Minggu, 19 Juni 2016

PATUH, PEDULI, Dan Baik

PATUH,PEDULI,Dan Baik

Hai namaku Anggraini saputri atau yang biasa disapa putri aku seorang anak Piatu berumur 9 tahun yang sedang mengenyam pendidikan dibangku SD kelas 3, aku sekolah di SDS Unggulan 01 di daerah bogor, aku tinggal bersama ayahku yang bekerja sebagai tukang Pos.
 "Putri... Ayah pulang."Wah ayah ternyata sudah pulang sebaiknya aku segera menyambutnya. akupun segera mengambil segelas air putih didapur lalu memberikannya kepada ayah,setelah itu aku mencium tangan ayah.
 "Ayah kok tumben pulang cepat?"Tanyaku  "Tidak ada surat yang harus diantar lagi."Nada bicara ayah seperti sedang marah, ada kejadian apa sebenarnya?
 "Ayah mengapa ayah marah?apakah aku berbuat kesalahan?"Tanyaku khawatir  "Tidak!"Jawab ayah singkat lalu segera masuk kekamarnya  "Ay..ah..apa ayah marah padaku?"Tanyaku lirih sambil menuju kekamarku.

 Semalaman aku lihat ayah tak bisa tidur ia terus mondar mandir tak jelas diruang tamu,aku mengintipnya dari balik pintu kamarku.
 'Kenapa ya..kok ayah kelihatan resah?'Batinku dalam hati  "Aduh...apa benar yang dikatakan ibu kost tadi...tapi nggak mungkin!Putri nggak mungkin ngelakuin itu!putri anak yang baik nggak mungkin dia mencuri"kata ayah pelan namun terdengar jelas olehku. Aku tersentak kaget. Aku mencuri!!ibu kost!!aku tidak mencuri aku tidak mencuri.
 "Kalau ibunya putri ada pasti dia akan sedih mendengar gosip seperti ini! Sebaiknya aku tidak percaya! Mungkin dia membawa uang dia sendiri,atau uang mainan didepan rumah kost itu!"Ujar ayah sambil menoleh kearah kamarku,aku langsung menutup pintu rapat rapat lalu pura pura tidur.
Aku memang waktu itu membawa lembaran uang didepan rumah kost yang ayah maksud tapi itu adalah uang ku aku bekerja untuk mengumpulkan uang itu...aku menjual kerupuk kewarung warung seperti yang dilakukan almh. Ibu dulu tapi ayah tak boleh tau karna uang itu akan aku belikan hadiah ulang tahun ayah.

 Keesokannya aku enggan menemui ayah aku langsung pergi sekolah tanpa pamitan dulu pada ayah..aku takut ayah masih marah padaku,,disekolah aku melihat seorang anak dengan pakaian lusuh dan tubuh kotor tengah memungut sampah di dekitar sekolah, hatiku iba melihat anak tersebut,aku menghampirinya lalu bertanya  "Apa kamu sudah makan?"
 "Belum"jawab anak itu polos,wajahnya pucat,lalu aku memberikan uang jajanku padanya untuk ia belikan makanan. aku juga meminta dia datang lagi besok kedepan sekolahku dengan waktu yang sama. Aku ingin memberikan beberapa pakaian yang sudah tidak aku pakai tapi masih layak untuk dipakai.

 Sepulang sekolah aku menceritakan kejadian disekolah dan niatku membantu anak tersebut,ayah setuju, oh ya ayah hari ini libur karna ini hari jum'at.
 "Ayah..ayah kenapa kemarin ma..rah?" Tanyaku takut.
 "Tidak ayah cuma sedang lelah saja kemarin,maaf ya"aku tau ayah. Berbohong lagi.
 Sore harinya aku pergi ke rumah bu Siti,aku mengambil krupuk darinya lalu aku order kewarung warung,saat aku ingin kewarung bu Fara aku melihat ayah disana aku bingung apa yang akan kulakukan ayah semakin dekat dengan warung bu fara,aku memutuskan menunggu sampai ayah pergi. Tapi itu tidak mudah aku hampir saja ketahuan oleh ayah untuk saya aku cepat cepat bersembunyi.

 Hari Sabtu,anak itu benar benar datang syukurlah aku senang jika ia datang, aku lalu menyerahkan baju baju tersebut dan sebungkus nasi uduk untuk ia makan,aku senang membantunya!hari ini aku akan mengorder kerupuk siang hari karna ayah sedang kerja jadi aku aman.. Oh ya aku baru ngat hari ini hari terakhirku bekerja ,karna besok ulang tahun ayah aku jadi harus sudah berhenti bekerja..alhamdulillah uangku sudah terkumpul sebesar Rp100.000,00 . Ehm tapi aku akan beli apa ya??? Aha aku punya ide• Baju koko ayah kan sudah pada sobek ,karna tidak ada ibu sekrang jadi tidak ada yang akan menjahit pakaian ayah,aku tidak bisa menjahit,aku jadi beli baju koko dan sarung saja!aku berangkat ke toko makmur yang terletak dipinggir jalan raya dekat rumahku,disana dijual semua perlengkapan sholat dan harganya juga murah tapi kualitasnya tidak diragukan!
Uangku masih ada Rp15.000,00 ,aku belikan peci saja ah..biar jadi lengkap. Alhamdulillah aku sangat bahagia hari ini.

Hari minggu, ayah libur aku memberi suprize kepada ayah aku membuat nasi kuning lalu aku bangunkan ayah tengah malam  "Aduh putri ada apa sih!"
 Aku lalu menyalakn lampu dan menyanyikan lagu happy birthday Aku juga langsung menyerahkan hadiahnya. Ayah terlihat begitu senang.
 "Ayah aku bekerja di rumah bi Siti aku mengorder kerupuk seperti almh. Ibu dulu,ayah jangan marah ya,sekarang sudah tidak kok,nah waktu itu tak sengaja aku membawa uang hasil penjualan kerupuk lewat depan rumah kost. Mungkin ibu kost salah paham"jelasku pada ayah,ayah lalu memelukku erat  "Terima kasih Putri"ayah menangis tersedu,aku juga ikut menangis haru.

TAMAT!!!!!!!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar