Kehidupan 17 Tahun Yang Rumit
Wajah cantik,halus,dan putih tampak begitu bahagia tengah meminum koffi dikedai pinggir jalan,sayang..ia hanya duduk sendiri disana,tiada teman atau sahabat yang menemaninya."Dek.."Seorang gadis remaja pelayan kedai menepuk pundaknya.
"Ah!oh rupanya kamu,ini uangnya"Gadis itu terkejut,setelah membayar koffinya gadis itu pergi, ternyata namanya Aini,ia gadis berumur 12 tahun yang tinggal 10 M jauhnya dari kedai tersebut. Ia seorang gadis cantik,pintar,berbakat,,tapi tak dapat penuh kasih sayang,ayah dan ibunya telah berpisah sejak ia berumur 4 tahun lalu ,ayahnya menikah lagi setelah 2 tahun lamanya menduda, aini tinggal bersama ayahnya,ia bahkan tak tahu ibunya dimana. Ibu tiri aini sangat menyayangi aini karna tak punya anak kandung.
"Aini!"Panggil ibu tirinya.
"Ada apa bu?"Tanya aini lesu.
"Kamu dari mana?"Tanya ibu tiri aini sambil menepuk pundak aini,ibunya slalu berkomentar ini itu tentang teman aini,itu sebabnya aini jarang punya teman.
"Kedai koffi."Jawab aini lalu pergi kedalam rumah.
"Kamu pergi sama siapa?"Tanya ibu tiri aini lagi,aini menghentikan langkahnya sejenak namun diam tak berkata,tak lama ia kembali berjalan masuk kerumah. Aini sangat rindu ibunya, ia bingung,ia tak tau kenapa ayah dan ibunya berpisah. ayahnya hanya bilang ada masalah yang tidak dapat diselesaikan lagi,ketika aini betanya soal perceraian mereka,aini dan ibunya bahkan lost contact,yah begitulah nasib aini.
Keesokannya..
Dipagi hari yang cerah di bawah langit biru yang indah aini berjalan dipinggir trotoar..ia tengah menuju kesekolah. Aini yang hanya pergi sendiri selalu merasa was was dijalan raya seperti ini,pikirannya melayang membayangkan hal aneh terjadi. Tepat didepan kedai koffi yang sama ketika ia duduk meminum koffi kemarin ia berhenti iya melihat seorang wanita didalam kedai koffi yang sangat mirip ibunya,namun ketika ia ingin menghampirinya ada seseorang menyambit tangannya dan menyeretnya pergi jauh dari sana, ia menoleh kearah orang itu."Ih Erna!apa sih!"bentak aini,erna adalah teman aini yang satu sekolah bahkan satu bangku ketika duduk dikelas,itulah awal mula pertemanan mereka.
"Lihat sekarang sudah jam berapa kamu mau terlambat!"Ujar erna yang berjalan didepan aini. Aini melirik jam tangan hijaunya. Sekarang sudah pukul 06.20 10 menit lagi ia akan terlambat,sekarang posisi terbalik aini yang berjalan didepan Erna sambil menyeret tangan erna ,aini dan erna melesat cepat menuju sekolah.
Pulang sekolah Aini berniat pergi kekedai koffi yang terletak dipinggir jalan tersebut,ia melihat wanita itu lagi disana,kali ini ia melihat jam terlebih dahulu ,ia takut pulang terlambat,saat jam pulang masih lama ia segera masuk kedalam kedai koffi yang dimaksud.
"Permisi,boleh saya duduk disini bu?"Tanya Aini sopan "Silahkan nak."Jawab ibu itu,lalu aini memesan secangkir koffi,agak lama ia berbincang dengan ibu itu,namun tiba tiba ibu itu bicara "Kamu sangat mirip dengan anakku."Katanya lembut "Benarkah?ibu juga sangat mirip dengan ibuku." Kata aini semangat "Ibumu sekarang dimana?"Tanya ibu itu,wajah aini berubah menjadi sedih.
"Ibuku telah berpisah dengan ayahku sejak umurku 4 tahun,aku tinggal bersama ayahku dan istri barunya."Jelas aini dengan mata tertunduk.
"Jangan sedih."Hibur ibu itu.
"Ibu sendiri anaknya kemana?"Aini tersenyum "Anak ibu tinggal bersama ayahnya, kami sudah lost contact,padahal ayahnya yang salah,ayahnya anak ibu yang mulai pertengkaran kami duluan,tapi anak kami yang jadi korban."Ibu yang duduk didepan aini meneteskan air mata,itu membuat aini ikut menangis mendengar kisahnya, ia merasa nasibnya dan ibu itu sama,setelah itu aini pamit pulang,ia menghapus air matanya dengan tangan halusnya.
"Aku pulang"kata aini saat sampai dirumah.
"Kamu sudah pulang. mandi dulu sana" perintah ibu tiri aini "Ayah mana?"Tanya aini.
"Sedang pergi."Jawab ibu tiri aini singkat, aini masih memikirkan wanita yang tadi bicara dengannya,ia mempunyai firasat yang kuat, entahlah ketika bersamanya aini merasa nyaman sekali,seperti ia tengah mengobrol dengan ibunya.
Hari hari berlalu,setiap pulang sekolah aini selalu mampir kekedai koffi dipinggir jalan itu untuk bertemu wanita yang mirip ibunya itu,ia semakin dekat dengan wanita itu,Tak terasa 1 tahun telah berlalu,hingga suatu hari terungkaplah kebenaran tentang wanita tersebut,wanita tersebut adalah ibu kandung aini yang selama ini telah lost contact dengannya,itu semua berawal ketika aini mengajaknya kerumahnya,disana wanita itu bertemu ayah aini lalu mengatakan kepada aini,akulah ibumu,dia ayahmu!kata kata itu membuat hati aini begitu bahagia,dan kenyataan itu terungkap tepat diumur ke 13 aini,baginya itu kado ulang tahun luar biasa dalam hidupnya,ia sekarang tinggal bersama ibunya,ayahnya memarahi aini karena terus bertemu dengan ibu kandungnya tersebut.
Bertahun tahun berlalu dengan cepat,banya perubahan yang terjadi,masalah masih belum selesai,aini harus kembali tinggal bersama ayahnya diumur 17 tahun,ibunya meninggal karena sakit keras,namun kehidupan ayahnya sekarang telah berubah 180 derajat,ayahnya jadi pengusaha,hidupnya berkecukupan,lebih dari yang dulu,namun ibu tirinya tak menyayanginya lagi seperti dulu,ia telah mempunyai anak kandung dari ayah aini,ibunya selalu memarahi aini,membentk aini,hanya karena masalah sepele yang diperbuat aini,hidup aini tak bisa berjalan dengan lancar,sepertinya masalah sangat bersahabat dengannya,aini hanya melalui 4 tahunnya dirumah itu dengan sebuah senyuman kecil dari wajahnya,ia bersyukur ia masih bisa sekolah sampai perguruan tinggi,setelah lulus dari perguruan tinggi ia tinggal bersama tantenya yang masih bersaudara dengan ayahnya sebab, ketika itu ayahnya tengah mengalami masa masa sulit,perusahannya bangkrut,ia punya banyak hutang!,lalu ditangkap polisi karna memproduksi obat ilegal di perusahannya.
Umurku sudah 23 tahun sekarang tapi,kehidupanku seperti aku masih berumur 12 tahun,banyak masalah yang menimpaku sAat itu,aku hanya bisa bersyukur masih diberikan umur panjang sehingga mendapatkan begitu banyak pelajaran dAri masalah yang aku hadapi.
Kehidupan setiap orang pasti tidaklah mulus,semua orang akan selalu diuji oleh yang kuasa. Namun! Dari ujian tersebutlah tercipta kehidupan yang penuh pelajaran..tinggal seberapa tegar,kuat,dan sabarkah kita menghadapi ujian itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar