mengayuhnya kearah rumah masin-masing.
 "Aisyah cuma kamu yang blum aku kasih tau kalau vani akan menjad sahabat kita dan masuk ke AiDiSaCaFiHi"ujar Fira sambl menghentkan sepedahnya.
 "O-ok"aku mepercepat kayuhanku dengan rasa kesal  'Kenapa nggak minta pendapatku dulu!'batinku kesal,sesampainya dirumah au hanya mencoba untu menghlangkan ingatanku tentang perkataan Fira tadi.

Liburan telah usai... 

Sekarang AiDiSaCaFiHi bukkan lag bernama AiDiSaCaFiHi tapi AiDiSaCaVaFiHi, namun ada kejanggalan dalam persahabatan kami yang sekarang, yaitu Fira hanya sangat dekat dengan vani saja, kami yang berada diAiDiSaCaVaFiHi tak dpedulikan mereka selalu main berdua,kemana mana berdua ya..begitu deh.
 Akhirnya aku mencobaa menceritakan kekesalanku padanya,namun ia justru marah dan ingin keluar dari AiDiSaCaVaFiHi,aku hanya bisa bercerita pada teman sebangkuku raya ,dia selalu biisa mengerti aku, hingga suatu malam aku memutuskan untuk keluar dari AiDiSaCaVaFiHi tentu raya melarangnya,tapi karna keputusanku telah bulat akhirnya aku benar benar keluar hingga sekarang namanya DiSaCaVaFiHi,mereka tak pernah sedih dengan kepergianku!itulah yang membuatku rela dan bisa menerima keputusanku.
Karna sebaik-baiknya sahabat dia yang merindukan kedekatan dengan sahabatnya ketika mereka pergi